Wakhinuddin’s Weblog


KETERAMPILAN DAN KARYA
Maret 31, 2010, 8:39 am
Filed under: Pendidikan, Pendidikan Kejuruan, PENELITIAN

KETERAMPILAN DAN KARYA
(Dalam konteks Senirupa)

Wakhinuddin

Aktivitas seni selain berhubungan dengan kreativitas juga berhubungan dengan keterampilan. Bila kreativitas merupakan bagian dari kegiatan berproduksi atau berkarya, maka keterampilan merupakan proses penciptaan karya senirupa. Proses penciptaan karya senirupa yang dimaksud disini bukan hanya berupa kepandaian secara fisik saja dalam proses berkarya saja, melainkan juga termasuk kemampuan mencurahkan segenap potensi pribadinya, baik berupa bakat, kepekaan, pengalaman dan sebagainya. Jadi, keterampilan berkarya senirupa berkaitan dengan kemampuan seseorang.
Menurut Sumanto (2006:10) ada tiga kemampuan yang harus dimiliki seseorang dalam berkarya senirupa, yaitu: 1) mengolah media ungkap sesuai alat yang digunakan sewaktu berkarya, 2) ketepatan dalam mewujudkan gagasan ke dalam karya seni, 3) kecekatan atau keahlian tangan dalam menerapkan teknik-teknik berkarya senirupa.
Peningkatan keterampilan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah peningkatan keterampilan yang mengarah pada kecakapan hidup (life skills). Menurut Broling (dalam Depdiknas, 2003:5) “life skills” adalah “interaksi berbagai pengetahuan dan kecakapan yang sangat penting dimiliki oleh seseorang sehingga mereka dapat hidup mandiri”. WHO (1997) mengemukakan bahwa “kecakapan hidup (life skills) adalah berbagai keterampilan/kemampuan untuk beradaptasi dan berprilaku positif, yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam hidupnya sehari-hari secara efektif”.
Dengan demikian dapat dirumuskan bahwa hakikat pendidikan kecakapan hidup dalam pendidikan adalah merupakan upaya untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, sikap, dan kemampuan yang memungkinkan mahasiswa PGSD dapat hidup mandiri dan bisa mengajarkannya di SD nantinya. Penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup berprinsip dari empat pilar pendidikan yaitu: (1) learning to know (belajar untuk memperoleh pengetahuan), (2) learning to do (belajar untuk dapat berbuat/melakukan pekerjaan), (3) learning to be (belajar untuk dapat menjadikan dirinya menjadi orang yang berguna), dan (4) learning to live together (belajar untuk dapat hidup bersama orang lain).


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s