Wakhinuddin’s Weblog


MENGKRITISI HASIL LEMBAGA SURVEY PEMILU KITA
Juni 13, 2009, 5:28 am
Filed under: EVALUASI PROGRAM DAN LEMBAGA, MONEV, PENGUKURAN (MEASUREMENT)

MENGKRITISI HASIL LEMBAGA SURVEY PEMILU KITA
Oleh Wakhinuddin S

Dalam minggu lalu ramai dibicarakan media, adanya perbedaan hasil lembaga survey tentang persentase memilih CaPres dan Cawapresnya. Perbedaannya sangat mencolok ada yang hasil survey menyatakan persentase memilih CapresX jauh lebih banyak dari Capres Y dan Z, dan sebaliknya ada lembaga survey lain mengumumkan persentase memilih Capres Y jauh lebih banyak dari Capres X dan Z, dan seterusnya. Kenapa bisa berbeda hasil surveynya?

Bermacam tanggapan dari masyarakat muncul, diantaranya:
Ada yang berasumsi hasil survey sesuai dengan pesanan?
Ada yang berasumsi lembaga tersebut afiliasi dari partai X, Y, Z?
Ada yang berasumsi siapa yang bayar tinggi itu yang dimenangkan (besarkan) persentasenya? dan lainnya…..

Lepas dari asumsi negatif di atas, suatu penelitian dapat kita kritisi dari metodologi, yaitu:
1. Cocokah tipe/ metode/jenis penelitian ini dengan tujuan penelitian ?
2. Apakah metoda penenlitiannya tepat?
3. Apakah jelas siapa saja populasi?
4. Apakah jelas siapa saja sampel?
5. Apakah sampel sesuai dengan permasalahan?
6. Apakah sesuai teknik sampling yang dipapai?
7. Apakah ukuran dan kateristik sampel dijelaskan?
8. Adakah metoda statistik yang digunakan sesuai dengan tujuan penelitian?
9. Berapa tingkat kepercaya (Alpha level) yang dipakai?
10. Apakah kriteria variabel tepat?
11. Apakah jenis instrumen yang dipakai?
12. Bagaimana cara mengambil data?
13. Berapa tingkat reliabilitas instrument?
14. Berapa tingkat validitas instrument?
15. Metode statistik apa yang digunakan ?,
16. Apakah metode statistik tersebut sesuai dengan tujuan penelitian?
17. Apakah saran/kesimpulan konsisten dengan ruang lingkup penelitian?
18. Apakah generalisasi dibatasi hanya sekitar populasi?
19. Apakah peneliti menyatakan pendapatnya sehubungan dengan temuan?
20. Apakah hasil survey diseminasi (uji publik) didepan para ahli penelitian?

Paling tidak dari 20 butir pertanyaan di atas dapat kita ajukan pada pelaksanaan survey tersebut. Salah satu yang utama dari butir diatas perlu dipertanyaan adalah teknik sampling; apakah telah terwakili semua strata, suku, agama, lokasi sampel survey? Ini merupakan titik kritis dari suatu survey. Sebenarnya, jika lembaga memakai istilah survey, itu harus mencerminkan semua populasi harus didata, namun kenyataanya lembaga survey menggunakan teknik sampling. Jika, ya.., paling tidak memakai teknik sampling proposional random sampling.

Pertanyaan :
1. Apakah hasil-hasil survey ini masih ilmiah?
2. Apakah masih ada etika ilmiah pada lembaga survey ini?

Bagaimana tanggapan Saudara???


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: