Wakhinuddin’s Weblog


Teori Karir Pendekatan Psikologis
Desember 7, 2012, 1:14 pm
Filed under: Materi Ajar, Pendidikan, Pendidikan Kejuruan

Teori Karir

Pendekatan Psikologis

Oleh Wakhinuddin S

Prodi Magister PTK FT UNP

Berbeda dengan teori non psikologis yang bertolak dari anggapan bahwa pemilihan kerja ditentukan oleh faktor-faktor dari luar individu, teori psikologis bertolak dari bahasan tentang faktor-faktor dari dalam diri seseorang. Setiap orang diasumsikan mempunyai kebebasan yang sama dalam memilih pekerjaan, bila memiliki kemampuan untuk mengendalikan masa depan. Hal ini mengandung makna bahwa pemilihan kerja merupakan persaingan terbuka dan fair sehingga dapat direncanakan sebelumnya. Keberhasilan pemilihan kerja ditentukan oleh usaha memfungsikan potensi individu, sedangkan lingkungan hanya mempengaruhi secara tidak langsung. Ada beberapa teori pemilihan kerja yang termasuk ke dalam kelompok teori psikologis, seperti teori sifat dan faktor, dan teori psiko dinamis.

  1. a.      Teori Sifat dan Faktor

Teori sifat dan faktor mendasarkan analisisnya pada hubungan antara karakteristik seseorang dengan pilihan yang  diambil. Setiap individu memiliki perbedaan-perbedaan baik berupa perbedaan bakat, minat, atau kepribadian. Sedangkan di sisi lain, setiap pekerjaan juga memiliki perbedaan karakteristik dan tuntutannya. Dengan demikian, individu yang berbeda akan memilih pekerjaan yang berbeda pula. Dalam kaitannya dengan perbedaan-perbedaan ini sekurang-kurangnya terdapat 3 langkah yang harus ­dilalui seseorang dalam memilih pekerjaan.

Pertama, memahami bakat, kemampuan, minat, ambisi, modal dan keterbatasan-keterbatasan yang ada pada dirinya.

Kedua, menguasai pengetahuan tentang tuntutan dan kondisi yang menentukan kesuksesan, keuntungan/kerugian, kompensasi, kesempatan, dan masa depan pekerjaan.

Ketiga, menilai kesesuaian antara kemampuan dan disposisi yang dimiliki seseorang terhadap tuntutan pekerjaan. Seseorang harus yakin benar bahwa pekerjaan yang akan dipilih memang sesuai dengan kemampuan dan keinginannya. Bila terdapat kesesuaian antara kedua hal ini, maka pekerjaan itulah yang harus dipilih.

  1. b.      Teori Psikodinamis

Teori psikodinamis berusaha untuk menjelaskan dan membahas keadaan kejiwaan manusia yang menyebabkan perubahan tingkah laku sesuai dengan motif dan dorongan yang ada pada diri seseorang. Di samping itu juga menjelaskan sebab-sebab terjadinya perubahan tersebut.

Teori pemilihan kerja yang termasuk ke dalam kelompok teori psikodinamis adalah teori psikoanalitis, teori kebutuhan dan teori diri. Ketiga teori ini bertolak dari anggapan dasar bahwa faktor yang paling menentukan dalam pemilihan kerja adalah faktor motivasidan proses yang ditempuh seseorang. Dengan demikian sangat kontras dengan teori sifat dan faktor yang lebih bertumpu pada tingkah laku yang dapat diamati, bukan pada kondisi yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.

1)      Teori Psikoanalitis

Proporsisi utama dari teori ini adalah bahwa setiap individu akan berusaha untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan atau kebiasaan yang berlaku dengan menyelaraskan antara keinginan (desire) dengan dorongan (impuls) yang dimiliki. Setiap orang selaluakan mengekspresikan dorongan-dorongan sesuai dengan keadaan biologisnya, kemudian menyublimasikannya ke dalam proses sosialisasi. Melalui proses sosialisasi individu belajar memuaskan agresivitas dan kebutuhannya dengan cara yang sesuai dengan keinginan orangtua, teman, guru, dan masyarakat luas. Setiap individu selalu berusaha mengadopsi mekanisme tingkah laku guna mengatasi/menanggulangi karakter atau kepribadiannya sebagai dasar dalam memilih sesuatu.

Dengan menggunakan teori Psikoanalitis sebagai kerangka konsepsional, ada beberapa hipotesis yang dapat diajukan:

Pertama, individu yang independen cenderung memilih pekerjaan yang bersifat mandiri pula, baik di bidang perdagangan, profesi, atau lapangan kejuruan yang memberinya kesempatan untuk memimpin dan berinisiatif.

Kedua, individu reaktif akan lebih senang memilih pekerjaan yang memiliki banyak tantangan.

Ketiga, individu agresif akan memilih pekerjaan yang bersifat kompetitif seperti bagian penjualan, sehingga dapat memuaskan sifat kompetitif/persaingan yang dimiliki.

Keempat, seseorang yang tinggi rasa egonya akan lebih besar kemungkinan mengalami ketidakpuasan, dibanding dengan individu dengan struktur ego normal.

Kelima, seorang pekerja yang pasif akan selalu mengalah dan kurang berhasil dibandingkan dengan pekerja yang agresif.

Dari hipotesis-hipotesis ini tergambar bahwa pandangan yang mendasarinya adalah interpretasi psikoanalitis. Artinya, pekerjaan yang dilakukan seseorang dapat merefleksikan kepribadiannya, walaupun kadang-kadang dipengaruhi juga oleh beberapa faktor lain, seperti cara pengambilan keputusan.

Konsepsi psikoanalitis lain berasal dari Psikologi Ego yang beranggapan bahwa setiap orang dewasa memiliki penilaian yang tepat tentang kemampuan, kekuatan, maupun kelemahan sendiri, sehingga dapat menentukan apa yang ingin dicapai. Setiap orang harus menyesuaikan rencana-rencananya dengan kenyataan atau hambatan-hambatan yang ditemui. Karena rencana pekerjaan pada dasarnya berlangsung dalam waktu yang relatif panjang, setiap orang harus dapat menentukan apa yang terbaik untuk mengerahkan semua daya dan usaha untuk meraih tujuan tersebut. Ringkasnya, agar dapat memilih pekerjaan secara realistis, maka individu yang bersangkutan harus dapat menyesuaikan apa yang dilakukan sekarang dengan tuntutan masa depan, mempertimbangkan keuntungan dan kerugian,memutuskan satu yang paling sesuai bagi dirinya, kemudian berusaha sebaik mungkin mencapai tujuan.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: