Wakhinuddin’s Weblog


PENGUKURAN KOMPETENSI MEKANIK OTOMOTIF
Juni 21, 2010, 7:09 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, PENGUKURAN (MEASUREMENT), TEKNIK OTOMOTIF

PENGUKURAN KOMPETENSI MEKANIK OTOMOTIF
Oleh: Wakhinuddin S

Pengukuran kompetensi mekanik otomotif dapat diungkapkan melalui kata kerja berikut: menyetel (adjust), meluruskan (align), menganalisa (analyze), merakit (assemble/reassemble), menyeimbang (balance), membuang udara (bleed), mengisi (charge), memeriksa (check), membersihkan (clean), memusatkan (concentricity), mengikis (deglaze), menetapkan (determine), mendiagnosa (diagnose), membongkar (disassemble), mengosongkan (discharge), mengevakuasi (evacuate), membersihkan (flush), menghoning (hone), menstar (jump start), melokalisir (locate), mengukur (measure), menampilkan (perform), membuang cairan (purge), melepas (remove), mereperasi (repair), mengganti (replace), memeriksa permukaan (resurface), menservis (service), memakai kunci momen (torque), membuktikan (verify), dan volt jatuh (voltage drop).

Kata-kata kerja ini dapat dipakai mengembangkan aktivitas-aktivitas seorang mekanik, dan digunakan mengukur kompetensi mekanik otomotif. Gunakan penilaian jens lembaran observasi dengan skala 1 – 5 atau lebih, asal ada kata bertingkat kualitas yang terukur, karena setiap angka mempunyai kualitas.



Tipe Hubungan Antar Variabel Penelitian
Juni 18, 2010, 2:42 am
Filed under: PENELITIAN

Tipe Hubungan Antar Variabel Penelitian

Wakhinuddin S

Hubungan Simetris

1. Kedua variabel merupakan indikator untuk konsep yang sama.
2.Kedua variabel merupakan akibat dari faktor yang sama.
3.Kedua variabel berkaitan secara fungsional. 4. Hubungan yang kebetulan semata-mata.

Hubungan Timbal Balik
Hubungan Asimetris
1. Hubungan antara stimulus dan respons.
2. Hubungan antara disposisi dan respons.
3. Hubungan antara ciri individu dan disposisi atau tingkah laku.
4. Hubungan antara prekondisi dan akibat tertentu.
5. Hubungan yang imanen.
6. Hubungan antara tujuan dan cara.



PENGUJIAN VALIDITAS BUTIR
Juni 15, 2010, 8:36 am
Filed under: PENELITIAN, PENGUKURAN (MEASUREMENT)

PENGUJIAN VALIDITAS BUTIR

Wakhinuddin S

Untuk menguji validitas butir instrumen (X1) menggunakan korelasi Product Moment dari Pearson yang rumusnya adalah sebagai berikut:
N sigma XY – (signaX) (sigmaY)
rxy = ———————————————-
VsigmaN sigmaX2-(sigmaX)2) (NsigmaY2- (sigmaY)2)

Keterangan:
rxy = Koefisien korelasi skor butir (X) dengan skor total (Y)
N = Jumlah sampel (responden)

Untuk pengujian validitas butir tes hasil belajar (Y) digunakan rumus Biserial Point, yaitu:

Xi – Xt pi
rpb(i) = ———– V ———-
st qi

Keterangan:
rpb(i) = koefisien korelasi biserial point antara skor butir dengan skor total
Xi = rata-rata skor total responden yang menjawab benar butir ke-i
Xt = rata-rata skor total semua responden
St = standar deviasi skor total
pI = proporsi jawaban yang benar butir i
qI = proporsi jawaban salah butir i



ANALISIS OKUPASI MEKANIK OTOMOTIF
Juni 15, 2010, 3:35 am
Filed under: Pendidikan Kejuruan, TEKNIK OTOMOTIF

ANALISIS OKUPASI MEKANIK OTOMOTIF
(Untuk Lulusan SMK Keahlian Mekanik)
Wakhinuddin S

JOB TITLE : SERVICE MAN III
Persyaratan-persyaratan Ketrampilan pekerjaan

PENDIDIKAN :

S.M K atau S.M.A (Sekolah menengah 4 tahun)

PERSYARATAN KETRAMPILAN PEKERJAAN :
Mampu membantu para pedagang atau bengkel mobl di dalam beraktivitas kerja sehari-hari. Kebanyakan terampilan diperlukan tenaga fisik dan technical skill, pengetahuan tentang motor Diesel dan Bensin, dan pemakaian perkakas tangan.

NOTES :

(a) Ada “Test materi mekanik otomotif dan Penalaran Mekanika”.
(b) Dengan proses penyesuaian/pemadanan pada tahun pertama, pelatihan,.
(c) Penggunaan dasar-dasar alat-alat ukur dan perkakas lainnya.
(d) Penggunaan perkakas tangan dasar secara benar.
(e) Pembelajaran membaca dan panduan layanan.
(f) Membiasakan diri dengan prosedur keamanan tempat kerja, sesuai dengan peraturan-peraturan keselamatan dan kesehatan kerja.



PERBEDAAN MONITORING DAN EVALUASI
Juni 11, 2010, 4:32 am
Filed under: EVALUASI PROGRAM DAN LEMBAGA, MONEV

PERBEDAAN MONITORING DAN EVALUASI
Wakhinuddin S

MONITORING
1. Sifatnya hanya memotret saja, mencatat apa adanya tentang apa yang dilihat, apa yang dide-ngar, apa yang dia-mati/saksikan, dan apa yang dilakukan
2. Waktunya bisa kapan saja sejak awal sampai akhir
3. Kriteria tenaga tidak memerlukan syarat khusus, namun tetap harus mengikuti coaching pemahaman
4. Petugas tidak perlu memberi komentar yang sifatnya membenarkan atau menyalahkan
5. Fungsinya untuk menjamin bahwa kegiatan akan sesuai ketentuan (preventif) atau untuk masukan guna pembinaan oleh yang berwenang

EVALUASI
1. Sifatnya menilai dengan membandingkan antara apa yang mestinya dilakukan dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi
2. Waktunya ditentukan sete-lah kegiatan diperkirakan telah menghasilkan sesuai target yang telah ditentukan
3. Perlu syarat tertentu, yaitu menguasai kompetensi sesuai dengan apa yang akan di supervisi
4. Petugas bisa memberi komentar sepanjang dia yakin bahwa apa yang disampaikan sesuai ketentuan ( UNTUK MONEV INDEPENDEN DILARANG)
5. Fungsinya untuk menilai keberhasilan kegiatan dengan membandingkan antara tujuan dengan hasil yang dicapai atau antara program dengan pelaksanaannya.



PEMILIHAN KERJA
Juni 10, 2010, 3:23 am
Filed under: Pendidikan, Pendidikan Kejuruan

PEMILIHAN KERJA

Wakhinuddin S

Memilih pekerjaan merupakan sejumlah tingkah laku berkesinambungan yang terjadi selama beberapa periode. Tingkah laku ini dimulai sejak masa kanak-kanak, masa dewasa muda, dan berakhir dengan masuknya seseorang ke dalam suatu bidang kerja tertentu.
Sebagai suatu proses, pemilihan kerja sebenarnya lebih dari hanya sekedar suatu perubahan, walaupun perubahan itu memang merupakan gejala utama selama perkembangan dan pematangan tingkah laku seseorang. Perubahan yang berlangsung selama proses pemilihan kerja dapat dipolakan karena perubahan tersebut terjadi secara sistematis dan berkesinambungan.
Karakteristik pola tingkah laku pemilihan kerja dapat dilihat dari beberapa sifatnya yaitu bersifat berkesinambungan (continuity), tak dapat dirubah semaunya (irreversible), dan makin lama makin menjurus (exclusive nature).
Di samping itu tingkah laku pemilihan kerja bisa juga diamati dari dimensi-dimensi, serta variasi dan deviasinya.



KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL)
Juni 5, 2010, 6:39 am
Filed under: Pendidikan, Pendidikan Kejuruan

KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL)

Wakhinuddin S

Kecakapan hidup pada pendidikan nonformal menurut Undang-undang No. 20 Sisdiknas fasal 26 ayat 3 merupakan salah satu bagian dari pendidikan Nonformal. Berbagai kecakapan/ keterampilan akan diperoleh melalui berbagai macam pelatihan yang diadakan oleh berbagai macam Lembaga Negara seperti: Pendidikan Luar Sekolah melalui lembaganya yaitu SKB, BPKB, BPNFI, PKBM, Lembaga Kursus, Depnaker, Depsos, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan, dan sebagainya. Pelatihan kecakapan tersebut dinamakan dengan pelatihan Kecakapan Hidup.

Pendidikan kecakapan hidup merupakan suatu upaya pendidikan untuk meningkatkan kecakapan seseorang untuk melaksanakan hidup dan kehidupannya secara tepat guna dan berdaya guna. Menurut Broling (1989:213) Kecakapan hidup mempunyai cakupan yang luas, berintegrasi antara pengetahuan dan keterampilan yang diyakini sebagai unsur penting untuk hidup lebih mandiri. Dalam kehidupan sehari-hari setiap orang dituntut memiliki secara sekaligus 4 jenis Kecakapan Hidup yaitu: (1) Kecakapan Pribadi (Personal Skills), (2) Kecakapan Sosial (Sosial Skills), (3) Kecakapan Akademik (Akademik Skills). (4) Kecakapan Vokasional (Vocational Skills).
Kecakapan hidup merupakan kemampuan untuk dapat beradaptasi dan berperilaku positif, yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam hidupnya sehari-hari secara efektif. Salah satu komitmen Internatioanl tentang Life Skills dalam deklarasi Dakar tahun 2000 di Senegal mengungkapkan bahwa pendidikan itu untuk semua umat. Dengan tujuan untuk memperbaiki semua aspek kualitas pendidikan dan menjamin keunggulannya, sehingga hasil belajar yang di akui dan terukur dapat diraih oleh semua, terutama dalam keaksaran, angka dan kecakapan hidup (life skills).

Lingkup Life Skills menurut Broling, (1989:213) antara lain:
1. Daily Living Skills
• Pengelolaan kebutuhan pribadi
• Pengelolaan keuangan pribadi
• Pengelolaan rumah pribadi
• Kesadaran kesehatan
• Kesadaran keamanan
• Pengelolaan makanan/gizi
• Pengelolaan pakaian
• Tanggung jawab sebagai pribadi warga Negara
• Pengelolaan waktu luang
• Rekreasi
• Kesadaran lingkungan
2. Personal Skills
• Pemahaman potensi diri yang dimiliki
• Percaya diri
• Komunikasi dengan orang lain
• Kemandirian
• Kepemimpinan
3. Sosial Skills
• Tenggang rasa & kepedulian pada sesama (empati)
• Pemahaman masalah dan pemecahannya
• Kecakapan menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
4. Vocational Skills
• Memilih pekerjaan
• Perencanaan kerja
• Keadaan untuk menguasai berbagai keterampilan
• Persiapan keterampilan kerja
• Latihan keterampilan
• Penguasaan kompetensi
• Menjalankan suatu profesi
• Kemampuan menguasai menerapkan Teknologi
• Merancang dan melaksanakan proses pekerjaan
• Menghasilkan produk barang dan jasa.