Wakhinuddin’s Weblog


PERSEPSI SISWA SMP MELANJUT KE SMK
Juli 25, 2009, 6:01 am
Filed under: Pendidikan, Pendidikan Kejuruan, PENELITIAN

PERSEPSI SISWA SMP MELANJUT KE SMKOleh Wakhinuddin S

A. Latar Belakang
Pencitraan Sekoah Kejuruan tampak begitu gencarnya, mulai dari Pak Menteri Bambang Sudibyo sampai ke Bung Tamtowi Yahya, sering tampil dilayar kaca, yang pada hakekatnya menyampaikan pesan bahwa lulusan SMK dapat membuat orang lebih baik kehidupannya. Asumsi ini telah diwujud Depdiknas dalam bentuk kebijakan pembangunan sekolah baru dan penerimaan siswa di tingkat SLTA, yaitu : SMK (60%) SMU (40%). Untuk itu, jika kita amati pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMK banyak didirikan, sekarang hampir satu Kabupaten/kota paling tidak terdapat dua SMK baru. Namun, pembangunan fisik jika tidak diiringi dengan kualitas, hasilnya bisa mengecewakan. Untuk itu perlu ada pencitraan lebih dari SMK dan peningkatan kualitas pembelajaran dan sarana lainnya, agar persepsi anak muda untuk melanjut ke SMK bernilai positif. Disamping itu, survey sepintas lalu yang dilakukan, untuk SMK di pingiran kota dan desa umumnya lebih banyak mendaftar ke SMK, ketimbang ke SMU, bahkan untuk prodi keahlian tertentu seperti TKJ (Teknik komputer dan jaringan) dan Otomotif lulusan SMP yang mendaftar melebihi kuota kelas, seperti di desa Mandiangin, Kab. Sarolangun – Jambi.
Asumsi SMK untuk mempersiapkan siswa bekerja, semestinya benar, karena tujuan umum SMK adalah untuk mempersiapkan siswa untuk bekerja. Tulisan ini merupakan tinjauan teoritis tentang persepsi siswa SMP melanjut ke SMK. Untuk membuktikkannya silahkan Saudara (pembaca) menelitinya.

B. Tinjauan Teoritis
Persepsi berasal dari bahasa Inggris yakni kata perception. Kata ini dalam kamus Oxford Advanced Learner’s (1980) berarti : (1) ability to see, hear, understand, (2) quality of understanding, insight, (3) way of seeing or understanding.
Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, dan hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Leavit (1986) memberikan pengertian persepsi sebagai pandangan atau pengertian yakni bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu. Persepsi seseorang ditentukan oleh relevansinya dengan kebutuhan; artinya seseorang akan mempunyai persepsi yang positif tentang sesuatu jika hal itu sesuai dengan kebutuhan.
Sarwono (1997) mengatakan bahwa persepsi dalam pengertian psikologi adalah proses pencarian informasi untuk dipahami. Alat untuk memperoleh informasi tersebut adalah penginderaan (penglihatan, pendengaran, perabaan, dan sebagainya). Sebaliknya alat untuk memahami adalah kognisi. Lebih lanjut Meyer (dalam Sharf, 1992:67) menjelaskan :
…in dealing with the world, the first step is perception become aware of events, people, objects or ideals. The individual perceive this information, then individual must decide or make conclusions about the observed events, people, objects or idea.

Jadi, ketika seseorang memandang sesuatu maka yang pertama kali muncul dalam pikirannya adalah persepsi terhadap sesuatu tersebut, dan dari informasi yang didapat dari pandangan tersebut akan mendorong seseorang untuk mengambil keputusan atau membuat kesimpulan.
Dalam proses belajar manusia tidak dapat dilepaskan dari persepsi. Persepsi disini bisa diartikan sebagai pendapat, penilaian, pandangan langsung tentang lingkungan atau praktek-praktek belajar khususnya dan umumnya pendidikan yang dialami oleh siswa melalui indera atau sistem konseptualnya. Hal ini menunjukkan bahwa pada dasarnya persepsi merupakan pemahaman, atau cara seseorang dalam memahami sesuatu.
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi merupakan pandangan dan penilaian terhadap suatu objek, dalam hal ini pandangan dan penilaian siswa terhadap SMK. Persepsi tersebut ditentukan oleh relevansinya dengan kebutuhan, artinya seseorang akan mempunyai persepsi yang poisitif terhadap suatu objek apabila objek tersebut sesuai dengan kebutuhan, minat dan cita-citanya. Jadi jika siswa SMP berpendapat bahwa melanjutkan studi ke SMK sesuai dengan kebutuhannya dan cita-citanya, maka mereka akan memilih untuk melanjutkan studi ke SMK. Persepsi dalam bidang psikologi diartikan sebagai proses pencarian informasi untuk dipahami. Jika siswa SMP mendapatkan informasi (baik dari keluarga/orang tua, sekolah, dan masyarakat) tentang lapangan kerja yang akan mereka dapatkan setelah tamat dari SMK dan mereka merasa tertarik terhadap pekerjaan tersebut maka persepsi mereka terhadap SMK akan meningkat.
Dari kesimpulan tersebut dapat dikemukakan indikator persepsi siswa tentang SMK adalah : 1) pandangan dan pemahaman, 2) kesesuaian antara kebutuhan dan cita-cita, 3) pendapat orang tua.


2 Komentar so far
Tinggalkan komentar

banyak persepsi yang berbeda pada siswa SMP untuk melanjut ke SMK tapi secara umum anggapan masyarakat adalah SMK adalah sekolah yang tidk lebih baik dari sma selain itu pada mulanya sangat sedikit smk yang dibangun dan kurang menunjukkan prestasi dalam bidangnya. dalam persepsi psikologis sangatlah sulit untuk mengubah asumsi masyarakat secara umum karena di Indonesia paradigma-paradigma yang telah menjadi desus dalam kehidupan sehari-hari sangat sulit untuk menghilangkanya

Komentar oleh ZUHRI MAULANA

Di duga banyaknya pengangguran sekarang disebabkan ketidaksiapan Angkatan kerja untuk bekerja, banyak diantara mereka tidak punya keterampilan. Memang diakui tidak semua SMK (kebanykan SMK swasta) belum memenuhi sarana prasarana yang lengkap, sehingga lulusannyapun, tentu tidak mempunyai keterampilan kerja. Paling tidak paradigma keberadaan SMK untuk mempersiapkan tenaga kerja yang handal, dapat kita terima, walau dalam implementasinya perlu ada pembenahan dan standar SMK.

Komentar oleh wakhinuddin




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: