Wakhinuddin’s Weblog


PRINSIP-PRINSIP EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN
Januari 13, 2010, 9:14 am
Filed under: Pendidikan, EVALUASI HASIL BELAJAR, PENGUKURAN (MEASUREMENT), TES

PRINSIP-PRINSIP EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN

Wakhinuddin S

Evaluasi adalah suatu proses, yakni proses menentukan sampai berapa jauh kemampuan yang dapat dicapai oleh siswa dalam proses belajar mengajar. Kemampuan yang diharapkan tersebut sebelumnya sudah ditetapkan secara operational. Selanjutnya juga ditetapkan patokan pengukuran hingga dapat diperoleh penilaian (value judgement), Kare¬na itu dalam evaluasi diperlukan prinsip-prinsip sebagai petunjuk agar dalam pelaksanaan evaluasi dapat lebih efektif. Prinsip-prinsip itu antara lain:

a. Kepastian dan kejelasan.
Dalam proses evaluasi maka kepastian dan kejelasan yang akan dievaluasi menduduki urutan pertama. Evaluasi akan dapat dilaksanakan apabila tujuan evaluasi tidak dirumuskan dulu secara jelas da¬lam. definisi yang operational. Bila kita ingin mengevaaluasi kemajuan belajar siswa maka pertama-tama kita identifikasi dan kita definisikan tujuan-tujuan instruksional pengajaran dan barulah kita kembangkan alat evaluasinya. Dengan demikian efektifitas alat evaluasi tergantung pada deskripsi yang jelas apa yang akan kita evaluasi. Pada umumnya alat evaluasi dalam pendidikan terutama pengajaran berupa test. Test ini mencerminkan karakteristik aspek yang akan di¬ukur. Kalau kita akan mengevaluasi tingkat intelegensi siswa, maka komponen-komponen intelegensi itu harus dirumuskan dengan jelas dan kemampuan belajar yang dicapai dirumuskan dengan tepat selanjutnya dikembangkan test sebagai alat evaluasi. Dengan demikian keberhasilan evaluasi lebih banyak ditentukan kepada kemampuan guru (evaluator) dalam merumuskan/mendefinisikan dengan jelas aspek-aspek individual ke dalam proses pendidikan.

b. Teknik evaluasi
teknik evaluasi yang dipilih sesuai dengan tujuan evaluasi. Hendaklah diingat bahwa tidak ada teknik evaluasi yang cocok untuk semua ke¬perluan dalam pendidikanl Tiap-tiap tujuan (pendidikan) yang ingin di¬capai dikembangkan tekmk evaluasi tersendiri yang cocok dengan tuju¬an tersebut. Kecocokan antara tujuan evaluasi dan teknik yang diguna¬kan perlu dijadikan pertimbangan utama.

c. Komprehensif.
Evaluasi yang komprehensif memerlukan tehnik bervariasi. Tidak adalah teknik evaluasi tunggal yang mampu mengukur tingkat kemampuan siswa dalam belajar, meskipun hanya dalam satu pertemuan jam pelajar¬an. Sebab dalam kenyataannya tiap-tiap teknik evaluasi mempunyai ke¬terbatasan-keterbatasan tersendiri. Test obyektif misalnya akan mem¬berikan bukti obyektif tentang tingkat kemampuan siswa. Tetapi hanya memberikan informasi sedikit dari siswa tentang apakah ia benar-benar mengerti tentang materi tersee. but, apakah sudah dapat mengembangkan ketrampilan berfikirnya, apakah akan dapat mengubah / mengembang¬kan sikapnya apabila menghadapi situasi yang nyata dan sebagainya. Lebih-lebih pada test subyektif yang penilaiannya lebih banyak tergan¬tung pada subyektivitas evaluatornya.
Atas dasar prinsip inilah maka seyogyanya dalam proses belajar-me¬ngajar, untuk mengukur kemampuan belajar siswa digunakan teknik evaluasi yang bervariasi. Bob Houston seorang ahli evaluasi di Amerika Serikat (Texas) menyarankan untuk mendapatkan hasil yang lebih I obyektif dalam evaluasi, maka variasi teknik tidak hanya dikembangkan dalam bentuk pengukuran kuantitas saja. Evaluasi harus didasarkan pula data kualitatif siswa yang diperoleh dari observasi guru, Kepala Sekolah, catatan catatan harian dan sebagainya.

d. Kesadaran adanya kesalahan pengukuran.
Evaluator harus menyadari keterbatasan dan kelemahan dalam tek¬nik evaluasi yang digunakan. Atas dasar kesadaran ini, maka dituntut untuk lebih hati-hati dalam kebijakan-kebijakan yang diambil setelah melaksanakan evaluasi. Evaluator menyadari bahwa dalam pengukuran yang dilaksanakan, hanya mengukur sebaglan (sampel) saja dari suatu kompleksitas yang seharusnya diukur, lagi pula pengukuran dilakukan hanya pada saat tertentu saja. Maka dapat terjadi salah satu aspek yang sifatnya menonjol yang dimi liki siswa tidak termasuk dalam sampel pe¬ngukuran. Inilah yang disebut sampling error dalam evaluasi.
Sumber kesalahan (error) yang lain terletak pada alat/instrument yang diguriakan dalam proses evaluasi. Penyusunan alat evaluasi tidak mudah, lebih-Iebih bila aspek yang diukur sifatnya komplek. Dalam skoring sebagai data kuantitatif yang diharapkan dapat mencerminkan objektivitas, tidak luput dari “error of measurement”. Test obyektif tidak luput dari guessing, main terka, untung-untungan, sedangtest essai subyektivitas penilai masuk di dalamnya. Karena itu dalam laporan hasil evaluasi, evaluator perlu melaporkan adanya kesalahan pengukuran ini. Pengukuran dengan test, kesalahan pengukuran dapat ditunjukkan dengan koefisien kesalahan pengukuran.

e. Evaluasi adalah alat, bukan tujuan.
Evaluator menyadari sepenuhnya bahwa tiap-tiap teknik evaluasi digunakan sesuai dengan tujuan evaluasi. Hasil evaluasi yang diperoleh tanpa tujuan tertentu akan membuang waktu dan uang, bahkan merugi¬kan anak didik. Maka dari itu yang perlu dirumuskan lebih dahulu ialah tujuan evaluasi, baru dari tujuan ini dikembangkan teknik yang akan di¬gunakan dan selanjutnya disusun test sebagai alat evaluasi. Jangan sam¬pai terbalik, sebab tanpa diketahui tujuan evaluasi data-yang diperoleh akan sia-sia. Atas dasar pengertian tersebut di atas maka kebijakan-kebi¬jakan pendidikan yang akan diambil dirumuskan dulu dengan jelas sebelumnya dipilih prosedur evaluasi yang digunakan dengan demikian.

About these ads

19 Komentar so far
Tinggalkan komentar

suka m tulisannya, singkat tpi berisi.. thank’s,,

Komentar oleh Ferandy torres

Sama2 pak Torres

Komentar oleh wakhinuddin

Saya sangat merasa puas dengan pendapat anda,penjelasany sangat masuk akal dan membuat saya lbh paham.trima kash

Komentar oleh Edi setiyono js

Sama pak Edi

Komentar oleh wakhinuddin

Terima kasih arikelnya pak… postingan ini sy save untuk referensi

Komentar oleh dedekusn

ya…

Komentar oleh wakhinuddin

thanks atas web anda,tugas saya jadi beres

Komentar oleh arfan

Ya

Komentar oleh wakhinuddin

tank’s artikelnya. boleh sharing yaa kebetulan sy ada mata kuliah ini

Komentar oleh Rina Farida

KOPMENTAR YANG LOGIS & SIMPLE

Komentar oleh Atmojo

mantaap ulisannya… boleh sharing ya, kbetulan smtr ini ada mata kuliah ini,kalo bisa yan berkenaan dg evaluasievaluasi program ditambah lg bahanya yaa? krn sangat bermanfaat buat kita-kita. thank. you.

Komentar oleh marlina

Ini sumbernya bu:

Anderson, L W dan Krathwohl D R. (Ed.). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assesing. New York: Longman. 2001.

Aiken, L. R. Rating Scale and Checklist; Evaluation Behaviour, Personality, and Attitudes. New York: John Wiley & Sons, Inc. 1996.

Angoff, W.H. Scale, Norm, and Equivalent Score. Dalam Thorndike, R.L. Educational Mesurement. Washington: American Coucil On Education. 1971.

Ary, D; Jacobs, L.C; Razavieh. Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Terjemahan oleh Arief Furchan.. Surabaya: Usaha Nasional.1982.

Athanasou, J dan Iasonas Lamprianou. A Theacher’s Guide to Assessment. Sydney: Social Science Press, 2002.

Baldwin, Thomas. S. Evaluation of Learning in Industrial Education, dalam Bloom, B.S; Hastings, J.T; Madaus, G.F. Handbook on Formative And Sumative Evaluation Of Student Learning. New York: McGraw-Hill Book Company.1973.

Barrett, S. Hec Lotto: Does Marker Variability Make Examinations A Lottery? University of South Australia. http://www.aare.edu.au/99pap/bar99789.htm.

………., The Impact of training on Rater Variability? University of South Australia. Iej.cjb.net.

Berk, Ronald A. A Guide to Criterion-Referenced Test Construction. Baltimore: The Johns Hopkins University Press. 1984.

Blank, W.E. Handbook for Developing Competency-Based Training Programs. New Jersey: Prentice-Hall, Inc. 1982.

Bloom, B.S; Hastings, J.T; Madaus, G.F. Handbook on Formative And Sumative Evaluation Of Student Learning. New York: McGraw-Hill Book Company.1973

Burke, K. The Mindful School : How to Assess Authentic Learning. Skylight Training and Publishing dan Hawker Brownlow Education. Australia. 1999.

Chapra, S C. dan Canale, R P. Metode Numerik, Jilid 1; Edisi kedua. Jakarta: Erlangga. 1989.

Chan, Wai. Analyzing Ipsative Data in Psychological Research. Hong Kong: The Chinese University of Hong Kong. 2003.

Corsini, R.J., Auerbach, A.J. Concise Encyclopedia of Psychology. New york: John Wiley & Sons, Inc.

Crocker, L; Algina, J. Introduction to Classical and Modern Test Theory. Chicago: Holt, Rinehart and Winston, Inc. 1986.

Cochran, W G. dan Cox, G M. Experimental Designs. New York: John Wiley & Sons. 1957.

de Gruijter, Dato N.M. dan Van der Kamp, Leo J. Th. Advances in Psychological and Educational Measurement. London: John Wiley & Sons. 1976.

……………, Statistical Test Theory for Education and Psychology.. May 2002. http://www.unt.edu/rss/class/rich/5840/test_theory_text.pdf.

Djaali,. Muljono, P., Ramly. Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: PPs UNJ. 2000.

Depdikbud. Kurikulum SMK, Bidang keahlian Teknik Mesin Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif. Jakarta: Depdikbud. 1999.

Depdiknas. Panduan Ujian Nasional dan Uji Kompetensi SMK 2002/20003. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas, Dir Jen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Menengah Umum. Pengembangan Kurikulum & Sistem Penilaian Berbasis Kompetensi. Jakarta: Depdiknas. 2002.

Dietel, R J. Herman, J L. Knuth, R A. What Does Research Say About assessment?. North Central Regional Educational Laboratory (NCREL). Oak Brook. 1991. info@ncrel.org.

Fitzpatrick, R., Morrison E.J. Performance and Product Evaluation. Dalam Thorndike, R.L. Educational Mesurement. Washington: American Coucil On Education. 1971.

Gable, R.K. Instrument Development In The Affective Domain. Boston: Kluwer-Nijhoff Publishing. 1986.

Glass, G V. Standard and Criteria . Seri makalah. University of Colorado. http://www.wmich.edu/evalctr/pubs/ops/ops 10 htm.

Glass, G V, dan Hopkins K H. Statistical Methodes in Education And Psychology. New Jersey: Prentice-Hall, Inc. 1984.

Gronlund, N. E. How to Make achievement Test and Assessment. Boston: Ally and Bacon. 1993.

………………., Constructing Achievement Test. Englewood Cliffs: Prentice-Hall, Inc. 1982.

Guilford, J.P. Psychometric Methods. New York: McGraw-Hill Book Company, Inc. 1954.

Gustafsson, J. E., An Introduction to Rasch’s Measurement Model. New Jersey: ERIC. 1980.

Hambleton, R.K., Eignor, D.R. Competency Test Development, Validation, and Standard Setting, dalam Jaeger, R.M & Tittle, C.K. Minimum Competency Achievement Testing: Motives, Model, Measures, and Consequences. Berkeley: Mc Curtrhan Publishing Corporation.

Hambleton, R.K., Swaminathan, H., Rogers, H.J. Fundamentals of Item Response Theory. Newbury Park: SAGE Publications. 1991.

Hulin, C.L; Drasgow, P; Parsons, C.K. Item Response Theory; Aplication to Psychologycal Measurement. Illionois: Dow Jones-Irwin. 1983

Jaeger, R.M. Certication of Student Competency. Dalam Educational Measurement. Linn, R.L. Phonix: Oryx Press. 1993.

Landy, F. J., Trumbo, D. A. Psychology of Work Behavior. Illionis: The Dorsey Press. 1980.

Larson, M. E. Teaching Related Subjects in Trade and Industrial and Technical Education. Ohio: Charles E, Merrill Publishing Co.1972.

Linacre, John M. Facet: Minifac Rasch-Model Computer Programs. Chicago: Winsteps.com. 2004.

Livingston, S.A,. Zieky, M.J. Passing Score: A Manual setting Standards of Performance on Educational and Occupational Test. Princeton, N. J: Educational Testing Service, 1982.

Lord, F. M dan Norvick, M. R. Statistical Theories of Mental Test Score. Menlo Park, California: Addison-Weley Publishing Company, Inc. 1968.

Lunz, M.E., Wright, B.D., Linacre, J.M. Measuring The Impact of Judge Severity on Examination Scores. Pp. 1-2. http://www.rasch.org/memo47.htm.

Mardapi, D. Analisis Butir Dengan Teori Tes Klasik dan Teori Respons Butir. IKIP: Yogyakarta.

McGuigan, F.J,. Experimental Psychology Methodes of Research. New Jersey: Prentice Hall, Inc. 1983.

Mehren, W. A. dan Lehmann, I.J. Standardized Test in Educational. New York: Holt, Rinehart and Winston. 1980.

Mill, Craig N. A Comparison of Three Methods of Establishing Cut-Of Score On Criterion-Referenced Test, Journal of Educational Measurement, Vol.20, No. 3, Fall 1983.

Millman, J. Reliability and Validity of Criterion-Referenced Test Score. New Directions For Testing and Measurement, No. 4, 1979. San Francisco: Jossey_Bass Inc.

Naga, Dali S, Diktat perkuliahan ‘Psikometri’. Jakarta: Pascasarjana UNJ, 2001.

………………, Diktat perkuliahan ‘Teori Tes’. Jakarta: Pascasarjana, 2001.

………………, Pengantar Teori Sekor Pada Pengukuran Pendidikan. Jakarta: Gunadarma. 1992.

NATEF. ASE Program Certification Standards for Automobile General Service Technician Programs. 2003. Leesburg, VA. http://www.natef.orf.

Nitko, A.J. Educational Assessment of Student. Englewood Cliffs: Merrill, an imprint of Prentice Hall. 1996.

Owen, J.M., Program Evaluation : Form and Approaches. Sydney: Alen & Unwin. 1993.

Mislevy , R.J. et.al. Psychometric Principles in Student Assessment. Dordrecht, the Netherlands: Kluwer Acedemic Press. 2001.

Petersen, N. S., Kolen, M.J. dan Hoover, H.D. Scaling, Norming, and Equating. Dalam Educational Measurement. Linn, R.L. (Ed). Phonix: The Oryx Press. 1993.

Piper, D. Warren. Are Professors Professional? (Higher Education Policy Series; Vol.25). London: Jessica Kingsley Publishers.

Popham, W. James. Classroom assessment: What Teachers Need to Know. Los Angeles: Allyn and Bacon.

……………, (Editor). Evalution in Education; Current Application. Los Angeles: Mc Cutchan. 1974.

Puskur, Balitbang Dekdiknas. Ringkasan Penilaian Berbasis Kelas. Jakarta: Depdiknas. 2002.

Putrawan, Made, I. Pengujian Hipotesis; dalam Penelitian-Penelitian Sosial. Jakarta: Rineka Cipta, 1990.

Reeve, Bryce B. An Introduction to Modern Measurement Theory. (2004). Email: reeveb@mail.nih.gov.

Schumacker, Randal E. Reliability in Rasch Measurement: Avoiding The Rubber Ruller; makalah pada pertemuan tahunan American Educational Research Association. 25 April 2003. Chicago, Illinois. (http://www.coe.unt.edu/schumacker/Articles/Reliability%20in%20Rasch%20Measurement.pdf).

Shepard, L.S. Setting Performance Standars dalam Berk R.A. Ed, A Guide Criterion-Referenced Test Construction. Baltimore: The Johns Hopkins.1984.

Sherron, C T., Psychometric Development of the Adaptive Leadership Competency Profile. Disertasi pada University of North Texas. 2000. http://www.coe.unt.edu/allen/Dissertation-Exampler/ToddSherrondissertation.pdf.

Shrock, Sharaon A. dan Coscarelli, William C.C.. Criterion-Referenced Test Development: Technical and Legal Guidelines for Corporate Training. New York: Addison-Wesley Publishing Company Inc. 1989.

Sofyan, Herminarto. Pengaruh Strategi Pembelajaran Daya Gaya berfikir Siswa Terhadap hasil Belajar Motor otomotif. (Disertasi pada PPs UNJ). Jakarta. 2002.

Subkoviak, M. J. Reliability of Mastery-nonmastery Classifications; dalam Berk, R.A. Ed, A Guide to Criterion-Referenced Test Construction. Baltimore: The johns Hopkins university Press.

Sudjana. Disain dan Analisis Eksperimen. Bandung: Tarsito. 1988.

Sukamto. Perencanaan & Pengembangan Kurikulum Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Jakarta: Depdikbud. 1988.

Suparno, A. Suhaenah. Membangun Kompetensi Belajar. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas. 2000.

Tay-Lim, B. S-H. et al. The Impact Treatments on NAEP Reporting Scale Secore, makalah pada National Council on Measurement in Education, 22-24 April 2003. Chicago:Educational Testing Service. http://www.ets.org/legal/copyright.

Thorndike, R.L. Aplliied Psychometrics. Boston: Hougton Mifflin Company, 1982.

Timpe, A. Dale; Ed. Kinerja (Performance). Jakarta: PT. Gramedia. 1992.

Wiersma, W. Jurs, S G. Educational Measurement and Testing. Boston: Allyn and Bacon. 1990.

Wright, B.D, IRT in The 1990s: Which Model Work Best?, 1992; http://www.rasch.org/rmt/contents.htm.

Komentar oleh wakhinuddin

ijin copast boleh ya???? hehe bwt tgs kul. thanks

Komentar oleh Bintang Alna Mitha

Iye……… doaiiiinn Babe yee..

Komentar oleh wakhinuddin

Great work! That is the type of information that are supposed
to be shared around the internet. Shame on the search engines for not positioning
this put up higher! Come on over and seek advice from my site .
Thanks =)

Komentar oleh http://www.stromvergleich-anbieter.com

Mksi . . .

Komentar oleh Nenk ina

Ya

Komentar oleh wakhinuddin

Thank U…. Dee

Komentar oleh wakhinuddin

Ada….entaarrrr…. Ok

Komentar oleh wakhinuddin




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: