Wakhinuddin’s Weblog


Pembelajaran Aktif dan Penilaian Hasil Belajar Pada Pendidikan Kejuruan
Desember 26, 2013, 3:00 am
Filed under: Pendidikan, Pendidikan Kejuruan

Konsep Pembelajaran Aktif dan Penilaian Hasil Belajar Pada Pendidikan Kejuruan

oleh

Dr. Wakhinuddin S. MPd.

Prodi Magister FT UNP

Baru-baru ini, pergeseran paradigma penilaian pada pendidikan kejuruan telah terjadi. Pergeseran ini, terintegrasi dengan perubahan pembelajaran, sekarang kurikulum 2013 penekanan pada pembelajaran aktif, sehingga sangat berbeda dalam hal penilaian hasil belajar siswa, dari format penilaian tradisional ke format penilaian aktif dan tim.

Kemdikbud telah menyerukan perubahan kurikulum, dari kurikulum KTSP ke kurikulum 2013, sehingga metode pengajaran dan penilaian lebih kompleks. Pendekatan mengajar pada pendidikan kejuruan melalui penggunaan pembelajaran aktif dan proyek baru mulai, untuk itu harus ada antisipasi bagi guru.

Ada lima cara mendorong lebih banyak keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, yaitu:

1. Siswa harus menjadi peserta aktif dalam proses pembelajaran;

2. Siswa harus diajarkan mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang tidak terstruktur yang memerlukan dan menggunakan dari berbagai sumber informasi;

3. Learning by doing harus ditekankan;

4. Bekerja dalam kelompok harus didorong, dan

5. Penggunaan teknologi kreatif.

Belajar aktif adalah memungkinkan siswa untuk mencapai tingkat yang lebih dalam  pembelajaran. Kegiatan belajar aktif dikaitkan dengan pengembangan tingkat tinggi kemampuan berpikir kognitif (Bloom 1956; atau Anderson dan Krathwohl 2001). Pada pendidikan kejuruan, studi empiris menunjukkan bahwa pembelajaran aktif  teknik dapat menimbulkan kepercayaaan tinggi pada siswa dan menghilangkan ambiguitas siswa, dan meningkatkan kinerja. Ini semaking sesuai dengan kompleksitas materi ajar kejuruan. Dengan pembelajaran aktif, retensi berlangsung lebih lama pada materi ajar.

Di dalam kelas, teknik pembelajaran aktif dapat mencakup latihan pemecahan masalah, latihan yang bersifat informal kelompok kecil, studi kasus, bermain peran, simulasi; yang membuat siswa berpikir kritis, analitis, dan kemampuan memecahkan masalah.

 

 

 


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: