Wakhinuddin’s Weblog


MENILAI PROGRAM SBY MENGELIMINIR KEMISKINAN
Juni 1, 2009, 8:22 am
Filed under: EVALUASI PROGRAM DAN LEMBAGA, Konsultan, MONEV

A. RASIONAL

Kondisi Indonesia yang masih banyak masyarakat miskin membuat pemerintah bereaksi dengan membentuk program-program. Adapun tujuan utama dari pembuatan program ini adalah mengeliminir (mengentaskan) kemiskinan. Dalam pemerintahan SBY program ada dalam bentuk Bantuan langsung dan ada juga bentuk pemberdayaan. Program pengentasan kemiskinnan SBY diantaranya diantaranya: BLT, Jamkesmas, PNPM mandiri, dan menurunkan harga bbm. Paling tidak ke-4 program ini mencerminkan bahwa pemerintahan SBY bukanlah neo-lib, sebab ke-4 program merupakan program yang berbasis kemasyarakatan.

B. TUJUAN PENULISAN
Menilai suatu program pemberdayaan terhadap manfaat/dampak program tersebut di masyarakat miskin.

C. PENYEBAB KEMISKINAN
Penyebab dasar Kemiskinan, antara lain :
1. kegagalan pemilikan, terutama tanah dan modal;
2. terbatasnya ketersediaan bahan kebutuhan dasar, sarana, dan prasarana;
3. kebijakan pembangunan yang bias perkotaan dan bias sektor;
4. adanya perbedaan kesempatan di antara anggota masyarakat dan dan sistem yang kurang mendukung;
5. adanya perbedaan sumber daya manusia dan perbedaan antar sektor ekonomi (ekonomi tradisional versus ekonomi modern);
6. rendahnya produktivitas dan tingkat pembentukan modal dalam masyarakat;
7. budaya hidup yang dikaitkan dengan kemampuan seseorang mengelola sumber daya alam dan lingkungannya;
8. tidak adanya tata pemerintahan yang bersih dan baik (good governance);
9. pengelolaan sumber daya alam yanag berlebihan dan tidak berwawasan lingkungan.

Selain penyebab dasar di atas, bahwa kemiskinan disebabkan :
1. keterbatasan pendapatan, modal, dan sarana untuk memenuhi kebutuhan dasar, termasuk:
• modal sumber daya manusia, misalnya pendidikan formal, ketrampilan, dan kesehatan yang memadai;
• modal produksi, misalnya lahan dan akses terhadap kredit;
• modal sosial, misalnya jaringan sosial dan akses terhadap kebijakan dan keputusan politik;
• sarana fisik, misalnya akses terhadap prasarana jalan seperti jalan, air bersih, listrik;
• termasuk yang hidup di daerah terpencil.
2. kerentanan dan ketidakmampuan menghadapi goncangan-goncangan karena :
• krisis ekonomi;
• kegagalan panen karena hama, banjir, atau kekeringan;
• kehilangan pekerjaan (PHK);
• konflik sosial dan politik;
• korban kekerasan sosial dan rumah tangga;
• bencana alam (longsor, gempa bumi, perubahan iklim global);
• musibah (jatuh sakit, kebakaran, kecurian atau ternak terserang wabah penyakit).
3. tidak adanya suara yang mewakili dan terpuruk dalam ketidakberdayaan di dalam institusi negara dan masyarakat karena :
• tidak ada kepastian hukum;
• tidak ada perlindungan dari kejahatan;
• kesewenang-wenangan aparat;
• ancaman dan intimidasi;
• kebijakan publik yang tidak peka dan tidak mendukung upaya penanggulangan kemiskinan;
• rendahnya posisi tawar masyarakat.

Deskripsi di atas menggambarkan bahwa selain terbatasnya ketersediaan bahan kebutuhan dasar, sarana dan prasarana serta dimensi struktutal kultural telah menyebabkan masyarakat menjadi miskin dan tidak berdaya. Dimensi struktural kultural tersebut telah membatasi inisiatif dan semangat masyarakat untuk berkembang. Sehubungan dengan persoalan kemiskinan dan ketidakberdayaan masyarakat sebagaimana diuraikan di atas, dan belajar dari penanggulangan kemiskinan yang telah dilaksanakan, menunjukkan bahwa di dalam penanggulangan kemiskinan, proses sama pentingnya, atau lebih mungkin lebih penting daripada hasil akhir. Satu unsur penting dari proses adalah tingkat partisipasi dari para pihak (stakeholders) mulai dari penyusunan program, pelaksanaan sampai dengan pemantapan dan pengawasannya. Salah satu jenis cara mengentaskan kemiskinan melalu pemberdayaan masyarakat.

C. Pemberdayaan
Upaya penanggulangan kemiskinan melalui proses pemberdayaan masyarakat. Beberapa program pemberdayaan masyarakat dari berbagai program serupa yang telah dan sedang dilaksanakan oleh pemerintah, adalah P2KP, CERD, WSLIC, dan P2D, sekarang SBY membuat program PNPM. Program-program pemberdayaan tersebut selain memberikan pengalaman kepada masyarakat mengenai bagaimana penyusunan program, pelaksanaan sampai dengan pemantapan dan pengawasannya, juga membangun sarana dan prasarana dasar serta stimulan kegiatan ekonomi. Atau pembangunan sarana dan prasarana yang dilaksanakan sebagai media pemberdayaan masyarakat melalui pemberian pengalaman serta peningkatan partisipasi masyarakat.

D. BEBERAPA JENIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Tabel 1: Misi/Tujuan dan Sasaran Program Pemberdayaan Masyarakat
U r a i a n
Misi/Tujuan Program Sasaran Program
1. P2KP Penanggulangan kemiskinan:
1. Pengembangan kapasitas.
2. Penyediaan sumberdaya.
3. Budaya kemitraan sinergis antar masyarakat dan pelaku pembangunan
4. Prinsip-prinsip: partisipasi, desentralisasi, demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas. 1. Perbaikan prasarana dan sarana perumahan dan pemukiman.
2. Mengenalkan dan membangun upaya peningkatan pendapatan secara mandiri dan berkelanjutan.
3. Terciptanya organisasi masyarakat warga.
4. Pemerkuatan agen lokal.
2. CERD Meningkatkan taraf hidup:
1. Peningkatan kapasitas sumberdaya manusia desa.
2. Peningkatan kapasitas lembaga
3. Peningkatan hubungan ekonomi desa-kota.
4. Pembangunan dan pengembangan prasarana dan sarana
5. Prinsip-prinsip: partisipasi, akseptabel, transparansi, akuntabel, keberlanjutan, keterpaduan, kebutuhan nyata masyarakat, otonomi dan gender/peran wanita. 1. Penyediaan modal usaha.
2. Penguatan lembaga ekonomi masyarakat desa
3. Terbentuknya jaringan bisnis desa-kota.
4. Tersedianya prasarana dan sarana penunjang ekonomi
5. Peningkatan kapasitas masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan kegiatan.

3. P2D 1. Meningkatkan kapasitas kelembagaan
2. Meningkatkan kerjasama antarpelaku.
3. Prinsip-prinsip: demokrasi, transparansi, akuntabel, keberlanjutan, responsif 1. Penyediaan prasarana pedesaan.
2. Pemerataan.
3. Pengurangan kemiskinan

4. WSLIC 1. Meningkatkan derajat kesehatan
2. Meningkatkan produktivitas dan kualitas masyarakat berpenghasil an rendah.
3. Adanya perubahan perilaku, pelayanan kesehatan berbasis lingkungan, penyediaan air bersih dan sanitasi yang aman, cukup dan mudah.
4. Terbentuknya partisipasi masyarakat kesehatan. 1. Peningkatan kapasitas kelembagaan
2. Peningkatan kesehatan dan sanitasi.
3. Pembangunan sarana air bersih
4. Manajemen proyek
5 PNPM Penanggulangan kemiskinan:
1. Pengembangan wirausaha.
2. Penyediaan sumberdaya manusia
3. Budaya kemitraan antar masyarakat dan pelaku pembangunan
4. Prinsip-prinsip: partisipasi, desentralisasi, demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas. 1. Mengenalkan dan membangun upaya peningkatan pendapatan secara mandiri dan berkelanjutan.
2. Terciptanya organisasi masyarakat warga.
3. Pemerkuatan agen lokal.

E. MANFAAT PEMBERDAYAAN

Tabel 2: Dampak/Manfaat Program Pemberdayaan
No Dimensi Indikator
1. Pemahaman masyarakat mengenai kemiskinan dan upaya pengentasannya a. Pemahaman masyarakat mengenai permasalahan kemiskinan
b. Pemahaman masyarakat mengenai upaya pengentasan kemiskinan
2. Pemahaman masyarakat mengenai pemberdayaan dan program pemberdayaan a. Pemahaman masyarakat mengenai permasalahan pemberdayaan masyarakat
b. Pemahaman masyarakat mengenai program pemberdayaan masyarakat
3. Partisipasi masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat a. Keterlibatan masyarakat dalam upaya dan program pengentasan kemiskinan
b. Keterlibatan masyarakat dalam upaya dan program pemberdayaan masyarakat
4 Kelangsungan bantuan kepada masyarakat
a. Keberlanjutan perguliran dana dan kegiatan
b. Penciptaan lapangan kerja
5. Kemanfaatan pembangunan prasarana/ sarana a. Manfaat langsung
b. Manfaat tidak langsung
6. Perubahan kondisi pada masyarakat pasca pelaksanaan program a. Perubahan di bidang ekonomi
b. Perubahan di bidang sosial
c. Perubahan perilaku masyarakat

F. KESIMPULAN DAN SARAN
1. Program pengentasan kemiskinan SBY bermanfaat bagi masyarakat miskin
2. Program PNPM mandiri, BLT dan Jamkesmas perlu dilanjutkan
3. Program pengentasan kemiskinan adalah baik untuk dipertahankan
4. Dengan demikian Pemerintahan SBY hendaklah dilanjutkan.


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: