Wakhinuddin’s Weblog


PETA KONSEP TEKNIK OTOMOTIF

PETA KONSEP TEKNIK OTOMOTIF

by Wakhinuddin S

OTOMOTIF
Ototronik
INTERNAL COMBUSTION ENGINE SISTEM KELISTRIKAN Body
SISTEM PEMINDAH TENAGA SISTEM KRS
MOTOR BENSIN 2  dan 4 Takt MOTOR DIESEL Cat
SISTEM PNGAPIAN SITEM STARTER SSTEM PNRANG SSTEM PNGSIAN
Sistem BB TRANSFER TRANSMISI Chasis
KOMPONEN BERGERAK Konvensional Induksi KEMUDI REM SUSPENSI
TRANSAXEL KOPLING
Pwr steering Biasa Pegas
KOMPONEN TIDAK BERGERAK Manual POROS PROPELLER Konvensional Elektronik ABS Konvnsnl Peredam
Mobil sedan Alternator
Pompa Injeksi Automatic DIFRENSIAL 4WD Regulator Udara Likuid
Governor
Truck Kaku/plat POROS RODA Fluida Vleg
Pneu/Mec/Com Axle Full/3/4/1/2 Roda Ban
Iklan


PERSIAPAN SEBELUM WAWANCARA
November 22, 2013, 8:22 am
Filed under: Materi Ajar

PERSIAPAN SEBELUM WAWANCARA

by Wakhinuddin S

  1. Ketahuilah calon perusahaan pemberi kerja dan tugas pekerjaan yang ditawarkan.
  2. Penampilan, bukanlah segala sesuatu yang menentukan, tetapi penampilan akan sangat membantu:
  1. Informasi yang tersedia dalam perpustakaan bentuk perusahaan dan publikasi perusahaan lainnya.
  2. Informasi dari surat kabar dan majalah.
  3. Informasi langsung dari perusahaan.
  4. Informasi dari kamar dagang lokal atau pusat.
  5. Menghubungi pejabat perusahaan yang diketahui atau dikenal.
  1. Berpakaianlah seperti hendak bekerja.
  2. Penampilan yang konservatif lebih memadai.
  3. Gunakanlah “check lists” persiapan penampilan sebelum wawancara.

“Catatan-catatan” persiapan penampilan untuk wawancara

(   ) Apakah anda sudah membersihkan diri dengan mandi ?

(   ) Apakah rambut anda sudah bersih, mengkilap dan bergaya ?

(   ) Apakah anda sudah menyisir rapi rambut dan tidak menjulur kemuka ?

(   ) Apabila anda mempunyai kumis dan atau janggut, apakah sudah

digunting rapih?

(  ) Apakah anda memakai deodoran atau penghilang bau keringat?

(  ) Apakah anda sudah menggosok gigi dan bercukur rapih?

(  ) Apakah kuku anda sudah dipotong rapih dan bersih?

(  ) (wanita) Apakah kuku anda dicat dengan warna lembut, sedang atau

mencolok dan dipotong pendek?

(  ) Apakah minyak wangi atau deodoran yang anda pakai terlalu keras baunya?

(  ) (wanita) Apakah stocking yang anda pakai berwarna kulit dan telah rapih,

tidak berkerut-kerut ?

(  ) Apakah baju anda cukup baik, bersih dan diseterika rapi?

(  ) Apakah sepatu anda bersih, tidak rusak dan telah disemir mengkilat?

(  ) Apakah anda mempunyai sapu tangan yang bersih dan telah diseterika?

(  ) (wanita) Apabila anda memakai perhiasan, apakah layak, tidak mencolok atau

berlebihan?

(  ) Apakah anda memakai pakaian yang kira-kira cocok dengan pekerjaan yang

diinginkan?



FORMAT : INFORMASI KARIR
November 15, 2013, 8:40 am
Filed under: Materi Ajar, Pendidikan Kejuruan

INFORMASI KARIR

          1.    Nama Karir

 

          2.    Deskripsi pekerjaan

 

 

 

 

       3.    Standar prestasi kerja

 

 

 

 

 

 

 

        4.    Lingkungan Kerja,   Prasarana dan Sarana

 

 

 

 5.    Daerah Kerja

 

 

 

 

 

 

 

 6.    Status Karir

 

 

 7.    Kualifikasi dan Pendidikan

 

 

 

 

 

 

8.    Jenjang Karir

 

 

 

 9.    Kenaikan Pangkat

 

 

 

 

 

 10.Penghasilan

 

 

 

 

 

 

 

 11.Prosedur Rekrutmen

 

 

 

 

 

 12.Lain-lain

 

 

 

 

 

:

 

:

 

 

 

 

:

 

 

 

 

 

 

 

:

 

 

 

 

:

 

 

 

 

 

 

 

:

 

 

:

 

 

 

 

 

 

:

 

 

 

:

 

 

 

 

 

:

 

 

 

 

 

 

 

:

 

 

 

 

:

Jeiskan nama pekerjaan/okupasi/posisi yang akan diuraikan dengan jelas **)

 

Dalam bagian yang dikemukakan:

  1. Uraian tugas pekerjaan, baik berupa tugas pokok maupun kegiatan pendukungnya.
  2. Bagaimana melaksanakan uraian tugas tersebut.
  3. Sasaran pekerjaan.

 

Penguasaan, pemahaman dan kemampuan dalam merealisasikan tugas sesuai dengan uraian tugas pokok dan pendukung.

 

Secara rinci dikemukakan:

  1. Wawasan bidang pekerjaan.
  2. Kemampuan menyusun/merencanakan, pekerjaan.
  3. Kemampuan menata, mengelola/melaksanakan pekerjaan.
  4. Kemampuan menilai dan menganalisa hasil pekerjaan.
  5. Melaksanakan tindak lanjut dan pengembangan profesi/pekerjaan.

 

Dalam bagian ini digambarkan:

  1. Kondisi tempat bekerja.
  2. Sarana dan prasarana.
  3. Sarana pendukung.
  4. Lingkungan kerja yang diharapkan.

 

 

Nyatakan daerah kerja secara jelas sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seperti:

  1. Sekolah, instansi pemerintah, atau daerah untuk praktek pribadi.
  2. Satu sekolah, atau beberapa sekolah, satu wilayah, atau menembus batas administratif yang lain.
  3. Negeri atau swasta.

 

Kemukakan status perkerja yang dapat melayani okupasi/pekerjaan/posisi yang ditawarkan.

 

Apa pekerjaan: pegawai negeri, pegawai tetap yayasan atau tenaga honorer, atau status lainnya.

 

Pada bagian ini, dikemukakan secara jelas:

  1. Syarat pendidikan untuk dapat diterima menjadi pekerja (ijazah dan latihan).
  2. Keterampilan yang dimiliki.
  3. Kemampuan khusus yang diperlukan.
  4. Cirri-ciri khusus kepribadian.
  5. Kemungkinan  untuk pendidikan lanjutan.
  6. Kemungkinan untuk latihan tambahan.
  7. Batas usia minimal.
  8. Pangkat serendah-rendahnya (kalau dipersyaratkan).

 

 

Pada bagian ini, kemukakan dengan jelas status karir, jenis dan tingkat/rentang karir, serta kemungkinan pengembangannya.

Diawali, dari jabatan karir yang paling rendah sampai dengan jenjang yang paling tinggi.

 

Pada bagian ini, kemukakan dengan jelas sistem kepangkatan dan kenaikan pangkat jabatan yang ditawarkan (pemerintah dan swasta tetap). Bagi jabatan praktik pribadi, perlu pula dikemukakan bahwa kenaikan pangkatnya terkait dengan profesi yang bersangkutan. Oleh karena itu, perlu dikemukakan:

  1. Peraturan-peraturan yang berlaku untuk kenaikan pangkat.
  2. Hal-hal yang dinilai.
  3. Syarat lain yang dibutuhkan.
  4. Mekanisme kenaikan pangkat.

 

Dalam bagian ini perlu dikemukan:

  1. Gaji tetap yang diberikan.
  2. Tunjangan yang diberikan berdasarkan prestasi kerja seseorang.
  3. Penghasilan lainnya.

 

Perlu pula dikemukakan bahwa bagi pekerja praktik pribadi, penghasilan yang diterima berdasarkan kelayakan jasa profesi yang diberikan.

 

Perlu dijelaskan secara tuntas pada bagian ini; prosedur rekrutmen pegawai/pekerja, seperti: pengumuman lowongan, pendaftaran calon, pelaksanaan seleksi sampai pengumuman hasil ujian, dan penerimaan menjadi pegawai/pekerja.

Disamping itu perlu juga dikemukakan prosedur rekrutmen bagi tenaga-tenaga yang diperbantukan atau tenaga hanorer, atau untuk izin praktik pribadi.

 

Tambahan informasi lain kalau masih ada yang dirasa penting, sesuai dengan jabatan yang ditawarkan, seperti:

  1. Beberapa beban tugas, apabila seseorang merangkap jabatan lainnya.
  2. Tugas lain yang dapat dilakukan oleh jabatan yang ditawarkan.


Bentuk-bentuk Organisasi
Oktober 22, 2013, 1:32 pm
Filed under: MANAJEMEN, Materi Ajar

Bentuk-bentuk Organisasi

Berdasarkan strukturnya, bentuk organisasi dapat dibedakan atas :
1. Organisasi garis
Organisasi garis merupakan bentuk organisasi tertua, dan paling sederhana. Organisasi dengan jumlah karyawan sedikit dan pemiliknya merupakan pimpinan tertinggi didalam perusahaan/organisasi yang mempunyai hubungan langsungdengan bawahannya. Di sini setiap bagian-bagian utama langsung berada dibawah seorang pemimipin serta pemberian wewenang dan tanggung jawab bergerak vertical ke bawah dengan pendelegasian yang tegas, melalui jenjang hirarki yang ada.
Kebaikan-kebaikan organisasi garis :
a. Bentuk organisasi sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan,
b. Pembagian tugas serta tanggung jawab dan kekuasaan cukup jelas
c. Adanya kesatuan dalam perintah dan pelaksanaan sehingga mempermudah pemeliharaan disiplin dan bertanggung jawab,
d. Pengambilan keputusan dapat dilaksanakan secara cepat karena komunikasi cukup mudah.
Sedangkan kekurangan-kekurangannya adalah :
a. Bentuk organisasi tidak fleksibel,
b. Kemungkinan pemimpin untuk bertindak otokratis besar,
c. Ketergantungan pada seseorang cukup besar sehingga mudah terjadi kekacauan bila seseorang didalam garis organisasi “hilang”.

2. Organisasi garis dan staf
Dalam organisasi ini ada dua kelompok orang-orang yang berpengaruh dalam menjalankan organisasi itu, yaitu :
a. Orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka pencapaian tujuan, yang digambarkan dengan garis atau lini.
b. Orang yang melakukan tugasnya berdasarkan keahlian yang dimilikinya, orang ini berfungsi hanya untuk memberikan saran-saran kepada unit operasional. Orang-orang tersebut disebut staf.
Di dalam organisasi garis dan staf :
– Terdapat spesialisasi yang beraneka ragam yang dipergunakan secara maksimal.
– Dalam melaksakan pekerjaannya, anggota atau lini dapat menerima pengarahan serta informasi dari staf.
– Pengarahan yang diberikan staf dapat dijadikan pedoman bagi pelaksana.
– Staf mempunyai pengaruh yang besar dalam pelaksanaan pekerjaan.
Organisasi ini mempunyai kebaikan, seperti :
– Adanya pembagian tugas yang jelas antara orang-orang yang melaksanakan tugas pokok dan penunjang.
– Keputusan yang diambil biasanya telah dipertimbangkan secara matang oleh segenap orang yang terdapat dalam organisasi, termasuk staf.
– Adanya kemampuan dan bakat yang berbeda-beda dari anggota organisasi memungkinkan dikembangkannya spesialisasi keahlian.
– Adanya ahli-ahli dalam staf akan menghasilkan mutu pekerjaan yang lebih baik.
– Disiplin para anggota tinggi karena tugas yang dilaksanakan oleh seseorang sesuai dengan bakat kealian, pendidikan dan pengalamannya..

Sedangkan kekurangan dari organisasi ini adalah :
– Bagi para pelaksana operasional perbedaan antara perintah dan saran tidak selalu jelas. Maksudnya dalam pelaksana tugas – tugas operasional, orang-orang lini atua garis dihadapkan pada dua macam atasan.yaitu atasan yang terdapat dalam komando yang mempunyai hak memerintah dan pinpinan staf yang meskipun hanya berhak memberikan saran, namun perlu pula ditaati karna sarannya berdasarkan pada keahlian dan wewenang fungsional.
– Saran serta nasehat dari staf mungkin kurang tepat atau sulit dilaksanakan, karna kurang adanya tanggung jawab terhadap perkerjaan.
– Pejabat garis cendrung untuk mengabaikan gagasan dari staf sehingga gagasan tersebut dapat tidak berguna.
– Timbulnya kekacauan bila tugas-tugas tidak dirumuskan dengan jelas.

3. Organisasi fungsional
Organisasi dengan bentuk ini merupakan suatu organisasi yang berdasarkan pembagian tugasnya serta kegiatannya pada spesialisasi yang dimiliki oleh pejabat-pejabatnya. Organisasi ini tidak terlalu menekan hilarki sturtural, tetepai lebih pada sifat dan pungsi yang perlu dijalankan.
Dalam organisasi ini seorang bawahan dapat menerima beberapa instruksi dari beberapa pejabat serta harus mempertanggung jawabkannya pada masing-masing pejabat yang bersangkutan.

Kebaikan-kebaikan dari pungsional organisasi fungsional :
a. Adanya spesialisasi menyebabkan perencanaan tugas dapat dengan baik.
b. Spesialisasi karyawan dapat dilakukan secara maksimal.
c. Koordinasi antara orang-orang dalam satu funsi mudah dilaksanakan atau dijalankan.
d. Pekerjaan mental dapat dipisahkan dari pekerjaan pisik.

Kekurangan – kekurangan orgganisasi fungsional antara lain adalah sebagai berikut :
a. Tanggung jawab terbagi-bagi, sehingga jika terjadi satu masalah tidak jelas siapa yang harus bertanggung jawab penuh.
b. Ditinjau dari segi karyawan, banyaknya atasan yang membingungkan,
c. Terjadi saling mementinngkan fungsi masing-masing menyebabkan koordinasi yang bersifat menyeluruh sukar dijalankan.
d. Pertukaran (mutasi) pekerjaan sukar dilakukan, karna anggota organisasi terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang keahliannya saja, sehingga untuk mengadakan pertukaran jabatan harus dilakukan suatu pendidikan yang intensif terlebih dahulu.

4. Organisasi komite/panitia : pendapat dari sekumpulan orang biasanya akan lebih baik dari pada hasil pemikiran satu orang. Cara yang terbaik untuk menimbulkan kerja sama dari kelompok orang adalah dengan membentuk satu kelompok tetap yang disebut komite.
Komite adalah suatu badan yang terdiri dari sekumpulan orang yang diberi kekuasaan tertentu dan dengan berunding mereka dapat membuat keputusan bersama-sama.
Dengan adanya komite, diharapkan dapat menghilangkan iri hati atau pertentangan diantara anggota kelompok dan dapat dihindari hambatan-hambatan yang timbul akibat adanya perintah perintah yang simpang siur antara pimpinan yang sesingkat :
Komite dapat dibagi atas 4 macam yaitu :
 Komite yang mempunyai kekuasaan penuh untuk bertindak (biasanya terdapat pada tingkatan instrusional)
 Komite yang tidak mempunyai kekuasaan, tetapi mempunya hak untuk menolak (hak veto).
 Komite penasehat.
 Komite pendidikan yang merupakan kelompok diskusi.

Sumber : Ali Basar Siregar, ITB



Pembelajaran Component Display Theory
Juni 26, 2013, 1:53 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, Materi Ajar, Pembelajaran, Pendidikan Kejuruan

Pembelajaran Component Display Theory
Oleh
Dr. Wakhinuddin S.

Pembelajarn Component Display Theory (CDT) adalah kerangka mengidentifikasi komponen-komponen pembelajaran untuk berbagai jenis tujuan pembelajaran. Pada model pembelajaran component display theory (CDT), hasil belajar diklasifikasikan atas dua dimensi, yaitu: dimensi unjuk-kerja dan dimensi isi. Klasifikasi ini diterapkan dalam belajar domain kognitif. Dimensi tingkat unjuk kerja terdiri atas tiga bagian, yaitu: mengingat, menggunakan dan menemukan, dan dimensi isi pembelajaran dibedakan atas empat bagian, yaitu: fakta, konsep, prosedur dan Prinsip.
Prinsip yang mendasari pembelajaran Merrill didasarkan pada asumsi kondisi pendekatan pembelajaran Gagne (Joyce, 2009:122-123), yaitu ada berbagai jenis hasil belajar dan masing-masing jenis hasil belajar tersebut membutuhkan kondisi yang unik untuk belajar. Hasil belajar dapat berupa : keterampilan intelektual, siasat kognitif, informasi verbal, keterampilan motoris, dan sikap (Munandir, 1990:355).
Tabel 1: Komponen teori tampilan komponen

Dimensi isi
Fakta Konsep Prosedur Prinsip
Dimensi Level
Unjuk Kerja Mengingat
Menggunakan
Menemukan

Isi merupakan materi ajar dalam empat bentuk, yaitu: Fakta adalah informasi yang dihubungkan kenyataan, dapat diungkapkan melalui: menyebutkan nama, kapan, dimana, berapa. Apakah kompetensi dasar (KD) berupa mengingat fakta? Kata kuncinya: nama, jenis, dan jumlah. Konsep merupakan abstraksi dari suatu peristiwa, lambang, dan objek dengan berbagai karakteristik, dan dikenal dengan namanya. Apakah KD mengemukan suatu definisi? Kata kuncinya: definisi, klasifikasi, identifikasi, dan cirri-ciri. Prosedur adalah langkah-langkah yang berurutan untuk memecahkan suatu masalah atau untuk memenuhi suatu tujuan. Apakah menjelaskan langkah-langkah? Atau mengerjakan sesuatu sesuai prosedur. Dengan kata lain mengerjakan sesuatu dengan langkah-langkah tertentu. Kata kunci: langkah-langkah mengerjakan tugas secara prosedural. Prinsip membahas hubungan sebab – akibat maupun hubungan. Prinsip berupa penerapan dalil, hukum, atau rumus, hubungan antar variable. KD berupa menjelaskan hubungan berbagai sebab – akibat. Kata kunci : hubungan, sebab – akibat, jika… maka…
Unjuk kerja adalah usaha siswa untuk mengingat, menggunakan, dan menemukan. Unjuk kerja diklasifikasikan atas ingatan sebagai tingkat yang paling sederhana, menemukan suatu yang paling dutamakan. Ada tiga jenis unjuk kerja, yaitu: Ingatan – siswa diminta mengingat informasi dari suatu kejadian, Penggunaan – siswa langsung memakai informasi pada kasus tertentu. Penemuan – siswa menggunakan informasi untuk menjelaskan konsep, prinsip.
Unjuk kerja adalah cara di mana siswa berperilaku sebagaimana isi. Mengingat – siswa perlu mencari dan mengingat dari memori pengalaman tertentu atau informasi; Menggunakan – siswa secara langsung menerapkan informasi untuk kasus tertentu; Menemukan – siswa menggunakan informasi tersebut untuk mendapatkan abstraksi baru (konsep, prinsip, dll).
Matriks (tabel 1) di atas, untuk menentukan tingkat kinerja yang dibutuhkan untuk ruang lingkup isi pembelajaran. Untuk setiap kategori, ada dalam matriks tersebut, dan merupakan kombinasi dari bentuk-bentuk presentasi primer dan sekunder yang akan memberikan akuisisi yang paling efektif dan efisien keterampilan dan pengetahuan yang tersedia.
Pembelajaran CDT (Merrill) membuat belajar lebih efektif, bila semua komponen-komponen (sel-sel) tersebut berisi. Jadi, pembelajaran yang lengkap akan terdiri dari tujuan, diikuti kombinasi dari peraturan-peraturan, contoh, ingatan, praktek, umpan balik, bantuan, dan mnemonik yang sesuai dengan materi ajar.



Teori Karir Pendekatan Psikologis
Desember 7, 2012, 1:14 pm
Filed under: Materi Ajar, Pendidikan, Pendidikan Kejuruan

Teori Karir

Pendekatan Psikologis

Oleh Wakhinuddin S

Prodi Magister PTK FT UNP

Berbeda dengan teori non psikologis yang bertolak dari anggapan bahwa pemilihan kerja ditentukan oleh faktor-faktor dari luar individu, teori psikologis bertolak dari bahasan tentang faktor-faktor dari dalam diri seseorang. Setiap orang diasumsikan mempunyai kebebasan yang sama dalam memilih pekerjaan, bila memiliki kemampuan untuk mengendalikan masa depan. Hal ini mengandung makna bahwa pemilihan kerja merupakan persaingan terbuka dan fair sehingga dapat direncanakan sebelumnya. Keberhasilan pemilihan kerja ditentukan oleh usaha memfungsikan potensi individu, sedangkan lingkungan hanya mempengaruhi secara tidak langsung. Ada beberapa teori pemilihan kerja yang termasuk ke dalam kelompok teori psikologis, seperti teori sifat dan faktor, dan teori psiko dinamis.

  1. a.      Teori Sifat dan Faktor

Teori sifat dan faktor mendasarkan analisisnya pada hubungan antara karakteristik seseorang dengan pilihan yang  diambil. Setiap individu memiliki perbedaan-perbedaan baik berupa perbedaan bakat, minat, atau kepribadian. Sedangkan di sisi lain, setiap pekerjaan juga memiliki perbedaan karakteristik dan tuntutannya. Dengan demikian, individu yang berbeda akan memilih pekerjaan yang berbeda pula. Dalam kaitannya dengan perbedaan-perbedaan ini sekurang-kurangnya terdapat 3 langkah yang harus ­dilalui seseorang dalam memilih pekerjaan.

Pertama, memahami bakat, kemampuan, minat, ambisi, modal dan keterbatasan-keterbatasan yang ada pada dirinya.

Kedua, menguasai pengetahuan tentang tuntutan dan kondisi yang menentukan kesuksesan, keuntungan/kerugian, kompensasi, kesempatan, dan masa depan pekerjaan.

Ketiga, menilai kesesuaian antara kemampuan dan disposisi yang dimiliki seseorang terhadap tuntutan pekerjaan. Seseorang harus yakin benar bahwa pekerjaan yang akan dipilih memang sesuai dengan kemampuan dan keinginannya. Bila terdapat kesesuaian antara kedua hal ini, maka pekerjaan itulah yang harus dipilih.

  1. b.      Teori Psikodinamis

Teori psikodinamis berusaha untuk menjelaskan dan membahas keadaan kejiwaan manusia yang menyebabkan perubahan tingkah laku sesuai dengan motif dan dorongan yang ada pada diri seseorang. Di samping itu juga menjelaskan sebab-sebab terjadinya perubahan tersebut.

Teori pemilihan kerja yang termasuk ke dalam kelompok teori psikodinamis adalah teori psikoanalitis, teori kebutuhan dan teori diri. Ketiga teori ini bertolak dari anggapan dasar bahwa faktor yang paling menentukan dalam pemilihan kerja adalah faktor motivasidan proses yang ditempuh seseorang. Dengan demikian sangat kontras dengan teori sifat dan faktor yang lebih bertumpu pada tingkah laku yang dapat diamati, bukan pada kondisi yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.

1)      Teori Psikoanalitis

Proporsisi utama dari teori ini adalah bahwa setiap individu akan berusaha untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan atau kebiasaan yang berlaku dengan menyelaraskan antara keinginan (desire) dengan dorongan (impuls) yang dimiliki. Setiap orang selaluakan mengekspresikan dorongan-dorongan sesuai dengan keadaan biologisnya, kemudian menyublimasikannya ke dalam proses sosialisasi. Melalui proses sosialisasi individu belajar memuaskan agresivitas dan kebutuhannya dengan cara yang sesuai dengan keinginan orangtua, teman, guru, dan masyarakat luas. Setiap individu selalu berusaha mengadopsi mekanisme tingkah laku guna mengatasi/menanggulangi karakter atau kepribadiannya sebagai dasar dalam memilih sesuatu.

Dengan menggunakan teori Psikoanalitis sebagai kerangka konsepsional, ada beberapa hipotesis yang dapat diajukan:

Pertama, individu yang independen cenderung memilih pekerjaan yang bersifat mandiri pula, baik di bidang perdagangan, profesi, atau lapangan kejuruan yang memberinya kesempatan untuk memimpin dan berinisiatif.

Kedua, individu reaktif akan lebih senang memilih pekerjaan yang memiliki banyak tantangan.

Ketiga, individu agresif akan memilih pekerjaan yang bersifat kompetitif seperti bagian penjualan, sehingga dapat memuaskan sifat kompetitif/persaingan yang dimiliki.

Keempat, seseorang yang tinggi rasa egonya akan lebih besar kemungkinan mengalami ketidakpuasan, dibanding dengan individu dengan struktur ego normal.

Kelima, seorang pekerja yang pasif akan selalu mengalah dan kurang berhasil dibandingkan dengan pekerja yang agresif.

Dari hipotesis-hipotesis ini tergambar bahwa pandangan yang mendasarinya adalah interpretasi psikoanalitis. Artinya, pekerjaan yang dilakukan seseorang dapat merefleksikan kepribadiannya, walaupun kadang-kadang dipengaruhi juga oleh beberapa faktor lain, seperti cara pengambilan keputusan.

Konsepsi psikoanalitis lain berasal dari Psikologi Ego yang beranggapan bahwa setiap orang dewasa memiliki penilaian yang tepat tentang kemampuan, kekuatan, maupun kelemahan sendiri, sehingga dapat menentukan apa yang ingin dicapai. Setiap orang harus menyesuaikan rencana-rencananya dengan kenyataan atau hambatan-hambatan yang ditemui. Karena rencana pekerjaan pada dasarnya berlangsung dalam waktu yang relatif panjang, setiap orang harus dapat menentukan apa yang terbaik untuk mengerahkan semua daya dan usaha untuk meraih tujuan tersebut. Ringkasnya, agar dapat memilih pekerjaan secara realistis, maka individu yang bersangkutan harus dapat menyesuaikan apa yang dilakukan sekarang dengan tuntutan masa depan, mempertimbangkan keuntungan dan kerugian,memutuskan satu yang paling sesuai bagi dirinya, kemudian berusaha sebaik mungkin mencapai tujuan.



DAFTAR RIWAYAT HIDUP
April 14, 2012, 8:00 am
Filed under: Materi Ajar

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
(Curriculum Vitae/CV)

Membuat daftar riwayat hidup harus berdasarkan susunannya. Jika dibuat sembarangan saja maka hal itu dapat menjadi alasan ditolaknya surat lamaran. Daftar riwayat hidup harus dibuat pada kertas yang sama ukurannya dengan fotocopy ijazah serta surat keterangan lainnya.
Daftar riwayat hidup ini sebaiknya diketik dan ketikan asli tersebut yang dikirimkan, bukan fotocopynya. Berikut ini berikan contoh pembuatan Daftar riwayat hidup.

RIWAYAT HIDUP

Nama :
Jenis kelamin :
Tempat/tgl. Lahir :
Kewarganegaraan :
Agama :
Status Nikah :
Alamat : Jl………..No………RT…………..RW……………(kalau perlu)
Jakarta Utara/Selatan/Barat/Timur
Kode Pos
Nama Propinsi ( untuk kota-kota lain)
Pendidikan : Lulusan SD (nama sekolah) tahun 19…
Lulusan SMP (nama sekolah) tahun 19…
Lulusan SMA (nama sekolah) tahun 19…
Lulusan Universitas/Akademi (nama sekolah) tahun 19…
Kursus tata buku lulusan tahun……..
Kursus B.Inggris lulusan tahun……..
Kursus komputer lulusan tahun…….
Tambahan : Dapat mengetik lancar 10 jari
Memiliki SIM A/B/C
Dapat berbahasa
Dsb.
Hobbi : Catur, tenis, bulu tangkis, nyanyi dsb.
Pengalaman : 1979 – 1981 bekerja sebagai sekretaris pada PT Indo Farma Jakarta
1982 – 1983 bekerja sebagai………….pada………….
Referensi : Bapak Prof. Suripto
Rektor Univ…………
Bapak Ir. Prakoso
Direktur PT Indo Farma

–GBU–