Wakhinuddin’s Weblog


PENGUKURAN
Desember 10, 2009, 3:08 am
Filed under: PENGUKURAN (MEASUREMENT)

PENGUKURAN
by Wakhinuddin S

Pengukuran menurut Robert L. Linn dan Norman E. Gronlund adalah suatu proses mendapatkan deskripsi numerik tingkat yang individu miliki sebagai suatu karakteristiknya. Lebih operasional William Wiersema dan Stephen G. Jurs menyatakan, pengukuran merupakan penentuan angka-angka terhadap objek atau kejadian menurut aturan tertentu. Kedua pendapat di atas menunjukkan pengukuran adalah suatu proses, berarti ada beberapa langkah dalam melaksanakan pengukuran. Adapun beberapa langkah membuat tugas performansi; pertama, memperhatikan hasil pembelajaran yang menuntut performansi siswa, ini dapat diketahui dari tujuan pembelajaran; kedua, menyeleksi fokus yang akan dinilai, tugas harus dikembangkan dari kurikulum dan yang diukur adalah proses kerja; ketiga, menyeleksi tingkat autentik tugas, pada langkah ini dilakukan audit relevansi antara topik pelajaran di kelas dengan kenyataan tugas di lapangan kerja, dan penseleksian tugas melalui bantuan tujuh panelis; keempat, menyeleksi kepantasan melaksanakan tugas, hal ini penting mengingat tidak semua tugas yang akan diuji dilaksanakan pada mobil, cukup melalui simulator. Dalam hal ini ada beberapa pertimbangan: keterobservasian performansi siswa, pengurangan biaya pelaksanaan ujian, analisis prosedur dapat dibantu dalam bentuk hasil kerja; kelima, menetapan kriteria tingkat keberhasilan performansi siswa, ini mencakup kualitas dan waktu kerja; keenam, menetapkan metode observasi, disini dipakai metode penilaian skala penilaian (rating scale) pakai bobot dan tak pakai bobot.
Setiap tugas pada pekerjaan mekanik otomotif terdiri dari beberapa aktivitas, setiap aktivitas pada umumnya berbeda tingkat kerumitan dan lama pengerjaan. Karena itu, sekor suatu tugas merupakan gabungan beberapa komponen sekor, disebut sebagai sekor komposit.
Dalam pelaksanaan pengukuran, ada dua hal yang mungkin dapat terjadi. Pertama, sekor komposit berasal dari komponen tanpa bobot, ini berarti sekor antar komponen tanpa variansi, pengukuran cara demikian disebut Skala penilaian tanpa pembobotan (SPTP). Ke dua, dalam beberapa hal ciri khas suatu aktivitas (butir) dipertimbangkan, seperti kerumitan aktivitas, lama pengerjaan, dan kepentingannya. Sehingga, melahirkan ketidakseragaman bobot pada setiap aktivitas, dan variansi antar komponen akan mempengaruhi sekor komposit. Pengukuran demikian dikatakan Skala penilaian pakai pembobotan (SPPP). Kedua cara pengukuran ini disebut ragam tes performansi.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: