Wakhinuddin’s Weblog


KARAKTER DAN PEMBELAJARAN
Oktober 26, 2010, 4:49 am
Filed under: Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Kejuruan

KARAKTER DAN PEMBELAJARAN
Wakhinuddin S

Karakter adalah sifat pribadi yang relatif stabil pada diri individu yang menjadi landasan bagi penampilan perilaku dalam standar nilai dan norma yang tinggi. Karakter berbasis pada nilai dan norma (Prayitno dan Belferik Manullang, 2010). Ada tujuh nilai-nilai standard yang memandu perilaku seseorang, dalam hal : (1) isu sosial, (2) kecenderungan arah ideologi religius atau politis, (3) memandu diri sendiri, (4) sebagai standard untuk evaluasi diri dan orang lain, (5) sebagai dasar perbandingan kemampuan dan kesusilaan, (6) sebagai standar untuk membujuk dan mempengaruhi orang lain, dan (7) sebagai standar merasionalkan sesuatu hal (dapat diterima atau tak dapat diterima), sikap dan tindakan melindungi, memelihara, dan tentang mengagumi sesuatu/seseorang atau diri sendiri (Josephson Institute of Ethics, 2008).
Nilai-nilai adalah pemandu perilaku seseorang, seperti standard untuk menilai perilaku. Nilai-nilai etis dalam definisi ini setara dengan moral menilai. Nilai-nilai moral menunjuk jenis nilai-nilai hubungan antar pribadi, ketika dilanggar, menimbulkan kepedihan dalam hati atau merasa rasa bersalah. Nilai-Nilai etis kemudian berfungsi sebagai suatu pemandu tentang hak/kebenaran perilaku hubungan antar pribadi.
Karakter dapat digambarkan sebaga suatu struktur nilai yang memandu perilaku individu dalam suatu konteks (organisasi). Karakter mempunyai struktur terdiri dari nilai-nilai perilaku etis yang mengatur dua dimensi, dimensi karakter acuan nilai, dan dimensi jenis perilaku dan target perilaku.
Nilai-nilai (values) dapat didefinisikan sebagai ukuran dari perbuatan, keindahan atau harga yang dimiliki seseorang. Orang yang memiliki nilai-nilai tertentu akan berusaha untuk berbuat sesuai dengan ukuran (standar) tersebut atau berusaha untuk mempertahankannya. Dengan demikian nilai adalah pertmbangan internal dan eksternal, yang dimiliki seseorang tentang sesuatu barang atau perbuatan.
Berkaitan dengan proses pembelajaran, perubahan sikap siswa dapat dilalukan melalui: teori pembelajaran, teori fungsional, teori pertimbangan sosial, dan teori konsistensi. Kaitan sikap dengan nilai-nilai merupakan konstruk hipotetik, dan menjadi pendorong bagi seseorang untuk terwujudnya perilaku siswa. Nilai lebih berbentuk global dari pada sikap diri, tentunya lebih abstraktif.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: