Wakhinuddin’s Weblog


MODEL PEMBELAJARAN KONTSRUKTIVISME
Mei 5, 2010, 5:05 am
Filed under: Pendidikan

MODEL PEMBELAJARAN KONTSRUKTIVISME
Wakhinuddin

Pada dasarnya hasil belajar yang baik akan terlihat jika peserta didik memiliki kemampuan dalam membangun konsep-konsep kunci keilmuan yang telah diterimanya. Oleh karena itu seorang pendidikan ataupun pelatih diharapkan mampu melakukan beberapa hal, antara lain :
 Menggunakan model pembelajaran yang membuat materi pembelajaran menjadi lebih bermakna, relevan dengan kebutuhan siswa, misalnya dengan model pembelajaran penemuan.
 Mendorong peserta didik untuk belajar dengan polanya sendiri
 Menyiapkan tahapan belajar yang dapat membantu peserta mencapai tingkat penguasaan oleh dirinya sendiri sebagai perolehan belajar.
Hal penting dari model pembelajaran konstruktif adalah bagaimana siswa harus secara individu menemukan konsep-konsep atau informasi yang komplek dan mengorganisasikannya dalam benaknya untuk menjadi miliknya sendiri.

Dasar pengembangan model pembelajaran konstruktif adalah dari gagasan Piaget dan Vigotsky, yang mengemukakan bahwa perubahan kognitif hanya terjadi bila konsep-konsep telah dipahami sebelumnya, diolah melalui proses ketidakseimbangan dalam upaya mencari ataupun menemukan informasi baru. (Teori Vigotsky).
Empat prinsip teori Vigotsky adalah :
 Penekanan pada hakikat sosial dan pembelajaran peserta , yaitu peserta belajar melalui interaksi dengan orang dewasa dan teman sebaya yang lebih mampu.
 Model pemilikan konsep akan lebih baik jika konsep yang akan diajarkan tersebut berada pada zona perkembangan yang terdekat dengan peserta didik.
 Pemagangan kognitif, dimana untuk meningkatkan hasil belajar, maka peserta yang belajar dalam suatu jenis pekerjaan tertentu dalam belajarnya didampingi oleh pekerja yang sudah berpengalaman, dengan tujuan menjadi model dan mampu memberikan umpan balik kepada peserta yang belajar.
 Pemberian tugas yang komplek, sulit realistik, dimana peserta diberi bantuan untuk menyelesaikannya.

Karakteristik model pembelajaran konstruktif, yaitu :
 Proses pembelajaran Top-Down, artinya peserta didik mulai belajar dari masalah-masalah yang komplek untuk dipecahkan atau dicari solusinya dengan bantuan guru untuk selanjutnya menjadi konsep yang tertanam dalam dirinya dan bermakna bagi diri dan kehidupannya.
 Pembelajaran kooferatif (Cooverative Learning), dimana peserta didik lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit jika mereka saling mendiskusikan dengan temannya.
 Pembelajaran generatif (Generatif Learning ), dimana peserta didik diajarkan bagaimana melakukan kerja mental, menangani informasi baru yang bersumber dari informasi yang sudah diterima sebelumnya.
 Pembelajaran dengan penemuan (Discovery Learning), dimana peserta didik didorong untuk belajar secara aktif, melakukan proses penggunaan konsep dan prinsip-prinsip. Dan pendidik mendorong peserta untuk memperoleh pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan konsep sendiri.
 Pembelajaran dengan pengaturan diri (Self Regulated Learning), adalah model pembelajaran yang mengkondisikan peserta didik untuk memiliki pengetahuan tentang strategi belajar efektif dan bagaimana serta kapan menggunakan pengetahuannya tersebut. Terdapat beberapa hal yang menunjukkan hasil pembelajaran dengan model pengaturan diri, antara lain : (a) mampu memecahkan masalah komplek menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana, (b) mengetahui kapan membaca buku secara sepintas, dan kapan harus membaca secara mendalam, (c) mampu menulis untuk dapat meyakinkan orang, (d) termotivasi oleh belajar atau senang belajar bukan memperoleh nilai, (e) mampu menekuni tugas dalam waktu yang lama sampai tugas tersebut selesai.
 Pembelajaran dengan bantuan (Scaffolding), dimana pendidik atau pelatih adalah agen budaya yang memandu pembelajaran, sehingga peserta akan menguasai secara tuntas keterampilan-keterampilan yang memungkinkan penggunaan fungsi kognitif yang lebih tinggi, dan memungkinkan berkembangnya kemampuan belajar mandiri. Pembelajaran dengan bantuan ini biasanya dilakukan pada awal pembelajaran, dan selanjutnya secara bertahap peserta akan belajar mandiri.


2 Komentar so far
Tinggalkan komentar

Asslmkm. salam kenal tuk Bapak Wakhinuddin. Mohon ijin tuk memanfaatkan tulisan bapak sebagai salah sumber khasanah pengetahuan saya..

Komentar oleh Endra Syuhada

Aww. Silahkan semoga ada manfaatnya…

Komentar oleh wakhinuddin




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: