Wakhinuddin’s Weblog


METODOLOGI FGD
Mei 18, 2010, 6:06 am
Filed under: PENELITIAN

METODOLOGI FGD
Wakhinuddin S

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, untuk mengungkapkan persepsi masyarakat tentang Pendidikan Dasar gratis. Untuk pengumpulan informasi digunakan metode Focus Group Discussion (FGD). Dengan teknik FGD dapat digali terutama data persepsi dan latar belakang mengenai sesuatu kondisi, dan juga menggali keinginan dari suatu kelompok. Pada diskusi ini merupakan wawancara kelompok. Dalam pelaksanaan FGD, pokok bahasan terlebih dulu ditentukan, dikembangkan dari teori dan hasil wawancara dengan para pakar.
Populasi adalah seluruh orangtua siswa SD dan SLTP kota Bukittinggi. Sampel penelitian adalah orangtua siswa SD dan SMP yang masih aktif belajar, sampel dipilih dengan metode cluster random sampling mewakili kecamatan. Data dianalisis secara kualitatif, sehingga didapat transkrip persepsi ke empat kelompok peserta FGD. Ada empat kelompok FGD dengan jumlah seluruh sampel peserta FGD kota Bukittinggi sebanyak 48. Usia peserta tertua 54 tahun dan usia termuda 27 tahun. FGD dilaksanakan pada tiga lokasi diskusi tempat ditentukan berdasarkan kedekatan. Untuk kelompok orangtua kaya dan guru SD dan SMP pada tempat yang sama gedung Bung Hatta, dengan hari dan waktu berbeda.
Garis besar prosedur: di awal studi dibuat dan dikembangkan Pedoman diskusi mengenai fokus permasalahan atau pokok-pokok pembahasan, jadwal, lama waktu diskusi. Personal utama FGD terdiri atas fasilitator dan notulis. Fasilitator berfungsi sebagai moderasi untuk mengarahkan dan mengendalikan diskusi, dan notulis berfungsi sebagai pencatat informasi hasil diskusi, baik tertulis maupun audio – visual. Dari hasil diskusi dibuat transkrip kegiatan.
Kecamatan Mandiangin Koto Slayan berpenduduknya (40.390 orang), terdiri dari 9 kelurahan, laju pertumbuhan penduduk 2,9. Kecamatan Mandiangin merupakan kecamatan terpadat penduduk, dan pekerjaan masyarakat umumnya sebagai tukang, kuli angkut, supir, dan jualan sayuran di Pasar Banto. Dalam klasifikasi BLT, kebanyakkan penduduk kecamatan Mandiangin termasuk miskin. Kebanyakkan penduduk kecamatan Guguk Panjang bekerja sebagai pedagang dan pegawai swasta atau pegawai negeri, dan umumnya mereka pedagang yang sukses. Kecamatan Aur Birugo berpenduduk 22.593 orang, kecamatan terkecil penduduknya dan terdiri dari 8 kelurahan, laju pertumbuhan penduduk 2,29. Dalam klasifikasi BLT, kecamatan Aur Birugo Tigo Bale, kebanyakan penduduknya termasuk ekonomi menengah. (BPS Propinsi Sumatera Barat, 2006). Informan dari kelompok pendidik adalah penyelenggara pendidikan yang terlibat langsung: guru, pimpinan sekolah dan tenaga kependidikan. Guru dan kepala sekolah berhadapan langsung dengan murid dan kebutuhan pembelajaran. Mereka banyak mengetahui tentang kekurangan atau kelemahan penyelenggaraan pendidikan, termasuk dalam hal pembiayaan pendidikan.
Tempat dan waktu Pelaksanaan: FGD di Kec. Aur Birugo pesertanya berjumlah 12 orang terdiri dari wanita, peserta kebanyakkan berpendidikan SMA, kemudian SMP. Waktu pelaksanaan pukul 9.00 – 12.00 WIB. Lokasi FGD : di Rumah Ibu Ermiwati, perumahan Primavera 2, Guguk Bulek, Bukitttinggi. Pelaksanaan FGD Guru dan Kepala sekolah di kecamatan Aur Birugo Tigo Bale di ruang pertemuan perpustakaan Bung Hatta, Bukittinggi. jumlah peserta sebanyak 12 orang terdiri dari 8 wanita dan 4 pria, peserta kebanyakkan berpendidikan Sarjana. Waktu pelaksanaan pukul 14.00 – 18.00 WIB. FGD kec. Mandiangin dilaksanakan di rumah Pak Mansur di Gulai Bancah Bukittinggi, berjumlah 12 orang, waktu pelaksanaan pukul 9.00 – 12.00 WIB. Usia peserta tertua 52 tahun dan usia termuda 27 tahun, rata-rata usia peserta 35 tahun. Orang tua murid umumnya dapat dikelompokkan sebagai buruh (tukang cuci, buruh tani, tukang beca/ojek).
Jumlah peserta FGD Kec. Guguk Panjang sebanyak 12 orang terdiri dari wanita, peserta kebanyakkan berpendidikan SMA dan Perguruan Tinggi. Waktu pelaksanaan pukul 9.00 – 12.00 WIB. FGD dilaksanakan di ruang pertemuan Perpustakaan Bung Hatta, Bukittingg. Usia peserta tertua 40 tahun dan termuda 28 tahun, rata-rata usia peserta 35 tahun, umumnya peserta bekerja sebagai pedagang dan PNS. Berikut ditampilan foto-foto ke empat kelompok peserta FGD, dilaksanakan tanggal 8 – 12 Januari 2007.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: