Wakhinuddin’s Weblog


MENGAPA SESEORANG BEKERJA ?
November 30, 2009, 2:53 am
Filed under: MANAJEMEN, Pendidikan Kejuruan

MENGAPA SESEORANG BEKERJA ?

Wakhinuddin S

Ada beberapa alasan yang menyebabkan seseorang perlu mempunyai pekerjaan. Alasan itu dapat diklasifikasikan atas alasan ekonomi, sosial, dan kepuasan pribadi. Untuk menjawab pertanyaan mengapa seseorang bekerja, dapat dikemukakan alasan-alasan berikut:

 Untuk kehidupan (livelihood)
Alasan utama bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar yang penting untuk kehidupannya berupa makanan, pakaian dan tempat berlindung.
 Hubungan kemanusiaan (Human Relationships)
Pada dasarnya seseorang menyenangi kebersamaan dan suka bergaul dengan orang lain. Seseorang akan mencari kebersamaan dengan orang lain yang berminat sama. Dengan bekerja berarti ia berhubungan dengan orang lain yang mempunyai minat sama.
 Perkembangan Pribadi
(personal development). Bekerja memungkinkan seseorang mengembangkan diri lebih lanjut. Mengembangkan keterampilan baru dalam kehidupan. Bekerja memungkinkan seseorang mencapai potensi penuh.
 Pelayanan (service)
Pelayanan dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan seseorang yang berarti atau berguna bagi orang lain. Seseorang senang menciptakan produk (benda) yang baru, membuat produk yang berkualitas, menyiapkan pelayanan yang berguna, dan secara umum menyumbang untuk masyarakat dan tanah airnya.
 Rasa aman (Security)
Pekerjaan yang mantap dengan penghasilan yang tetap akan membawa kepuasan dan kemantapan terhadap kehidupan seseorang, yang menghilangkan kekuartirannya terhadap masa depan yang tidak menentu. Tidak semua “aspek keamanan sesuatu karir” berbentuk utang atau imbalan. Jaminan lain seperti asuransi, program pensiun, dan cuti harus dipertimbangkan juga.
 Keberhasilan (success). Semua anak muda yang berambisi berminat mempertahankan kerja pertama yang diperolehnya yang memungkinkan ia bekerja terus. Para pemimpin perusahaan memilih mempekerjakan orang-orang yang menyenangi tantangan dan yang ingin berhasil dalam kehidupannya.

Paling tidak ada tiga hal di atas, yang harus saudara jadikan sebagai motif untuk bekerja. Ini dapat menjadi konsep diri saudara dalam menghadapi kehidupan ini.

Iklan


TEKNIK PENILAIAN HASIL BELAJAR
November 24, 2009, 6:34 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, Pendidikan

TEKNIK PENILAIAN HASIL BELAJAR

Wakhinuddin S

Hasil belajar dapat dinilai dari beberapa teknik penilaian, sebagai berikut:
 Penugasan (Proyek/Project)
 Unjuk Kerja (Performance)
 Tertulis (Paper & Pen)
 Hasil kerja (Produk/Product)
 Portofolio (Portfolio)
 Sikap/perilaku
 Evaluasi Diri (Self Assessment)

Kombinasi dari teknik penilaian di atas akan memberikan penilian lebih akurat terhadap hasil belajar siswa. Pemilihan teknik penilian yang cocok harus memperhatikan indicator atau kompetensi dasar dari materi ajar; tidak selalu semua cocok teknik penilian di atas dengan indicator.



ANALISIS GAP
November 24, 2009, 6:18 am
Filed under: Konsultan, PENGUKURAN (MEASUREMENT)

ANALISIS GAP

Wakhinuddin S

Analisis Gap (jarak) adalah suatu metode/alat membantu suatu lembaga membandingkan performansi actual dengan performansi potensi. Operasionalnya dapat diungkapkan dengan dua pertanyaan berikut: “Dimana kita sekarang?” dan “Dimana kita inginkan?”.
Tujuan analisis gap untuk mengidentifikasi gap antara alokasi optimis dan integrasi input, serta ketercapaian sekarang. Analisis gap membantu organisasi/lembaga dalam mengungkapkan yang mana harus diperbaiki. Proses analisis gap mencakup penetapan, dokumentasi, dan sisi positif keragaman keinginan dan kapabilitas (sekarang).
Analisis gap dapat ditinjau dari perbedaan perspektif tentang : lembaga/organisasi, arah organisasi, proses organisasi, teknologi informasi. Analisis gap dapat menjadi dasar untuk mengukur investasi waktu, uang, dan tenaga kerja yang dipakai, variabel ini dapat diukur melalui skala interval: ’baik, rata-rata, dan kurang’. Kebanyakan analisis gap ditinjau dari : gap produk dan gap kompetitif.



PENGEMBANGAN TUJUAN PEMBELAJARAN FORMAT GRONLUND
November 23, 2009, 2:31 am
Filed under: Uncategorized

PENGEMBANGAN TUJUAN PEMBELAJARAN FORMAT GRONLUND

Wakhinuddin S

Gronlund memakai ranah kognitif untuk mengembangkan tujuan kompetensi. Tujuan kognitif dibaginya atas dua bagian: Bagian pertama adalah suatu pernyataan hasil umum (general outcome). Misalnya, penerapan hukum Ohm dan hukum Kirchoff pada sirkuit kelistrikan, menganalisis sirkuit kelistrikan memakai prinsip Ohm dan Kirchoff, mengsintesis informasi kerumitan hukum Ohm dan Kirchoff, dan mengevaluasi kebenaran kemungkinan solusi masalah hukum Ohm dan Kirchoff.
Hasil umum mempunyai aktivitas tersembunyi seperti: mengetahui dan memahami, dan pada hasil umum tidak ada petunjuk bagaimana mengukur prestasi siswa, untuk itu, ditambahkan tujuan khusus yang terukur.

Tabel : Format Gronlund
————————————————————————————————-
Hasil pembelajaran (umum) : Tujuan pembelajaran (khusus)
————————————————————————————————-
Setiap siswa akan memahami hukum Kirchoff : a. Membuat sirkuit hubungan
sesuai hukum Kirchoff : b. Memecahkan masalah sirkuit hukum
: Kirchoff
—————————————————————————————————

Format Gronlund lebih cocok dipakai pada aktivitas teori pengantar praktek/ kerja, dikenal dengan sebutan teori kejuruan pada pendidikan. Pengembangan tujuan pembelajaran yang demikian dapat dipakai pada pendidikan teknik (FT, Politeknik, SMK), kedokteran, dan juga pada pendidikan kejuruan di Militer; seperti ahli tembak (sniper), demulsion, survival, dan lainnya. Dari aspek evaluasi, pengembangan tujuan pembelajaran demikian lebih mudah diukur dan dinilai hasil belajarnya.



TUJUAN EVALUASI

TUJUAN EVALUASI

Wakhinuddin

Tujuan dasar evaluasi adalah untuk lebih memahami suatu program. evaluasi program dilaksanakan untuk memperbaiki usaha-usaha yang telah dilakukan, pertanggungjawaban; meneruskan, memperbaiki atau memberhentikan suatu program. Lebih rinci, apa tujuan evaluasi program adalah :
 Memperbaiki program?
 Memberhentikan program?
 Memperbaiki pengajaran?
 Mengukur apakah program membuat kehidupan orang berbeda atau lebih baik?
 Menetapkan apakah program efektif/efisien?
 Jawaban pertanyaan disikapi oleh pendonor?
 Pengaruhnya terhadap anggota komunitas?
 Menentukan tingkat dan jabatan pekerjaan yang diharapkan?
 Menentukan apakah biaya program murah/mahal?
 Membantu : anggota komite; memahami suatu program atau hasilnya, pembayar pajak, administrator, partisipan, kolega?



KRITERIA PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI UNJUK KERJA
November 12, 2009, 3:44 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, PENGUKURAN (MEASUREMENT)

KRITERIA PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI UNJUK KERJA
Wakhinuddin S

a. Generability adalah tugas dapat digeneralisasikan dimana dan kapan saja.
b. Authenticity adalah tugas yang diberikan tersebut sudah serupa dengan kehidupan sehari-hari.
c. Multiple foci adalah tugas yang diberikan kepada peserta tes mengukur lebih dari satu kompetensi.
d. Teachability adalah tugas yang diberikan merupakan hasilnya pembelajaran yang semakin baik karena adanya latihan.
e. Fairness adalah tugas yang diberikan sudah adil (fair) untuk semua peserta tes.
f. Feasibility adalah tugas-tugas yang diberikan dalam penilaian unjuk kerja layak secara biaya, ruangan, waktu, dan peralatannya
g. Scorability adalah dapat diberi nilai (disekor).



KLASIFIKASI PENELITIAN
November 4, 2009, 1:09 am
Filed under: PENELITIAN

KLASIFIKASI PENELITIAN
Wakhinuddin S

Penelitian selalu berdasarkan ilmu pengetahan klasifikasinya:
 Penelitian berdasarkan tujuannya
 Penelitian berdasarkan metode yang digunakannya (research approach/ method/ procedures)
 Penelitian berdasarkan data yang ditelitinya
 Penelitian berdasarkan subjeknya yang diteliti

Secara umum setiap ilmu pengetahuan bertujuan mengembangkan ilmu baru, secara khusus ilmu pengetahuan bertujuan:
1) menggambarkan (to describe)
2) meramalkan (to predict)
3) mengendalikan (to control)
4) menerangkan (to explain)

1. Penelitian berdasarkan tujuannya

Penelitian dasar (basic research) adalah penelitian yang bertujuan membentuk suatu teori baru atau membina dan mengembangkan segi teoritis suatu disiplin atau cabang ilmu Tertentu, kegunaannya:
1) mengembangkan kerangka teoritik
2) menemukan dan memperluas pengertian baru tentang fenomena suatu disiplin ilmu.

2. Penelitian terapan (applied/action/ policy research)
Adalah penelitian yang bertujuan mengakumulasikan / mengumpulkan informasi untuk membantu
 Pemecahan suatu masalah yang dihadapi;
 penerapan hasilnya sebagai kebijakan;
 Menindak lanjutinya dalam bentuk aksi kegiatan jadi klasifikasi kegunaan penelitian dari segi penerapannya:
o Pemecahan masalah spesifik
o Membantu pengambilan keputusan-keputusan bagi aksi tindakan / kebijakan.
o Pemecahan masalah spesifik yang terbuka pada ruang, tempat dan waktu tapi bukan untuk sepanjang masa (“for over and ever”)

3. Next……. pada tulisan berikutnya