Wakhinuddin’s Weblog


Fondasi Pengembangan Kurikulum Sekolah Kejuruan
Juli 20, 2014, 5:20 am
Filed under: PASCASARJANA, Pendidikan Kejuruan

Fondasi Pengembangan Kurikulum Sekolah Kejuruan

Faktor target dan tujuan sangat penting dalam program sekolah karena semua faKtor (perlengkapan, bahan, metode, dan lainnya) tergantung pada guru mempertimbangkannya yang apa dilaksanakan.
Ada beberapa kriteri menseleksi materi ajar, yaitu:
1. Materi ajar semestinya berkaitan dengan minat siswa
2. Mempunyai konstribusinya kepada siswa
3. Membantu dan mengembangkan siswa dalam kehidupannya
4. Berkaitan dengan kebutuhan utama siswa

Studi kurikulum melibatkan beberapa hal, yaitu:
1. Falsafah sekolah
2. Tujuan program
3. Kaitan kurikulum dengan komunitas masyarakat dan pekerjaan
4. Karakteristik, pertumbuhan, dan perkembangan populasi target
5. Teori belajar
6. Perencanaan guru – siswa
7. Hubungan guru – siswa
8. Artikulasi dari sejumlah bagian system sekolah, rumah, komunitas, indutri, profesi, dan pendidikan tinggi.
9. Organisasi, waktu, jadwal, dan level
10. Ruang lingkup umum dan urutan kurikulum
11. Isi, aktivitas, dan pengalaman
12. Unit sampel, modul, dan lembaran kerja
13. Metode, format, catatan, manajemen ruang kelas
14. Materi pembelajaran, perlengkapan, suplai, multimedia
15. Fasilitas menjalankan tujuan kurikulum
16. Perencanaan evaluasi dan pengujian
17. Bahan untuk guru dan siswa.

(Finch)

Iklan


Ijazah S3 Wakhinuddin S
Desember 23, 2013, 3:07 pm
Filed under: PASCASARJANA

 

 

Ijazah S3 Wakhinuddin S FT UNP Padang



Teori Pemilihan Kerja Davis
Desember 16, 2013, 3:27 pm
Filed under: PASCASARJANA, Pendidikan Kejuruan

Teori Pemilihan Kerja Davis

by Wakhinuddin

Prodi Magister FT UNP

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt;
mso-para-margin:0mm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Davis (1984) membagi gaya penyesuaian seorang pekerja atas gaya Fleksibel, gaya Reaktif dan gaya Aktif. Seorang pekerja fleksibel dapat bersifat toleran terhadap ketidaksesuaian antara individu dengan lingkungan kerja. Sebagai contoh, biasanya sekelompok pekerja bekerja pada ruangan yang sejuk dan nyaman. Karena sesuatu hal kondisi kerja berubah menjadi tidak nyaman. Pekerja yang fleksibel adalah pekerja yang masih bisa bekerja dengan baik karena bisa menyesuaikan diri, sedang pekerja yang tidak fleksibel segera akan terganggu hasil kerja mereka.

Dalam proses penyesuaian, seorang pekerja harus melakukan perubahan-perubahan, apakah dengan jalan merubah lingkungan kerja atau merubah dirinya sendiri. Seorang pekerja dikatakan bergaya aktif bila dia berusaha merubah lingkungan kerja, tetapi bila respon pekerja berupa merubah struktur kepribadiaannya, maka pekerja tersebut dikategorikan sebagai pekerja reaktif.



Plomp: Design research
Oktober 2, 2013, 3:39 pm
Filed under: PASCASARJANA, PENELITIAN
Foto me and Plomp

Foto me and Plomp



UTS EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN KEJURUAN
April 13, 2013, 2:34 am
Filed under: PASCASARJANA, TES

PROGRAM STUDI MAGISTER

FT UNP

KOSENTRASI: PTK

UJIAN TENGAH SEMESTER JAN-JUN 2013

MATA KULIAH : EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN KEJURUAN

 

 

A. Petunjuk:

  1. Baca soal dengan baik, yang tidak mengerti Tanya pengawas/dosen,
  2. Sifat : Waktu terbatas (JUMAT/19-04-2013) kumpul atau serahkan ke sekratariat Prodi S2 FT UNP; paling lambat jam 12.00 WIB, take home,
  3. Dilarang menyontek/plagiat.

B. Soal :

  1. Uraikan definisi Monitoring dan evaluasi!
  2. Uraikan pengertian program!
  3. Apa perbedaan Monitoring dengan evaluasi?
  4. Apa kriteria untuk pelaksanaan monitoring dan evaluasi pada suatu program?
  5. Kenapa monitoring dilakukan pada suatu program?
  6. Kenapa evaluasi dilakukan pada suatu program?
  7. Pilih salah  satu Program (atau MBS saja), kerjakan siklus berikut:
                          /<--- Monitoringß---\
                          |                   /|\
                         \|/                   |
                     Evaluasi           Tujuan (objektif) 
                          |                   /|\
                         \|/                   |
                          \-->Buat Kesimpulan->/

 

  1. Pilih salah satu dari tahap model evaluasi CIPP, dan buatlah kisi-Kisi instrument pada tahap tersebut dari suatu program (MBS)!

—Goodlucky you—



SOAL UAS STATISTIK : kelas reg. BIng, kelas dinas BIng, dan kelas Seni Budaya
Januari 1, 2013, 4:10 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, PASCASARJANA, TES

PROGRAM PASCASARJANA

UNP

UJIAN AKHIR SEMESTER JUL-DES. 2012

 

STATISTIK

 

Kelas Reguler B.Ing.

Kelas Dinas – B.Ing. dan

Kelas Dinas – Seni Budaya.

———————————————————

Dosen pengampuh : Dr. Wakhinuddin S. M.Pd

 

Penjelasan  :

  1. 1.     Jawab soal berikut sesuai pertanyaan,
  2. 2.     Take home,
  3. 3.     Kumpul hari Jum’at (04-01-2013), jam 10.00,
  4. 4.     Lembaran jawaban diserahkan kpd Sdr. Didik,
  5. 5.     Lembaran jawaban maks.12 halaman (3 lbr) kertas double folio,
  6. 6.   Tulis pernyataan ini diakhir jawaban: Maha besar Allah swt. Saya bersumpah bahwa  soal ini saya kerjakan sendiri, tanpa mencontoh teman.

 

Soal:

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Frekuensi, Rata-rata, Median, Modus, Varian dan SD, dan jelaskan penggunaannya?
  2. Ada satu set data X dan Y:
No. X Y
1 2 2
2 2 1
3 1 1
4 1 1
5 3 5
6 4 4
7 5 7
8 5 6
9 7 7
10 6 8
No. X Y
11 4 3
12 3 3
13 6 6
14 6 6
15 8 10
16 9 9
17 10 6
18 9 6
19 4 9
20 4 10

 

 

Hitung:

  1. Rerata, JK (SS), SD dan Korelasi antara X dan Y
  2. Persamaan regresi Y pada X,
  3. Tetapkan taraf Signifikasinya.
  4. Beri kesimpulan.

 

  1. Ada satu set data X1, X2 dan Y

No.

X1

X2

Y

1

70

41

10

2

71

43

11

3

72

46

12

4

73

47

15

5

74

45

11

6

75

48

12

7

78

49

13

8

79

48

14

9

78

49

15

10

79

52

18

11

76

42

15

12

80

40

14

13

82

39

13

14

81

46

15

15

83

49

18

16

84

43

17

17

84

42

16

18

83

48

19

19

80

46

16

20

85

48

16

21

88

50

18

22

89

51

17

23

86

53

20

24

85

52

19

25

88

53

22

26

90

48

20

27

94

47

19

28

93

54

22

29

95

54

22

30

98

60

25

Hitung:

  1. Persamaan regresi X1 pada Y
  2. Persamaan regresi X2 pada Y
  3. Persamaan regresi X1 dan X2 pada Y.
  4. Apakah signifikan, bila ditetapkan α = 0,05
  5. Beri makna dari hasil butir a, b, c, dan di atas.

 

  1. Terangkan perbedaan pokok antara rancangan pretes – postes satu kelompok (One-Group Pretest-Posttest Design) dan Rancangan pretes – postes dua kelompok (Static-Group Pretest-Posttest Design).

 

  1. Dalam rancangan faktorial, apa yang dimaksud dengan:
    1. Efek utama (Main effect)
    2. Simple effect
    3. Interaksi
    4. Gambarkan desain penelitan di atas dan beri tanda-tanda (panah) antar kelompok yang diuji.

 

  1. Ada data pelatihan Mekanik otomotif, yang di lakukan pengujian  Pretes dan postes pada peserta pelatihan, dengan uraian sbb.

 

Pretes

Pengetahuan

Peralatan

Postes

Pengetahuan

Peralatan

Pretes

Kompetensi Mekanik

Postes

Kompetensi Mekanik

60.00 60.00 55.00 78.00
56.00 67.00 55.00 78.00
60.00 65.00 60.00 68.00
60.00 55.00 56.00 60.00
60.00 60.00 55.00 81.00
55.00 55.00 55.00 60.00
52.00 55.00 52.00 68.00
60.00 70.00 60.00 75.00
55.00 62.00 55.00 70.00
60.00 65.00 60.00 60.00
50.00 59.00 50.00 60.00
55.00 55.00 55.00 62.00
55.00 66.00 55.00 65.00
50.00 68.00 50.00 70.00
60.00 67.00 60.00 70.00

 

 

Hitung:

    1. Gunakan program SPSS
    2. Pilih menu analisis, dan beri alasan kenapa saudara memakai rancangan (design) experimen tersebut!
    3. Hitung perbedaan kelompok!
    4. Bagaimana keberartiannya?
    5. Beri kesimpulan dan maknai hasil perhitungan tersebut.
    6. Lampirkan print out analisis.

 

 

–Good lucky U–



TEORI KARIR (Pendekatan Ekonomi)
Desember 1, 2012, 2:20 pm
Filed under: PASCASARJANA, Pendidikan Kejuruan

TEORI KARIR

(Pendekatan Ekonomi)

oleh

Wakhinuddin S

Prodi Magister PTK FT UNP – Padang

Bila pada teori kebetulan dan kemungkinan seseorang memilih pekerjaan bertolak dari kesempatan yang ada, pada teori ekonomi­ pemilihan dimulai dengan mempertimbangkan distribusi pekerja di lapangan kerja. Teori ekonomi klasik berusaha untuk menjelaskan mengapa suatu pekerjaan tidak sama peminatnya. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat seseorang memasuki suatu pekerjaan, sehingga distribusi pekerja juga berbeda?

Teori ekonomi bertolak dari anggapan dasar bahwa pada keadaan di mana setiap pekerja memiliki kebebasan sama untuk memilih pekerjaan, makaseseorang akan selalu memilih pekerjaan yang menurut pendapatnya akanmemberikan keuntungan terbesar. Seorang pekerja akan memperhitungkan keuntungan/kerugian yangakan didapat kemudian baru memilih pekerjaan yang paling menguntungkan.

Pada peringkat paling dasar, keuntungan hanya dilihat dari sudut penghasilan yang akan diperoleh. Dengandemikian calon pekerja akan berlomba-lomba mencari pekerjaan yang memberikan upah terbesar dan menolak pekerjaan yang hanya memberi imbalanrendah. Keadaan inilah yang memunculkan prinsip ekonomi bahwa distribusi pasar kerja merupakan fungsi dari hukum penawaran-permintaan, dan gejala ini direfleksikan oleh perbedaan upah pada setiap jenis pekerjaan.

Akan tetapi teori ekonomi klasik tidak sepenuhnya dapat menjelaskan fenomena pemilihan kerja. Teori ekonomi klasik lebih ditujukan pada kondisi pasar kerja ideal. Pada kondisi tertentu seseorang memilih pekerjaan bukan hanya berpedoman pada hukum penawaran-permintaan saja. tetapi ditentukan juga oleh pengetahuan tentang aspek pekerjaan. Hal lain yang membatasi kebebasan memilihpekerjaan adalah kesempatan pendidikan untuk mencapai keterampilan yang dituntut. Karena tidak semua orang mampu mencapai tingkat pendidikan yang tinggi, maka mereka hanya dapat memasuki pekerjaan yang menuntut syarat-syarat rendah saja. Penghasilan yang diperoleh tentu juga rendah. Demikianlah di samping hukum penawaran-permintaan dapat diidentifikasi dua hal lain yang turut mempengaruhi pilihan seseorang,yaitu informasi/pengetahuan-nya tentang aspek-aspek pekerjaan, dan  tingginya biaya pendidikan/latihan.