Wakhinuddin’s Weblog


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) memperbaiki kopling
November 26, 2010, 2:07 pm
Filed under: Uncategorized

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMK …
Mata Pelajaran : Memperbaiki unit kopling dan komponen-
komponen sistem pengoperasian
Kelas/Semester : 11/1
Pertemuan : 1 – 4
Alokasi Waktu : 4 x Pertemuan (16 x 40 menit)
Standar Kompetensi :
1. Memperbaiki unit kopling dan komponen-komponen sistem pengoperasian
Kompetensi Dasar :
1. Memelihara/servis unit kopling dan komponen-komponen sistem pengoperasian
Pokok Bahasan :
1. Prinsip kerja kopling
2. Unit kopling dan komponen-komponen system pengoperasian.
3. Data spesifikasi pabrik langkah kerja pemeliharaan/servis unit kopling.

A. Indikator
1. Produk
a. Pemahaman prinsip, konstruksi dan cara kerja kopling digali dari buku manual
b. Pemahaman jenis-jenis kopling dan komponennya digali dari buku manual
c. Pemahaman komponen utama kopling gesek plat tunggal dan plat ganda digali dari buku manual
d. Pemeliharaan/servis unit kopling dan komponen-komponen sistem pengoperasian dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen/sistem lainnya.
2. Proses
a. Semua prosedur pemeliharaan/servis dilaksanakan berdasarkan spesifikasi dan toleransi terhadap pabrik.
b. Seluruh kegiatan pemeliharaan/servis unit kopling dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures), undang-undang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan perundang-undangan dan prosedur/kebijakan perusahaan.
B. Tujuan Pembelajaran
1. Produk:
a. Siswa diberi kopling gesek satu unit, siswa dapat memahami prinsip, konstruksi dan cara kerja kopling gesek plat tunggal dengan benar
b. Siswa diberi gambar berbagai jenis kopling, siswa dapat memahami jenis-jenis kopling dan komponennya dengan baik
c. Siswa diberi kopling gesek satu unit, memahami komponen utama kopling gesek plat tunggal dan plat ganda dengan baik
2. Proses:
a. Siswa diberi satu unit kopling gesek satu unit, siswa mampu membongkar dan memasang kembali kopling tersebut,
b. Siswa diberi satu set peralatan, siswa mampu menggunakan alat-alat tersebut sesuai dengan fungsi dan kegunaannya.
c. Siswa bekerja dengan orang lain dan di dalam kelompok
d. Siswa dberi jobsheet (SOP) atau manual, siswa dapat menggunakan dan bekerja sesuai dengan jobsheet.
e. Siswa diberi kasus kerusakan kopling, siswa dapat menentukan komponen yang rusak dan memperbaiki kerusakan
3. Keterampilan Sosial:
a. Dalam praktek siswa bekerja dengan kerja sama dan sama-sama bekerja dengan baik
b. Siswa menggunakan peralatan sesuai dengan fungsinya
c. Siswa punya inisiatif meminjam peralatan
d. Siswa bertanggung jawab terhadap pemakaian peralatan, mesin dan teman kerja.
C. Materi Bahan Ajar
1. Konsep dasar fungsi kerja unit kopling
Kopling dan komponen pengoperasiannya yang akan dibahas adalah yang dipergunakan pada kendaraan bermotor khususnya yang berhubungan dengan kendaraan ringan. Seperti sepeda motor, sedan dan mobil penumpang. Kopling dan komponen pengoperasiannya merupakan bagian dari suatu sistem pemindah tenaga yang berfungsi memindahkan tenaga dari sumber tenaga (engine) ke roda kendaraan. Tentunya proses pemindahan tersebut harus diupayakan sehalus mungkin tanpa adanya kejutan. Materi lengkap ada pada modul OPKR-30-001B.
2. Menjelaskan jenis-jenis kopling dan komponennya.

3. Komponen utama kopling gesek plat tunggal dan plat ganda.

Gambar 1: Tutup kopling dan diafragma

Gambar 2: Kain kopling
D. Metode Pembelajaran
1. Metode pembelajaran untuk pemecahan masalah
2. metode pembejaran pengembangan keterampilan

E. Langkah Langkah Kegiatan
1. Kegiatan Awal
Kegiatan Guru Alokasi Waktu Keadaan
– Berdo’a
– Absensi sambil kenalan dengan siswa
– Motivasi siswa/apersepsi
– Menjelaskan pencapaian, standar kompetensi, kompetensi dasar serta sub kompetensi yang akan dibahas
– Menjelaskan tujuan pembelajaran, indikator yang akan dicapai setelah melaksanakan kegiatan belajar 15 menit Terlaksana/Tidak

2. Kegiatan Inti
Kegiatan Guru Alokasi Waktu Keadaan
Pertemuan 1 – 2
– Guru membuka materi tentang prinsip kerja dan cara kerja kopling
– Menjelaskan car akerja kopling dan komponen pengoperasiannya
– Menjelaskan konstruksi kopling dan komponen-komponennya
– Menjelaskan macam-macam kopling pada kendaraan
– Memberi tugas rumah tentang materi yang telah dibahas

Pertemuan 3 – 4
– Menjelaskan komponen-komponen utama kopling gesek plat tunggal dan plat ganda
– Praktikum komponen utama kopling gesek plat tunggal 12 x 40 menit
Terlaksana/Tidak

3. Penutup
Kegiatan Guru Alokasi Waktu Keadaan
– Merangkum materi-materi inti yang telah diajarkan
– Penguatan dengan bertanya secara lisan apa yang telah diajarkan
– Memberi tugas pada siswa sehubungan dengan materi yang telah diajarkan
– Melaksanakan ulangan harian 20 menit Terlaksana/Tidak

F. Sumber Belajar
• LCD, Infokus atau OHP
• White Board
• Peralatan Praktikum di workshop
• Kopling
• Modul
• Referensi yang menunjang

G. Penilaian
No Kegiatan Keterangan
1 Mengamati perseta didik dalam memahami fungsi, cara kerja dan konstruksi kopling
2 Mengamati peserta didik memahami macam-macam jenis kopling dan komponennya
3 Mengamati peserta didik dalam memahami komponen-komponen utama kopling gesek plat tunggal

DAFTAR PUSTAKA

Daryanto.1995.Teknik Service Mobil.Rineka Cipta.Jakarta
Toyota.1994.New Step 1 Training Manual.PT.toyota-Astra Motor Anonim.1994. Karim Nice 2000. How Clutches Work, www. howstuffworks.com.
Toyota. Materi Pelajaran Chasis Group Step 2.PT.Toyota-astra motor

Iklan


UTS METODE PENELITIAN
November 19, 2010, 12:19 pm
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, PASCASARJANA

UJIAN TENGAH SEMESTER 2010
MK: METODE PENELITIAN

UNP
PROGRAM PASCASARJANA
PEP DAN PK
Dosen Pengampuh: Wakhinuddin

———————————————————
Penjelasan:
1. Jawab soal berikut sesuai pertanyaan,
2. Take home, kumpul hari Senin 22 Nop. 2010, jam 12.00 sama sdr. Didik atau saya di PPs UNP
3. Maksimum 10 halaman folio.
4. Tulisan tangan
5. Tulis pernyataan ini diakhir jawaban: Dengan ini saya bersumpah bahwa soal ini saya kerjakan sendiri, tanpa meniru dan mencontek teman.

Soal:
A. URAIAN
1. Variabel utama dalam suatu penelitan survey adalah variabel terikat dan variabel bebas. Jika analisis lebh cermat kita akan menemukan beberapa variabel lain, seperti varabel control, variabel moderator, dan variable intervening.
a. Jelaskan perbedaan varabel intervening dengan variabel control
b. Jelaskan hubungan antara varabel intervening dengan variabel bebas dan varabel terkat.
c. Jelaskan dan beri contoh variabel moderator.
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan hipotesis dalam penelitan. Mengapa selain merumuskan hipotesis penelitian (alternatif), kita juga harus merumuskan hipotesis nol secara statistik.
3. Jelaskan perbedaan mendasar antara teknik sampling stratified dan cluster random sampling dalam pengambilan sampel penelitian. Hubungkan penjelasan saudara dengan karakterstk populasi, dan berikan contoh.
4. Kita mengenal dua jenis instrumen dalam penelitan, yaitu jens Performance maximum (tes) dan typical maximum (non tes). Jelaskan perbedaan kedua jenis instrumen tersebut disertai contoh dan penggunaannya.
5. Bantu ke dua peneliti ini:
Judul 1: Hubungan antara pengetahuan bidang studi dan Intensitas supervisi dari kepala sekolah dengan kinerja guru di sekolah.
Judul 2: Efektivitas supervisi dialogis dalam meningkatkan kinerja guru SMK, yang meliputi guru PNS dan Guru Honor.

a. Tuliskan rumusan masalah dar kedua judul tersebut.
b. Sebutkan varabel terikat dan variabel bebas dari kedua judul penelitan tersebut.
c. Sebutkan unit analisis dari ke dua penelitan tersebut.
d. Sebutkan instrumen dan jenisnya untuk mengukur masing-masing variabel dari kedua penelitan tersebut
e. Sebutkan sumber data masing-masing variabel dari ke dua judul penelitian tersebut.
f. Gambarkan kerangka berpikir dari ke dua jenis penelitan tersebut.

6. Bu Harni punya judul penelitan : “Peningkatan Keterampilan Seni Grafis dengan Menggunakan Pendekatan Kontekstual Bagi Mahasiswa PGSD FIP UNP”..
Menurut saudara 1. Jenis apa penelitan ini ?
2. Penelitan ini cocok menggunakan metode penelitian apa?
3. Beri alasan kenapa memilih metode tersebut?
4. Buat rancangan prosedur penelitian tersebut?
5. Lengkapi dengan gambar prosedur tersebut?
6. Jelaskan operasional setiap langkah diatas (no.5)!

B. ISIAN
1. Jika dalam suatu penelitan hipotesis yang dajukan ternyata tidak ddukung oleh data, hal-hal apakah yang harus dkoreksi?

a. ……………………………………………… dst ……………………………
b. ………………………………………………………………….dst…………
c. ……………………………………………………………………………….. dst

2. Bedakanlah pengertian dan beri contoh antara:
a. Purposive sampling: ……………………………………………………………. dst
b. Random sampling ——————————————————- dst
c. Snow ball sampling …………………………………………………………….. dst

Selamat bekerja
Good lucky U



UTS ASESMEN BERBASIS KELAS
November 19, 2010, 12:16 pm
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, PASCASARJANA

UJIAN TENGAH SEMESTER 2010
MK: ASESMEN BERBASIS KELAS

UNP
PROGRAM PASCASARJANA
PEP
Dosen Pengampu: Wakhinuddin
———————————————————
Penjelasan:
1. Jawab soal berikut sesuai pertanyaan,
2. Take home, kumpul hari Senin 22 Nop. 2010, jam 12.00 sama sdr. Didik atau saya di PPs UNP
3. Maksimum 10 halaman folio.
4. Tulisan tangan
5. Tulis pernyataan ini diakhir jawaban: Dengan ini saya bersumpah bahwa soal ini saya kerjakan sendiri, tanpa meniru dan mencontek teman.

Soal:
A. Pilihan Ganda
1. Ada soal untuk siswa: Buat peta Papua Barat dengan cara memperbesar dua kali ukuran peta aslinya. Soal ini berasal dari indikator
a. Siswa dapat memperbesar peta Papua Barat dua kali lebih besar dari peta aslinya.
b. Siswa dapat menjelaskan pembesaran peta Papua Barat dua kali lebih besar dari peta aslinya.
c. Siswa dapat menerapkan peta Papua Barat dua kali lebih besar dari peta aslinya
d. Siswa dapat mengukur peta Papua Barat sebesar dua kali ukuran aslinya

2. Suatu proses kegiatan yang dlakukan oleh Penilai untuk mendapatkan informasi data kuantitatf dari fenomena-fenomena yang damati. Pernyataan ini merupakan pemahaman tentang:
a. Penilaian
b. Pengukuran
c. Evaluasi
d. Pengujan

3. Pak Anas sewaktu mengajar ia akan mengganti metode mengajarnya, karena sebelumnya banyak siswa yang tidak tuntas belajar. Pernyataan in adalah salah satu tujuan dari :
a. Penilaian penempatan (placement test)
b. Penilaian diagnostik
c. Penilaian formatif
d. Penilaian sumatif

B. Uraian
1. Saudara jelaskan tentang Asesemen Berbasis Kelas:
a. Jelaskan minimal tiga tujuan asesmen berbasis kelas!
b. Apa dan Bagaimana asesmen berbasis kelas?
c. Sebutkan karakteristik asesmen berbasis kelas!
d. Sebutkan asumsi asesmen berbasis kelas!

2. Uraikan dalam bentuk matriks perbedaan PAK dan PAN!
4. Saudara jelaskan tentang Penilaian portofolio dalam :
a. Apa yang dmaksud dengan Penilaian portofolio?
b. Mengapa menggunakan Penilaian portofolio?
c. Siapa yang memiliki Penilaian portofolio?
d. Bagaimana bentuk agenda Penilaian portofolio?
e. Bagaimana melibatkan siswa dalam pembuatan portofolio?
f. Bagaimana mengorgansir portofolio siswa?
g. Bagamana menskor dan menilai portofolio?
h. Apaka perbedaan Penilaian portofolio dengan tes?

5. Uraikan minimal 5 ciri penilaian kelas!
6. Buatlah buatlah suatu rancangan penilaian produk sesuai dengan bidang studi S1 saudara.
a. Tetapkan salah satu KD atau indikator (sesuai silabus pada mata ajar) yang cocok dievaluasi dengan penlaian produk!
b. Uraikan penilaian pada ke dua tahap penilaian. Beri alasan kenapa itu penting dinilai!
c. Buat matriks kriteria dan penskoran penilaian dan beri alasan kenapa saudara menggunakan kriteria dan pensekoran tersebut!

Selamat bekerja
Good lucky U



UTS APLIKASI KOMPUTER
November 19, 2010, 11:57 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, PASCASARJANA

UJIAN TENGAH SEMESTER 2010
MK : APLIKASI KOMPUTER

UNP
PROGRAM PASCASARJANA
PENDIDIKAN KEJURUAN
Dosen Pengampu: Wakhinuddin

———————————————————
Penjelasan:
1. Jawab soal berikut sesuai pertanyaan,
2. Take home, kumpul hari Senin 22 Nop. 2010, jam 12.00 sama sdr. Didik atau saya di PPs UNP
3. Maksimum 7 halaman folio.
4. Tulis pernyataan ini diakhir jawaban: Dengan ini saya bersumpah bahwa soal ini saya kerjakan sendiri, tanpa mencontek dari teman.

Soal:
1. Buat sebuah tulisan (paper) pendek (4 halaman) yang menjelaskan perbedaan antara: Standard multiple regression, hierarchical multiple regression, fordward, backward multiple regression, dan stepwise multiple regression. Uraikan bagaimana cara melakukan analisisnya dengan menggunakan SPSS dan contoh situasi (variable dan keterkaitannya) untuk setiap jenis regresi tersebut. Pakai data dari table 1 berikut.
Note:
 Jawaban/uraian dengan tulisan tangan terbaca.
 Lampirkan print out-nya.
Tabel 1: Satu set data X1, X2, X3 dan Y dengan sampel 33 mahasiswa
No. Prestasi akademi
(Y) (X1) (X2) (X3)
1 32.0 625.0 540.0 65.0
2 41.0 575.0 680.0 75.0
3 30.0 520.0 480.0 65.0
4 26.0 545.0 520.0 55.0
5 37.0 520.0 490.0 75.0
6 40.0 655.0 535.0 65.0
7 43.0 630.0 720.0 75.0
8 27.0 500.0 500.0 75.0
9 36.0 605.0 575.0 65.0
10 41.0 555.0 690.0 75.0
11 27.0 505.0 545.0 55.0
12 29.0 540.0 515.0 55.0
13 25.0 520.0 520.0 55.0
14 30.0 585.0 710.0 65.0
15 33.0 600.0 610.0 85.0
16 32.0 625.0 540.0 65.0
17 41.0 575.0 680.0 75.0
18 30.0 520.0 480.0 65.0
19 26.0 545.0 520.0 55.0
20 37.0 520.0 490.0 75.0
21 40.0 655.0 535.0 65.0
22 43.0 630.0 720.0 75.0
23 27.0 500.0 500.0 75.0
24 40.0 605.0 575.0 65.0
25 43.0 555.0 690.0 75.0
26 27.0 505.0 545.0 55.0
27 29.0 540.0 515.0 55.0
28 25.0 520.0 520.0 55.0
29 30.0 585.0 710.0 65.0
30 33.0 600.0 610.0 65.0
31 32.0 625.0 540.0 65.0
32 41.0 575.0 680.0 75.0
33 30.0 520.0 480.0 65.0

Ket: Prestasi akademi (Y) Motivasi berprestasi (X1) Kemampuan Bindo (X2) Matematika (X3)

5. Ada data (tabel 2) pelatihan Mekanik otomotif, yang di lakukan pengujian Pretes dan postes pada peserta pelatihan, dengan uraian sbb.

Tabel 2: Satu set data Pre test dan post test dengan sampel 15 mahasiswa

Subyek Pretes
Pengetahuan
Peralatan Postes
Pengetahuan
Peralatan Pretes
Kompetensi
Mekanik Pretes
Kompetensi Mekanik
1 60.00 60.00 55.00 78.00
2 56.00 67.00 55.00 78.00
3 60.00 65.00 60.00 68.00
4 60.00 55.00 56.00 60.00
5 60.00 60.00 55.00 81.00
6 55.00 55.00 55.00 60.00
7 52.00 55.00 52.00 68.00
8 60.00 70.00 60.00 75.00
9 55.00 62.00 55.00 70.00
10 60.00 65.00 60.00 60.00
11 50.00 59.00 50.00 60.00
12 55.00 55.00 55.00 62.00
13 55.00 66.00 55.00 65.00
14 50.00 68.00 50.00 70.00
15 60.00 67.00 60.00 70.00

Lakukan:
a. Tentukan jenis design experiment yang mana saudara pakai, beri alasan kenapa pakai design tersebut!
b. Lakukan uji beda?
c. Pilih post hoc test, beri alasan kenapa memakai jenis pengujian tsb?
d. Gunakan program SPSS
e. Berapa H0 dan apakah diterima Ho-nya untuk setiap pengujian tersebut? Jika ya ataupun tidak terima Ho, beri alasan statistik dan teoritis.

Note:
 Jawaban dalam tulisan tangan terbaca
 Lampirkan print outnya.

Good lucky U



UJIAN TENGAH SEMESTER 2010 STATISTIK
November 15, 2010, 9:34 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR

UJIAN TENGAH SEMESTER 2010
STATISTIK

UNP
PROGRAM PASCASARJANA
PRODI SENI BUDAYA
———————————————————

Dosen : 1. Dr. Wakhinuddin S. M.Pd
2. Dr. Darmasyah, M.Pd

Penjelasan :
1. Jawab soal berikut sesuai pertanyaan,
2. Take home, kumpul paling lambat hari Senin, 22 Nop. 2010, jam 12.00 sama sdr. Didik atau saya di PPs UNP
3. Maksimum 15 halaman folio.
4. Tulis pernyataan ini diakhir jawaban: Dengan ini saya bersumpah bahwa soal ini saya kerjakan sendiri, tanpa mencontek dari teman.

Soal:
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Frekuensi, Rata-rata, Median, Modus, Varian dan SD, dan jelaskan penggunaannya?

2. Ada satu set data X dan Y:
Tabel 1: Data ubahan X dan Y
No. X Y
1 2 2
2 2 1
3 1 1
4 1 1
5 3 5
6 4 4
7 5 7
8 5 6
9 7 7
10 6 8
11 4 3
12 3 3
13 6 6
14 6 6
15 8 10
16 9 9
17 10 6
18 9 6
19 4 9
20 4 10

Cari:
a. Frekuensi,
b. Rata-rata,
c. Median,
d. Modus,
e. Varian dan SD dari setiap ubahan.
f. Buat kesimpulan dari masing-masng (a,b.c,d dan e)

3. Diketahui skor seorang mahasiswa bernama Bujang dalam tes psikologi adalah 72, sedang rata-rata sebaran itu adalah 78, dan simpangan bakunya sama dengan 12. misalkan juga bahwa mahasiswa tersebut memperoleh skor 48 dalam tes Statistika yang rata-ratanya 51 dan simpangan bakunya 6, kalau angka-angka ini kita masukkan ke dalam rumus skor Z, didapat skor Z-nya.
Seorang mahasiswa lain (Buyung) yang juga menempuh kedua tes itu memperoleh skor 81 dalam tes psikologi dan skor 53 dalam tes Statistika. Seperti sebelumnya, skor-skor mentah ini sukar dibandingkan agar dapat diketahui dalam tes mana mahasiswa tersebut lebih baik. Dengan mengubah skor tersebut menjadi skor-z, maka perbandingan itu menjadi mudah.
Cari:
a. Skor Z untuk ke-dua mahasiswa tersebut,
b. Tentukan posisi diantara kedua mahasiswa mana yang tebaik? Dan untuk tes apa terbaiknya?
c. Buat kesimpulan.

4. Dari data pada tabel 1 di atas cari:
Hitung:
a. Rerata, JK (SS), SD dan Korelasi antara X dan Y
b. Persamaan regresi Y pada X,
c. Tetapkan taraf Signifikasinya.
d. Beri kesimpulan.

5. Ada satu set data X1, X2 dan Y
Tabel 2: Data Tiga variabel
No. X1 X2 Y
1 70 41 10
2 71 43 11
3 72 46 12
4 73 47 15
5 74 45 11
6 75 48 12
7 78 49 13
8 79 48 14
9 78 49 15
10 79 52 18
11 76 42 15
12 80 40 14
13 82 39 13
14 81 46 15
15 83 49 18
16 84 43 17
17 84 42 16
18 83 48 19
19 80 46 16
20 85 48 16
21 88 50 18
22 89 51 17
23 86 53 20
24 85 52 19
25 88 53 22
26 90 48 20
27 94 47 19
28 93 54 22
29 95 54 22
30 98 60 25

Hitung:
d. Persamaan regresi X1 pada Y
e. Persamaan regresi X2 pada Y
f. Persamaan regresi X1 dan X2 pada Y.
g. Apakah signifikan, bila ditetapkan α = 0,05
h. Beri makna dari hasil butir a, b, c, dan di atas.

–Good lucky U–



METODE MENGAJAR DEMONSTRASI
November 4, 2010, 6:00 am
Filed under: Pendidikan Kejuruan

METODE MENGAJAR DEMONSTRASI
Wakhinuddin S

Satu metode yang menampilkan suatu aktifitas untuk menjelaskan prosedur, suatu peralatan, rangkaian atau suatu teknik baru yang dapat dilakukan oleh guru, narasumber atau salah seorang atau beberapa siswa yang sudah memiliki pengetahuan tentang prosedur, alat, rangkaian kegiatan atau teknik baru tersebut.
Kegunaan Metode Demonstrasi :
 Memperkenalkan suatu prosedur, peralatan, rangkaian kegiatan atau teknik baru.
 Memperkaya pengetahuan siswa tentang aktifitas tertentu.
 Memperkenalkan produk baru.
 Mengilustrasikan atau memperagakan tentang sesuatu atau perilaku dalam satu kegiatan.
Kelebihan Metode Demonstrasi :
 Sesuatu yang di demonstrasi, kemudian diamati oleh siswa, maka proses belajar yang terjadi adalah objek yang diamati akan lebih mudah melekat dan diingat.
 Percobaan yang dilakukan oleh guru dan diamati oleh siswa, kemudian siswa diberi kesempatan untuk melakukannya merupakan salah satu kegiatan yang baik.
 Langkah pengerjaannya dapat dilakukan secara fleksibel dan diulang-ulang sesuai dengan keperluan.
 Dapat menggunakan alat, bahan, atau peristiwa yang sebenarnya atau dapat pula menggunakan model dari alat, bahan dan peristiwa tersebut.
Keterbatasan Metode Demonstrasi :
 Pada umumnya hanya cocok dengan kelompok kecil (bukan kelas besar)
 Memerlukan biaya yang relatif mahal dan memakan waktu.
 Memerlukan transportasi dan hal ini merupakan permasalahan tersendiri.