Wakhinuddin’s Weblog


VALIDITAS PENELITIAN EVALUASI DI SEKOLAH
Desember 25, 2017, 2:54 pm
Filed under: EVALUASI PROGRAM DAN LEMBAGA, Uncategorized

Untuk mendapatkan hasil penilaian yang sesuai dengan konteks program pendidikan sekolah (SMK), perhatikan  komponen-komponen evaluasi program berikut:

Tabel 1.1: Penilaian Totalitas Dalam Menjaga Validitas Penelitian

  Input Aktivitas Hasil pada tahap Formatif Hasil pada tahap Sumatif
Aspek Pendidikan untuk tenaga kerja mekanik mobil Untuk menghasil-kan mekanik mobil Setiap topik diharapkan siswa dapat melewati batas lulus (kompetensi minimal) Pada akhir kelas diharap-kan siswa menguasai kompetensi mata pelajaran tersebut.
Indikator ·    Kurikulum

·    Guru

·    Sekolah

 

Sekolah melaksana-kan program pendi-dikan keahlian mekanik otomotif, dengan asumsi melaksanakan pembelajaran ber-jalan dengan baik.

Ketercapaian pelak-sanaan kurikulum.

 

Instrumen: Daftar hadir siswa, Obser-vasi, Wawancara dengan guru dan staf.

 

Hasil: Jumlah absensi siswa, jumlah guru melak-sanakan pembe-lajaran yang baik, jumlah guru menye-lesaikan kurikulum.

Siswa dapat tampil melak-sanakan tes/tugas sesuai topik.

 

 

 

 

 

 

Instrumen: wawancara

 

 

 

 

Hasil: Jumlah siswa lulus

Siswa dapat tampil melaksana-kan tes/tugas.

 

 

 

 

 

 

 

Instrumen: tes performansi

 

 

 

 

Hasil: Jumlah siswa lulus

 

Tabel 1.1 adalah cetak biru proses penilaian (assessment) penelitian secara totalitas, tujuannya  untuk menjaga validitas penelitian, yaitu dari pengaruh variabel internal dan eksternal. Disetiap komponen dilengkapi indikator, dan aktivitas penilaian  terhadap proses program tetap dipantau peneliti selama melakukan penelitian.

Iklan


Analisis keterkaitan KI dan KD
Desember 7, 2017, 3:46 pm
Filed under: Uncategorized

Analisis keterkaitan antara SKL, KI dan KD Pengetahuan dari mata pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor (PrakBTSPM)

Mata Pelajaran: Pemeliharaan Listrik Kelas XI TSM Presisi (mahir) (P3)

Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD) Analisis KI Analisis KD Rekomendasi KD
Tingkat Dimensi Kognitif Jenis Dimensi Pengetahuan Kesesuaian Dimensi Kognitif dengan bentuk Pengetahuan Ketercapaian Dimensi Kognitif dan bentuk Pengetahuan KD Mata Pelajaran
1 2 3 4 5 6 7
3.  Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

 

3.1 Menelaah prinsip kerja sistem penerangan Tuntutan level kognitif  KD,3 sudah sesuai dengan KI Menganalisi

(C4)

metakognitif Sesuai HOT’S

Kemampuan berpikir tingkat tinggi

 

Analisis Kompetensi Keterampilan (KD-4) dan hubungan keselarasan (alignment) dengan KD-3 dari pasangan KD tersebut

Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD) Analisis KI Analisis KD Rekomendasi KD
Bentuk Taksonomi Tingkat Taksonomi Kesetaraan Taksonomi KD-3 dg KD-4 Ketercapaian Taksonomi KD Mata Pelajaran
1 2 3 4 5 6 7
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan 4.3 Merawat berkala sistem penerangan KD 4.sudah sesuai dengan KI. 4 kongkrit Presisi (mahir) (P3) Setara/Sudah sesuai Selaras/ Sudah tercapai

Keterangan pengisian kolom sbb:

  1. Kompetensi Inti (KI-4) sesuai tingkat/kelas
  2. Kompetensi Dasar (KD-4) sesuai mata pelajaran
  3. KI pengetahuanatau KI keterampilan; kelas X, XI atau XII
  4. Abstrak atau konkrit.
  5. mengolah, menalar, menyajiatauimitasi, manipulasi, presisi, artikulasi, naturalisasi
  6. Tuliskan sesuai rekomendasi KD-3 (KKO dg levelnya) yang setara untuk menunjang KD-4 pasangannya.


PENELITIAN R&D MODEL FOUR ‘D’ (pada penelitian HOTS)
Oktober 30, 2017, 2:01 pm
Filed under: PENELITIAN, Uncategorized

4 D MODEL



Strategi Pembelajaran
September 19, 2017, 7:16 pm
Filed under: Pembelajaran

(Seri Pedagogi Kejuruan)

Strategi Pembelajaran

Pada setiap proses pembelajaran, strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang akan dipilih  dan digunakan  oleh seorang guru/dosen/pelatih/pengajar  untuk menyampaikan materi pelajaran, sehingga memudahkan  peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Terkait dengan hakikat strategi pembelajaran tersebut, strategi pembelajaran terdiri atas seluruh komponen  materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan  kegiatan belajar  yang atau digunakan  oleh pendidik  dalam rangka membantu peserta didik  mencapai tujuan pembelajaran. Strategi pembelajaran bukan hanya terbatas prosedur  atau tahapan kegiatan belajar, melainkan juga pengaturan  materi atau paket program pembelajaran. Strategi pembelajaran dilaksanakan bukan hanya di dalam kelas, juga dapat dilaksanakan di luar kelas, seperti: Bengkel mobil, kebun sekolah, kantor lurah dsb.



Berpikir Tingkat Tinggi (HOTs)
Agustus 27, 2017, 3:43 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, Uncategorized

Fungsi utama pembelajaran TKR adalah untuk mengembangkan kemampuan siswa pemecahan masalah, serta melihat hubungan-hubungan gejala dan penyebab. Pelaksanaan asesmen HOT (high order thinking) ditujukan untuk mengoptimalkan perkembangan kemampuan siswa untuk tiap aspek tersebut. Berikut ini akan dibahas pengertian setiap aspek, beserta contoh soal untuk mengasesnya.

HOT adalah cara berpikir tinggkat tinggi, berbeda dengan LOT (low order thinking) cara berpikir tingkat rendah.  Dari sisi Taksonomi Bloom – Kognitif, berpikir tingkat tinggi (HOT) adalah kemampuan berpikir mulai dari level 4 sampai ke level 6 dari Taksonomi Bloom. Pada tingkat analisis siswa diminta menguraikan informasi kedalam beberapa bagian, menemukan asumsi, membedakan fakta dan pendapat, dan menemukan sebab – akibat. Pada tingkat evaluasi, siswa mengevaluasi informasi, seperti bukti sejarah penddikan kejuruan di Indonesia; INS di Kayu Tanam – Sumbar, editorial Media, teori-teori, termasuk mengambil keputusan, dan kebijakkan, menilai informasi. Pada tingkat Membuat (kreasi), siswa dapat membuat sesuatu berdasarkan teori dan konsep.



PRINSIP PROSSER
Agustus 24, 2017, 8:32 am
Filed under: Pendidikan Kejuruan, Uncategorized

Prosser percaya bahwa pendidikan kejuruan di jenjang sekolah menengah atas akan mampu menjadikan para siswa lebih independen.

Prosser terkenal dengan 16 prinsip tentang pendidikan kejuruan yaitu :

  1. Pendidikan kejuruan akan efisien jika lingkungan dimana siswa dilatih merupakan replika lingkungan dimana nanti ia akan bekerja.
  2. Pendidikan kejuruan yang efektif hanya dapat diberikan dimana tugas-tugas latihan dilakukan dengan cara, alat dan mesin yang sama seperti yang ditetapkan di tempat kerja.
  3. Pendidikan kejuruan akan efektif jika melatih seseorang dalam kebiasaan berpikir dan bekerja seperti yang diperlukan dalam pekerjaan itu sendiri.
  4. Pendidikan kejuruan akan efektif jika dapat memampukan setiap individu memodali minatnya, pengetahuannya dan keterampilannya pada tingkat yang paling tinggi.
  5. Pendidikan kejuruan yang efektif untuk setiap profesi, jabatan atau pekerjaan hanya dapat diberikan kepada seseorang yang memerlukannya, yang menginginkannya dan yang mendapat untung darinya.
  6. Pendidikan kejuruan akan efektif jika pengalaman latihan untuk membentuk kebiasaan kerja dan kebiasaan berpikir yang benar diulang-ulang sehingga sesuai seperti yang diperlukan dalam pekerjaan nantinya.
  7. Pendidikan kejuruan akan efektif jika gurunya telah mempunyai pengalaman yang sukses dalam penerapan keterampilan dan pengetahuan pada operasi dan proses kerja yang akan dilakukan.
  8. Pada setiap jabatan ada kemampuan minimum yang harus dipunyai oleh seseorang agar dia tetap dapat bekerja pada jabatan tersebut.
  9. Pendidikan kejuruan harus memperhatikan permintaan pasar.
  10. Proses pembinaan kebiasaan yang efektif pada siswa akan tercapai jika pelatihan diberikan pada pekerjaan yang nyata (pengalaman sarat nilai).
  11. Sumber yang dapat dipercaya untuk mengetahui isi pelatihan pada suatu okupasi tertentu adalah dari pengalaman para ahli okupasi tersebut.
  12. Setiap pekerjaan mempunyai ciri-ciri isi (body of content) yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain.
  13. Pendidikan kejuruan akan merupakan layanan sosial yang efisien jika sesuai dengan kebutuhan seseorang yang memang memerlukan dan memang paling efektif jika dilakukan lewat pengajaran kejuruan.
  14. Pendidikan kejuruan akan efisien jika metode pengajaran yang digunakan dan hubungan pribadi dengan peserta didik mempertimbangkan sifat-sifat peserta didik tersebut.
  15. Administrasi pendidikan kejuruan akan efisien jika luwes.

Pendidikan kejuruan memerlukan biaya tertentu dan jika tidak terpenuhi maka pendidikan kejuruan tidak boleh dipaksakan beroperasi.

 



E-ASSESSMENT
Agustus 22, 2017, 5:19 pm
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, Uncategorized

Dalam arti luas, e-asesmen adalah penggunaan teknologi informasi untuk kegiatan penilaian. E-asesmen mempunyai prosedur yang sama seperti pada e-learning, bahkan kebanyakan e-asesmen merupakan suplemen dari e-learning. Perbedaannya ada pada pengolahan konten.  Karena kesamaan yang jelas untuk e-learning, istilah e-asesmen sering dianggap bagian dari e-learning, namun yang jelas e-asesmen menggambarkan penggunaan komputer dalam proses penilaian siswa. E-asesmen dapat digunakan untuk menilai kemampuan kognitif, sikap dan praktek. Kemampuan kognitif dinilai dengan menggunakan perangkat lunak (software); seperti: tes Toufle, tes TPA, tes sertifikasi guru, tes SPMB – online, tes PNS  dll.

Sistem e-asesmen terdiri dari dua komponen: mesin penilaian, dan bank soal. Sebuah mesin penilaian terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk menciptakan dan memberikan sekor. Kebanyakan mesin penilai beroperasi pada hardware standar saja, yang penting adalah perangkat lunaknya. Ada berbagai paket perangkat lunak, seperti PHP, Javascript dll. Perangkat lunak ini bukan bagian dari termasuk soal itu sendiri, soal disimpan pada file bank soal.

E-asesmen banyak digunakan, karena memiliki banyak keuntungan dibandingkan asesmen tradisional (pencil and paper test). Keuntungan meliputi:  biaya untuk jangka panjang lebih murah, umpan balik kepada siswa dapat langsung,  fleksibilitas lebih besar sehubungan dengan lokasi dan waktu tes, meningkatkan keandalan (mesin lebih andal dibandingkan manusia), ketidakberpihakan (mesin tidak ‘tahu’ siapa-siapa siswa peserta tes, sehingga tidak ada siswa yang diuntungkan), efisiensi penyimpanan yang lebih besar – puluhan ribu naskah soal serta jawabannya dapat disimpan pada server dibandingkan dengan ruang kamar yang diperlukan untuk naskah soal, gaya pertanyaan dapat disempurnakan sehingga ada interaktivitas. Ada juga kekurangan e-asesmen,  sistem e-asesmen mahal untuk dibuat dan tidak selalu cocok untuk setiap jenis penilaian (seperti soal uraian jawaban panjang).