Wakhinuddin’s Weblog


KRITERIA PEMILIHAN DESA
Juli 31, 2010, 6:22 am
Filed under: PENELITIAN

KRITERIA PEMILIHAN DESA
Wakhinuddin

Proses pertama pemilihan desa adalah dengan mengumpulkan data-data desa seluruh kabupaten yang dilengkapi dengan indikator umum. Setelah melalui proses, desa-desa yang terpilih dilengkapi lagi dengan indikator khusus. Masing-masing penjelasan tentang indikator-indikator yang harus dilengkapi sebagai berikut:

a. Indikator umum
• Indeks kemiskinan, dengan menggunakan data dari BPS dan Podes
(melalui Rapat Koordinasi Kabupaten, dipimpin oleh Kepala Bappeda)
• Jumlah anak-anak usia 0 – 6 tahun di desa yang dimaksud
• Jumlah penduduk/populasi desa
Data-data di atas dapat diperoleh dari instansi-instansi/dinas yang bertanggung jawab pengumpulan data tersebut seperti Dinas Kependudukan atau Kantor Statistik tingkat kabupaten, Bappeda, bahkan dapat mengerahkan aparat tingkat kecamatan/Puskesmas jika data yang ada dianggap tidak akurat.

b. Indikator khusus
• Pernyataan minat mengikuti program PPAUD oleh masyarakat
• Kesanggupan menyediakan kontribusi masyarakat berupa uang tunai, bahan material dan tenaga
• Partisipasi masyarakat
• Pernah/sedang mengikuti program sejenis

Iklan


FUNGSI EVALUASI
Juli 30, 2010, 4:54 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR

FUNGSI EVALUASI
Wakhinuddin

Fungsi evaluasi untuk mengetahui keberhasilan suatu proses pembelajaran yang dikelompokkan ke dalam evaluasi hasil.
1. Fungsi Seleksi. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi, yaitu menyeleksi calon peserta suatu proses atau lembaga pendidikan tertentu berdasarkan kriteria.
2. Fungsi Penempatan. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuan-nya masing-masing.
3. Evaluasi Diagnostik. Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik, menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar, dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut.
4. Evaluasi hasil berfungsi untuk mengetahui seberapa jauh suatu proses pendidikan telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan.



TAKSONOMI HASIL BELAJAR
Juli 22, 2010, 6:40 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, Pembelajaran, Pendidikan

TAKSONOMI HASIL BELAJAR
Wakhinuddin S

Taksonomi Bloom sebagai wahana untuk memahami cara berpikir peserta didik telah dikenal dan digunakan sejak tahun 1950-an sampai sekarang. Taksonomi Bloom menggolongkan tiga kategori perilaku belajar yang berkaitan dan saling melengkapi. Ketiga kategori ini disebut ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Ella (2004) menjelaskan bahwa Bloom menggolongkan enam tingkatan pada ranah kognitif dari pengetahuan sederhana atau penyadaran terhadap fakta-fakta sebagai tingkatan yang paling rendah ke penilaian (evaluasi) yang lebih kompleks dan abstrak sebagai tingkatan yang paling tinggi. Keenam tingkatan tersebut akan dijelaskan berikut ini.
1) Pengetahuan, didefenisikan sebagai ingatan terhadap hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya.
2) Pemahaman, didefenisikan sebagai kemampuan untuk memahami materi bahan.
3) Penerapan, didefenisikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari dan dipahami ke dalam situasi konkret, nyata atau baru.
4) Analisis, yaitu kemampuan untuk menguraikan materi ke dalam bagian-bagian atau komponen-komponen yang lebih terstruktur dan mudah dimengerti.
5) Sintesis, merupakan kemampuan untuk mengumpulkan bagian-bagian menjadi suatu bentuk yang utuh dan menyeluruh.

Pada tahun 1990-an, Krathwohl & Anderson dalam (Ella,2004) yang merupakan murid dari Benyamin Bloom memimpin suatu kelompok kerja untuk memperbaiki taksonomi Bloom. Hasil dari pekerjaan tim yang dipimpin oleh Anderson ini adalah perubahan signifikan pada perbaikan struktur ranah kognitif yang dapat dilihat pada Tabel.

Tabel : Perbaikan Taksonomi Bloom oleh Anderson
No. Taksonomi Bloom : Taksonomi Perbaikan Anderson
1. Pengetahuan Mengingat
2. Pemahaman Memahami
3. Penerapan Menerapkan
4. Analisis Menganalisis
5. Sintesis Menilai
6. Penilaian Menciptakan

Perbaikan penting yang dikemukakan Anderson adalah perubahan dari kata benda menjadi kata kerja. Perubahan ini disebabkan karena taksonomi perlu mencerminkan berbagai bentuk atau cara berpikir dalam suatu proses yang aktif. Dengan demikian penggunaan kata kerja lebih sesuai daripada akta benda
Pemahaman diperbaiki menjadi memahami, kemudian sintesis diubah menjadi menciptakan yang menunjukkan proses berpikir pada masing-masing kategori. Akibatnya urutan dari taksonomi juga berubah, seperti tampak pada Tabel 2. menilai ditempatkan setelah menganalisis kemudian ditempatkan menciptakan sebagai pengganti sintesis. Hal ini dilakukan untuk menempatkan hirarki dari proses berpikir yang paling mudah ke proses penciptaan yang lebih rumit dan sulit. Pendapat ini sangat masuk akal, karena seseorang akan sulit untuk menciptakan sesuatu sebelum mampu menilai sesuatu dari berbagai pertimbangan dan pemikiran kritis.
Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan suatu realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang yang dapat dilihat dari perilakunya. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Secara umum faktor tersebut digolongkan menjadi dua bagian, yaitu faktor yang berasal dari dalam dan luar diri siswa.



TUGAS PENILAIAN HASIL BELAJAR PADA SERTIFIKASI GURU (PLPG)
Juli 6, 2010, 6:20 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, Pendidikan

TUGAS PENILAIAN HASIL BELAJAR PADA SERTIFIKASI GURU (PLPG RAYON-PADANG)
Oleh Wakhinuddin S

A. Aktivitas Kelompok Diklat:

1. Pengembangan tes :
– Tetapkan Mata pelajaran,semstr, kelas berapa?
– Tetapkan KD dan Indikator, maks. 3 indikator.
– Buat kisi-kisi
– Buat 30 soal (PG 20, Isian 10)
– Kerjakan dari (pilih salah satu) cara penilaian lain, spt : Unjuk kerja, Penilaian produk,
Portofolio, Penilaian sikap/perilaku, self assessment.
– Diskusikan dengan teman sekelompok tentang materi tes yang dikembangkan


B. Disarankan untuk Penulisan Butir Tes:

1. Gunakan Tabel Spesifikasi dan kisi-kisi soal sebagai pengantar
2. Pertimbangkan distribusi Taxonomy Bloom (K,A,P)
3. Tulis butir tes lebih dari yang dibutuhkan
4. Tulis butir tes dengan bahasa yang efektif dan baik
5. Yakin bahwa tugas (indicator) terbatasi dengan jelas
6. Gunakan level bahasa yang relevan dan terukur (KKO)
7. Yakin butir tes tidak membantu respon untuk mengerjakan butir tes lainnya
8. Yakin ada jawaban benar dan konsultasi dengan teman sejawat
9. Bila direvisi, periksa ulang pertanyaan yang relevan.



PENELITIAN TINDAKAN KELAS MODEL SPIRAL KEMMIS-MC. TAGGART
Juli 1, 2010, 7:33 am
Filed under: PENELITIAN

PENELITIAN TINDAKAN KELAS MODEL SPIRAL KEMMIS-MC. TAGGART
Wakhinuddin S

Penelitian tindakan ini dilakukan berdasarkan model spiral Kemmis dan Mc. Taggart (1988:10) yang terdiri dari empat langkah sebagai berikut:
1. Mengembangkan rencana tindakan yang akan dilakukan untuk memperbaiki situasi yang terjadi.
2. Melakukan tindakan untuk menjelaskan rencana.
3. Mengamati dampak dari situasi yang disampaikan dalam konteks kejadian.
4. Merefleksikan dampak tersebut sebagai dasar perencanaan dan seterusnya hingga terbentuk sebuah siklus.
Berikut ini siklus yang terdapat pada strategi Kemmis dan Mc. Taggart (1988:11) yang digambarkan :

Berdasarkan model diatas, maka penelitian ini dilaksanakan yang diawali dengan orientasi, perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang disebut dengan siklus I, selanjutnya siklus II ditentukan oleh hasil refelksi siklus I dengan memperbaiki perencanaan awal dan pemecahan masalah berdasarkan masalah yang ada pada siklus I, demikian seterusnya sampai terjadimya peningkatan kemampuan belajar yang dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar yang tercermin pada penilaian hasil belajar mahasiswa.