Wakhinuddin’s Weblog


PENILAIAN PENDIDIKAN KEJURUAN BERBASIS ANDRAGOGI
Maret 20, 2008, 6:31 am
Filed under: Uncategorized

ABSTRAK

PENILAIAN PEMBELAJARAN KEJURUAN BERBASIS ANDRAGOGIOleh Dr. Wakhinuddin S, M.Pd[1]                               Siswa yang memasuki sekolah kejuruan diasumsikan telah memiliki bakat kejuruan tertentu. Kesadaran siswa sekolah kejuruan akan mempersiapkan diri memasuki pekerjaan lebih besar ketimbang sekolah umum. Karena itu pembelajaran pada sekolah kejuruan lebih cocok menggunakan pendekatan pembelajaran Andragogi. Pada siswa kejuruan diasumsikan mempunyai Konsep diri tertentu, yaitu mempunyai kemauan untuk melakukan pengarahan diri dalam belajar. Motivasi belajar sering berkembang dan mempunyai keinginan yang kuat untuk melanjutkan proses belajarnya. Implikasi keadaan ini adalah, hubungan guru dan murid. Pada andragogi, hubungan itu bersifat timbal-balik dan bersifat hubungan yang membantu, berbeda pada paedagogi, hubungan itu lebih didominasi oleh guru dan hubungan itu bersifat mengarahkan. Pembelajaran andragogi adalah pembelajaran orang dewasa, pada pembelajaran androgogi berorientasi pekerjaan, tugas dan masalah kerja. Siswa pada sekolah kejuruan mendapatkan hasil belajar bila mereka melakukan (praktek), praktek atas dasar pengetahuan, keterampilan dan sikap baru, dan metode pembelajaran variatif. Pembelajaran andragogi mempunyai karakter khusus, dan hasil belajar harus dieveluasi sesuai dengan karakter tersebut. Evaluasi sebagai suatu bagian integral dalam proses andragogis, yang selanjutnya diakhiri dengan suatu tinjauan terhadap beberapa metoda evaluasi. Dimana belajar dipandang sebagai sebuah siklus, yang bisa diulang dengan kecepatan yang lebih meningkat. Setiap siklus selesai, yang kita harapkan adalah makin bertambah luas dan mendalam pengalaman para siswa. Sehubungan dengan hal ini, evaluasi bukanlah merupakan tahap akhir dari proses belajar, tetapi merupakan satu fase; yang dievaluasi, meliputi pengukuran terhadap perubahan harapan peserta sebelum program berlangsung, selama dan sesudah program itu selesai. Ada kaitan antara harapan yang rendah dengan partisipasi yang kurang dalam kegiatan latihan. Setelah latihan, perlu diketahui secara menyeluruh: reaksi emosi (skala rating); informasi yang diterima apa jelas (skala rating); perasaan kompetisi dalam kompetensi (skala rating), memperoleh informasi baru (skala rating), uji unjuk kerja (skala rating), profil para siswa (perluasan skala Rach). Diharapkan implikasi penerapan pendekatan andragogi pada sekolah kejuruan dapat meningkatkan mutu pendidikan kejuruan.


[1] Dosen FT UNP Padang, menyelesaikan studi S2 PTK di UNY thn 1991, dan S3 PEP pada UNJ thn 2006, dengan tema disertasi Model penilaian dan pengukuran modern (Rach) pada siswa Mekanik otomotif; Aktif melakukan kegiatan Monev program pada beberapa instansi. Anggota HEPI dan IATO. Call me : Dr. Wakhids (HP.081374334222).


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: