Wakhinuddin’s Weblog


ASSESMENT PRIORITAS UNTUK MENYATAKAN TINGKAT KERUSAKAN GEDUNG SEKOLAH
Desember 1, 2009, 6:28 am
Filed under: Konsultan, MONEV, Pendidikan

ASSESMENT PRIORITAS UNTUK MENYATAKAN TINGKAT KERUSAKAN
GEDUNG SEKOLAH

Wakhinuddin S

Banyaknya jumlah gedung dan fasilitas sekolah yang rusak, runtuh, bahkan lululantak diakibatkan gempa di Propinsi Sumbar, Jambi, dan daerah lainnya, membuat proses pembelajaran terhambat, yang akhirnya siswa kurang mendapat pelayanan prima. Sehubungan dengan kondisi ini, saya terpanggil menyampaikan beberapa hal tentang asesmen kerusakan gedung sekolah.

Pada kesempatan ini disampaikan hal tentang penilian fisik gedung sekolah berdasarkan pengamatan. Tulisan ini dikembangkan dari pengalaman saya sebagai tim tenaga ahli dalam Monev Dir. P-SMP (zona 2/2008), AMP (DKI/2006), dan Social impact assesement (DMC IV NAD/2007). Adapun tujuan tulisan semata-mata untuk pencerahan buat masyarakat. . Seperti disebut di atas tadi, asesmen ini hanya berbasis pada observasi, lebih jauh tentang kajian konstruksi gedung, sebaiknya ditanyakan pada ahli konstruksi, tulisan ini hanya
mengusulkan tingkat prioritas dibangun cepat, bukan tingkat kerusakan gedungnya.
Assessment Prioritas merupakan Analisa data final dan Proses penentuan Prioritas yang mana disini adalah melakukan tingkat prioritas sebuah sekolah untuk dilakukan perbaikan / rehabilitasi atau pembangunannya, kategorisasi ini dibagi atas 4 (empat) tingkat kategori yaitu :
• Prioritas -1 : mendesak dan segera (urgent), usulan penanganan tahun 2009.
• Prioritas -2 : perlu dikerjakan dalam kurun waktu 2 tahun mendatang (esensial), usulan penanganan tahun 2010
• Prioritas -3 : perlu dikerjakan dalam kurun waktu 3 – 5 tahun mendatang (derasibel), usulan penanganan tahun 2010-2012, berdasarkan urutan bobot terbesar yang didahulukan.
• Prioritas -4 : pekerjaan jangka panjang diatas 5 tahun mendatang. Bangunan gedung yang masuk prioritas 4 ini adalah diluar rencana gedung yang akan diprogramkan pada tahun anggaran 2009-2013.

Adapun dalam menentukan sebuah sekolah masuk dalam sebuah prioritas 1, 2, 3, atau 4 akan sangat ditentukan oleh beberapa faktor seperti :
• Faktor ambang kerusakan yang telah ditentukan (sekolah masuk kategori A : Rusak Ringan, B : Rusak Sedang, C : Rusak Berat atau kategori D : Rusak Total).
• Faktor non teknis (bidang pendidikan, kebijakan). Dalam bidang pendidikan ini penilaian yang akan dilakukan melihat kondisi sekolah dalam : rasio jumlah murid dengan guru, rasio jumlah kelas dengan jumlah murid, rasio kelengkapan alat pendukung sekolah, dan kelengkapan lainnya dala menunjang kegiatan pendidikan.
• Faktor non teknis (bidang ekonomi). Dalam bidang ekonomi penilaian yang akan dilakukan adalah nilai ekonomi bangunan dalam kondisi sekarang dan perkiraan untuk beberapa tahun ke depan.
• Faktor keterkaitan lokasi sekolah dengan Rencana Tata Ruang yang ada. Dalam bidang hukum penilaian lebih difokuskan pada legal aspek dan status hukum bangunan dan lahan sekolah. Juga yang tidak kalah pentingnya adalah peruntukan lahan sekolah apakah sudah sesuai dengan rencana tata ruang yang ada di Daerah.
• Dan faktor lain diluar faktor fisik bangunan yang mempengaruhi.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: