Wakhinuddin’s Weblog


Pengembangan Model Asesmen Kelas Pembelajaran Materi Ajar Produktif Terintegrasi Dengan Model Pembelajaran Component Display Theory Sebagai Upaya Mewujudkan Standar Penilaian Pada Prodi Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri Di Sumatera Barat
Februari 8, 2014, 8:25 am
Filed under: Pendidikan Kejuruan, PENELITIAN, TEKNIK OTOMOTIF

Pengembangan Model Asesmen Kelas Pembelajaran Materi Ajar Produktif Terintegrasi Dengan Model Pembelajaran Component Display Theory Sebagai Upaya Mewujudkan Standar Penilaian Pada Prodi Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri  Di Sumatera Barat

Oleh

Wakhinuddin

RINGKASAN

Kegiatan asesmen pembelajaran selama ini kebanyakan hanya pada aspek kognitif. Berbeda pada Kurikulum KTSP menerapkan asesmen berbasis kelas, yaitu asesmen terhadap siswa dilakukan dengan  memperhatikan tiga ranah hasil belajar; ranah kognitif, ranah psikomotor dan ranah afektif, dengan metode penilaian otentik.  Dari pengamatan peneliti reviewer sebagai fasilitator pada kegiatan RSBI dapat dikatakan masih banyak guru program keahlian TKR SMK belum dapat membuat soal sesuai dengan tuntutan kurikulum.

Kompetensi dasar SMK teknik kendaraan ringan (TKR) dirumuskan dalam bentuk kompetensi berupa pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam bentuk fakta, konsep, prinsip dan prosedur. Untuk melihat ketercapaian tujuan kurikulum, paper and pencil test dirasa tidak lagi memadai, sehingga diperlukan berbagai alternatif bentuk penilaian (asesmen). Melalui penelitian ini akan dikembangkan perangkat penilaian berbasis kelas yang diharapkan dapat menilai kemampuan siswa secara otentik dan komprehensif.

Penelitian ini didorong oleh keinginan memberi sumbangan dalam memecahkan permasalahan penilaian yang dihadapi guru-guru Teknik Kendaraan Ringan (otomotif) di SMK. Keinginan ini akan direalisasikan dalam bentuk membuat perangkat asesmen berbasis kelas untuk pembelajaran TKR di kelas XI SMK. Secara lebih spesifik penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimpementasikan perangkat penilaian berbasis kelas yang valid, praktikal dan efektif. Istilah valid, praktikal dan efektif.

Metode penelitian yang digunakan tahap I adalah riset pengembangan dengan metode riset pengembangan Four D-Models. Kegiatan penelitian pada tahun I dimulai dari pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan diseminasi (disemination). Penelitian pada tahun I menghasilkan prototipe prerangkat asesmen berorientasi CDT yang valid dan praktis pada kelompok mata pelajaran Kompetensi kejuruan kelas XI.

Berdasarkan  pengembangan  yang  telah  dilakukan  didapat kesimpulan: Hasil validasi dari validator, angket respon guru dan siswa, dan observasi terhadap guru dan siswa menunjukkan perangkat penilaian dan pembelajaran pada mata pelajaran kompetensi kejuruan menggunakan component display theory (CDT) adalah valid dan praktis; Indikator dampak yang dikembangkan seperti perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan menunjukkan terjadi peningkatan.

 



PETA KONSEP TEKNIK OTOMOTIF

PETA KONSEP TEKNIK OTOMOTIF

by Wakhinuddin S

OTOMOTIF
Ototronik
INTERNAL COMBUSTION ENGINE SISTEM KELISTRIKAN Body
SISTEM PEMINDAH TENAGA SISTEM KRS
MOTOR BENSIN 2  dan 4 Takt MOTOR DIESEL Cat
SISTEM PNGAPIAN SITEM STARTER SSTEM PNRANG SSTEM PNGSIAN
Sistem BB TRANSFER TRANSMISI Chasis
KOMPONEN BERGERAK Konvensional Induksi KEMUDI REM SUSPENSI
TRANSAXEL KOPLING
Pwr steering Biasa Pegas
KOMPONEN TIDAK BERGERAK Manual POROS PROPELLER Konvensional Elektronik ABS Konvnsnl Peredam
Mobil sedan Alternator
Pompa Injeksi Automatic DIFRENSIAL 4WD Regulator Udara Likuid
Governor
Truck Kaku/plat POROS RODA Fluida Vleg
Pneu/Mec/Com Axle Full/3/4/1/2 Roda Ban


UJIAN TENGAH SEMESTER MOTOR DIESEL 2013
April 30, 2013, 6:40 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, TEKNIK OTOMOTIF, TES, UJIAN

JURUSAN TEKNIK OTOMOTIF
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

UJIAN TENGAH SEMESTER
SEMESTER JANUARI – JUNI 2013

MATA KULIAH : MOTOR DIESEL
KUMPUL : 08.00, hari: Rabu/ 01-05-2013, Locker
PETUNJUK : 1. Kerjakan soal-soal berikut dengan tulisan
tangan pada kertas double folio,
2. Dilarang mencontoh.

PERNyATAAN: Saya percaya bahwa Allah swt mengetahui semua isi bumi dan langi, dan soal ini saya kerja sendiri tanpa mencontoh teman. (Tulis ini pada lembaran jawaban, diakhir jawaban soal).

Soal (essay):
1. Jelas perbedaan siklus diesel dan sabthe (dual)!
2. Jelas dalam satu proses penginjeksian bahan bakar motor, mulai dari langkah prestroke sampai effecctive stroke, beri gambar kerjanya; apa bila tinggi angkat Cam 8 mm!
3. Jelaskan perbedaan injektor jenis pintle dan multi hole, bantu dengan gambar!
4. Jelaskan kaitan batang gerigi dengan plunyer dalam tiga posisi 0, Menengah, dan maksimum (beri gambar)!
5. Jelaskan kenapa ada kamar depan dan kamar pusar pada ruang bakar motor diesel?
6. Uraikan fungsi dan cara kerja katup delivery (pemberi) pada pompa bahan bakar in line motor diesel !
7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan persiapan pembakaran!
8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pembakaran lanjut, sampaikan dalam bentuk gambar!
9. Apa yang dimaksud dengan pembakaran kimia pada proses pembakaran motor diesel!
10. Sket unit injektor dan jelaskan fungsi masing-masing komponennya (min. 7 komponen)!

—–GBU—–



POROS RODA BELAKANG
Desember 4, 2012, 1:20 pm
Filed under: Pembelajaran, TEKNIK OTOMOTIF

BAGIAN 5

POROS RODA BELAKANG

 

BAB I

POROS PENDUKUNG

A.  POROS

Poros adalah untuk menopang bagian mesin yang diam, berayun atau berputar, tetapi tidak menderita momen putar dan dengan demikian tegangan utamanya adalah tekukan (bending). Gandar pendek juga disebut sebagai baut. Bagian yang berputar dalam bantalan dari gandar (dan poros) disebut tap. Poros (keseluruhannya berputar) adalah untuk mendukung suatu momen putar dan mendapat tegangan puntir dan tekuk.

Menurut arah memanjangnya (longitudinal) maka dibedakan poros yang bengkok (poros engkol) terhadap poros lurus biasa, sebagai poros pejal atau poros berlubang, keseluruhannya rata atau dibuat mengecil. Menurut penampang melintangnya disebutkan sebagai poros bulat dan poros profil (contohnya dengan profil alur banyak dan profil – K). Disamping itu dikenal juga poros engsel, poros teleskop, poros lentur, dan lain-lain. Persyaratan khusus terhadap design dan pembuatan adalah sambunagn dari poros dan naf serta poros dengan poros.

Design pada poros diarahkan menurut bagian tetap yang mana poros atau gandar dihubungkan (bantalan, sil dan naf dari piringan atau roda yang dipasang). Sebagai gambaran maka tempat sambungan yang dibuat dengan benar yang peralihannya dibuatkan dengan baik, yaitu umumnya pada perlemahan dari berbagai pengaruh takikan. Yang perlu diperhatikan dalam perancangan poros ini diantaranya :

1. Gandar diam dapat ditahan jauh lebih ringan daripada poros yang berputar yang diputar.

2. Poros dari baja kekuatan tinggi tidak sekaku seperti dari St.42 yang semacam itu (modulus E sama), hanya kekuatan tekuk berubah-ubah atau kekuatan torsi Berubah-ubah yang lebih besar, kalau pengaruh takikan yang tajam dihindarkan.

3. Poros berlubang denagn d1 = 0,5d beratnya hanya 75%, tetapi tahanan momennya 94% dari poros pejal.

4. Poros berputar yang kencang berlubang kencang memerlukan kekuatan yang baik, bantalan yang kaku dan pembentukan yang kaku.

5. Panjang konstruksi dari mesin seringkali sangat tergantung pada panjang dari tap bantalan, naf dan sil.

B.     FUNGSI POROS

Poros dalam sebuah mesin berfungsi untuk meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran. Setiap elemen mesin yang berputar, seperti cakara tali, puli sabuk mesin, piringan kabel, tromol kabel, roda jalan dan roda gigi, dipasang berputar terhadap poros dukung yang tetap atau dipasang tetap pada poros dukung yang berputar. Contohnya sebuah poros dukung yang berputar , yaitu poros roda keran berputar gerobak. Untuk merencanakan sebuah poros, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.

1. Kekuatan poros

Pada poros transmisi misalnya dapat mengalami beban puntir atau lentur atau gabungan antara puntir dan lentur. Juga ada poros yangmendapatkan beban tarik atau tekan, seperti poros baling-baling kapal atau turbin.

Kelelahan tumbukan atau pengaruh konsentrasi tegangan bila diameter poros diperkecil (poros bertangga) atau bila poros mempunyai alur pasak harus diperhatikan. Jadi, sebuah poros harus direncanakan cukup kuat untuk menahan beban-beban yang terjadi.

2. Kekakuan poros

Walaupun sebuah poros mempunyai kekuatan yang cukup, tetapi jika lenturan dan defleksi puntirannya terlalu besar, maka hal ini akan mengakibatkan ketidaktelitian (pada mesin perkakas) atau getaran dan suara (misalnya pada turbin dan kotak roda gigi).

3. Putaran kritis

Putaran kritis terjadi jika putaran mesin dinaikkan pada suatu harga putaran tertentu sehingga dapat terjadi getaran yang terlalu besar. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada poros dan bagian-bagian yang lainnya. Untuk itu, maka poros harus direncanakan sedemikian rupa sehingga putaran kerjanya lebih rendah dari putaran kritis.

4. Korosi

Bahan-bahan tahan korosi harus dipilih untuk poros propeller dan pompa bila terjadi kontak dengan fluida yang korosif. Demikian pula untuk poros-poros yang terancam kavitas dan poros mesin yang sering berhenti lama.

5. Bahan poros

Bahan untuk poros mesin umum biasanya terbuat dari baja karbon konstruksi mesin, sedangkan untuk pembuatan poros yang dipakai untuk meneruskan putaran tinggi dan beban berat umumnya dibuat dari baja paduan dengan pengerasan kulit yang sangat tahan terhadap keausan. Beberapa diantaranya adalah baja khrom nikel, baja khrom, dan baja khrom molybdenum.

C. MACAM – MACAM POROS

Poros sebagai penerus daya diklasifikasikan menurut pembebanannya sebagai berikut:

1. Spindle

Poros tranmisi yang relatif pendek, seperti poros utama mesin perkakas, dimana beban utamanya berupa puntiran, disebut spindle. Syarat yang harus dipenuhi poros ini adalah deformasinya yang harus kecil, dan bentuk serta ukuranya harus teliti.

2. Gandar

Gandar adalah poros yang tidak mendapatkan beban puntir,bahkan kadang-kadang tidak boleh berputar. Contohnya seperti yang dipasang diantara roda-roda kereta barang.

3        Poros transmisi

Poros transmisi atau poros perpindahan mendapat beban puntir murni atau puntir dan lentur. Dalam hal ini mendukung elemen mesin hanya suatu cara, bukan tujuan. Jadi, poros ini berfungsi untuk memindahkan tenaga mekanik salah satu elemen mesin ke elemen mesin yang lain.

 

Dalam hal ini elemen mesin menjadi terpuntir (berputar) dan dibengkokkan. Daya ditransmisikan kepada poros ini melalui kopling, roda gigi, puli sabuk atau sproket rantai, dan lain-lain.

D.    POROS PENGGERAK RODA

Fungsi axle shaft adalah sebagai penumpu beban roda atau dudukan roda dan penerus putaran mesin keroda.

Axle shaft diklasifikasikan menjadi :

1. Axle Shaft Rigid.

2. Independent Axle Shaft.

 

1. Axle Shaft Rigid.

Kendaraan 4 WD atau FR

Tipe rigid banyak digunakan pada kendaraan berskala menengah keatas dengan muatan yang besar, juga pada kendaraan yang dirancang untuk medan – medan berat karena mampu menahan beban yang berat.

a. Fungsi Axle Shaft pada tipe rigid.

1) Penerus putaran ke roda.

2) Pendukung beban roda.

b. Menurut letak dudukannya, Axle Shaft dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :

1). Front Axle yang berfungsi sebagai penerus putaran ke  roda,  juga  sebagai  tempat  knucle  agar  roda dapat dibelok – belokkan.

2). Rear Axle yang berfungsi sebagai penerus putaran dari side gear ke roda.

Keterangan :   1. Differential.

2. Ring Gear.

3. Dudukan poros penggerak.

4. Drive pinion ( Roda gigi pinion ).

5. Axle shaft ( poros axle ).

6. Flens roda.

 

c. Berdasarkan system penopangnya Axle Shaft diklasifikasikan menjadi 3 yaitu :

1)       Half (1/2) floating type ( Setengah bebas memikul ).

Pada tipe ini bantalan dipasang antara axle housing dengan axle shaft dan roda langsung dipasang pada ujung poros. Jenis ini biasa digunakan pada kendaraan jenis sedan, station wagon dan jeep.

Keuntungan :

  Kontruksinya sederhana.

  Biayanya murah.

 

Kerugian :

  Axle shaft menjadi bengkok akibat berat kendaraan langsung dipikul oleh poros.

  Jika patah roda tidak ada yang menahan.

 

2)

 

 

¾ floating tipe (3/4 bebas memikul).

 

Bantalan dipasang antara axle housing dengan wheel hub dan axle shaft, secara tidak langsung axle shaft ikut memikul beban kendaraan.

Jenis ini biasanya digunakan pada truk ringan.

 

Keuntungan :

  Berat kendaraan tidak semuanya diteruskan ke axle shaft, sehingga axle shaft tidak bengkok.

  Bila terjadi axle shaft patah masih ditahan oleh bantalan. Kerugian :

  Akibat gaya kesamping tetap menimbulkan kebengkokan.

 

3)     

 

 

 Full floating type (bebas memikul).

 

Pada tipe ini wheel hub terpasang kokoh pada axle shaft melalui dua buah bantalan dan axle shaft hanya berfungsi untuk menggerakkan roda.

Tipe ini banyak digunakan pada kendaraan berat.

 

Keuntungan :

  Berat kendaraan seluruhnya dipikul oleh axle housing, sehingga axle housing tidak menjadi bengkok.

  Gaya kesamping juga tidak diteruskan ke axle shaft.

  Faktor keamanan lebih baik dan sanggup memikul beban berat. Kerugian :

  Biayanya mahal.

 

 

 

 

d. Cara kerja Axle Shaft tipe rigid.

Axle rigid  disamping sebagai  penerus putaran  ke roda, seolah  –  olah  merupakan  lengan  panjang  seperti  poros mati, sehingga pada saat kendaraan berjalan kedudukan bodi kendaraan seolah – olah mengikuti gerakan posisi axle.

 

Keuntungan :

  Kontruksi lebih kuat.

  Cocok untuk kendaraan skala medium ke atas.

  Sanggup menahan beban berat.

Kerugian :

  Suspensi kendaraan keras.

  Pada saat kendaraan berjalan dimedan yang berat bodi kendaraan tidak stabil.

  Sudut beloknya kecil.

 

  1. 1.      Independent Axle Shaft

Tipe  ini  sering  digunakan  pada  kendaraan  kecil dan           umumnya jenis sedan,karena tipe ini disamping kontruksinya ringan                                                        juga      mampu membuat sudut belok lebih besar.

 

a. Fungsi axle shaft pada tipe independent

Sebagai penerus putaran ke roda. Sebagai pendukung beban roda.Sebagai penyetabil bodi kendaraan, karena dilengkapi CV joint.

b. Cara kerja axle shaft independent.

 

 

 

Dengan dilengkapi CV joint maka pada saat kendaraan melaju di jalan yang bergelombang maka posisi bodi kendaraan seakan – akan tidak terpengaruhi oleh keadaan jalan, karena dengan dilengkapi CV joint pada setiap gerakan, disamping dapat bergerak putar juga dapat bergerak memanjang, memendek dan membuat sudut.

 

  Constant Velocity Joint (CV Joint)

 

Fungsi : sebagai penyetabil posisi kendaraan terutama dijalan – jalan yang bergelombang.

 

 

 

 

 

 

  • Komponen – komponen CV Joint.

 

 

 

Keterangan :    1. Outer race.

2. Ball Cage.

3. Inner race.

4. Steel Ball



PENGEMBANGAN, IMPLEMENTASI DAN PEMBUATAN PERANGKAT ASESMEN BERBASIS KELAS UNTUK PEMBELAJARAN MATA KULIAH SISTEM PEMINDAH TENAGA
September 24, 2011, 1:42 pm
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, PENELITIAN, TEKNIK OTOMOTIF, Uncategorized

PENGEMBANGAN, IMPLEMENTASI DAN PEMBUATAN PERANGKAT ASESMEN BERBASIS KELAS UNTUK PEMBELAJARAN MATA KULIAH SISTEM PEMINDAH TENAGA MOBIL

Oleh
Wakhinuddin S

ABSTRAK

Penelitian bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan perangkat asesmen berbasis kelas yang validitas, praktikal, dan efektif untuk menilai pemahaman konsep, kemampuan pemecahan masalah, penalaran, komunikasi, serta koneksi mahasiswa, dalam pembelajaran Sistem Pemindah Tenaga (SPT) di Jurusan Teknik Otomotif FT UNP Padang. Perangkat asesmen dirancang guna menunjang pelaksanaan asesmen di jurusan, sesuai tuntutan kurikulum. Berdasarkan hasil ini dirancang prototipe perangkat asesmen berbasis kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan penelitian pengembangan dan eksperimen. Metode eksperimen digunakan rancangan treatment by design. Dalam eksperimen ini dipilih sampel kelas dan mahasiswa secara random. Di kelas eksperimen digunakan perangkat asesmen berbasis kelas, sedangkan di kelas kontrol dilakukan secara tes tertulis. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan dosen dan mahasiswa, serta tes. Hasil penelitan ditemukan bahwa perangkat asesmen berbasis kelas di lebih tinggi daripada kelompok mahasiswa yang diinilai dengan paper and pencil test. Efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan komunikasi, penalaran dan pemecahan masalah mahasiswa.
Kata kunci:
Asesmen Berbasis Kelas, Perangkat Penilaian, Validitas, Praktikalitas, dan efektiftas.



SOAL PENGANTAR PENDIDIKAN
Agustus 7, 2010, 9:07 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, TEKNIK OTOMOTIF

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

UJIAN AKHIR SEMESTER
SP 2010

MATA KULIAH : PENGANTAR PENDIDIKAN (S1 KEPENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF)
WAKTU : TIME OVER SENIN (09-08-2010; JAM 16.00)
SIFAT : OPEN BOOK
DOSEN : Wakhinuddin S
PETUNJUK : 1. Kerjakan soal-soal berikut,
2. Dilarang mencontoh.
3. Kirim via email (wakhid_nuddin@yahoo.com),
pastikan Sdr sudah pakai subjek dan pengirim; ini jadi daftar hadir.

Soal:
1. Uraikan apa perbedaan Moral dengan Tanggung jawab?, dan jelaskan keterkaitannya!
2. Jelaskan apa pengertian Dimensi keindividuan, dan apa keterkaitannya dengan pendidikan?
3. Susunlah dan jelaskan (setiap) fungsi unsur-unsur pendidikan yang anda ketahui! (Ini merupakan suatu sistem yang berurutan).
4. Jelaskan pengertian aliran Rekonstruksionisme, dan kaitannya dengan proses pembelajaran, sebutkan satu metode pembelajaran yang berbasis Rekonstruksionisme!
5. Uraikan apa yang dimaksud dengan pendidikan yang berlandaskan psikologis! Sebutkan satu contoh aliran psikologi yang banyak dipakai sekarang.
6. Apakah aliran pendidikan yang mendasari Pendidikan kejuruan ?
7. Sebutkan satu masalah pendidikan kita sekarang ini, dan jelaskan apa penyebabnya dan kira-kira apa solusinya!

—Goodlucky U—



UJIAN AKHIR SEMESTER BK
Agustus 6, 2010, 5:06 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, TEKNIK OTOMOTIF

UJIAN AKHIR SEMESTER
BIMBINGAN KARIR

FT UNP
Teknik Otomotif

—————————————————————————————–
Penjelasan:
1. Jawab soal berikut sesuai pertanyaan,
2. Take Home,
3. Dilarang mencontek dan kerjasama,
4. Maksimum 2 halaman folio.
5. Kumpul Selasa (10-08-2010) via :wakhid_nuddin@yahoo.com, time over 14.00,
6. Pengiriman yang diakui harus pakai subjek email dan nama pengirim

Soal :

1. Uraikan 5 keahlian utama seseorang beserta contohnya! (10%)
2. Jelaskan persiapan pergi ke tempat wawancara! (10%)
3. Jelaskan apa yang dimaksud Perencanaan Karir (10%)
4. Uraikan 6 langkah Perencanaan karir! (10%)
5. Apa fungsi 6 kata tanya bantu untuk mengarahkan karir? (10%)
6. Gambarkan dan beri penjelasan antar Tahapan Karir! (20%)
7. Apa yang dimaksud Jalur karir? (10%)
8. Gambar dan beri penjelasan tentang Jalur karir Manajemen umum! (20%)!
—–B)—–



PENGUKURAN KOMPETENSI MEKANIK OTOMOTIF
Juni 21, 2010, 7:09 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, PENGUKURAN (MEASUREMENT), TEKNIK OTOMOTIF

PENGUKURAN KOMPETENSI MEKANIK OTOMOTIF
Oleh: Wakhinuddin S

Pengukuran kompetensi mekanik otomotif dapat diungkapkan melalui kata kerja berikut: menyetel (adjust), meluruskan (align), menganalisa (analyze), merakit (assemble/reassemble), menyeimbang (balance), membuang udara (bleed), mengisi (charge), memeriksa (check), membersihkan (clean), memusatkan (concentricity), mengikis (deglaze), menetapkan (determine), mendiagnosa (diagnose), membongkar (disassemble), mengosongkan (discharge), mengevakuasi (evacuate), membersihkan (flush), menghoning (hone), menstar (jump start), melokalisir (locate), mengukur (measure), menampilkan (perform), membuang cairan (purge), melepas (remove), mereperasi (repair), mengganti (replace), memeriksa permukaan (resurface), menservis (service), memakai kunci momen (torque), membuktikan (verify), dan volt jatuh (voltage drop).

Kata-kata kerja ini dapat dipakai mengembangkan aktivitas-aktivitas seorang mekanik, dan digunakan mengukur kompetensi mekanik otomotif. Gunakan penilaian jens lembaran observasi dengan skala 1 – 5 atau lebih, asal ada kata bertingkat kualitas yang terukur, karena setiap angka mempunyai kualitas.



ANALISIS OKUPASI MEKANIK OTOMOTIF
Juni 15, 2010, 3:35 am
Filed under: Pendidikan Kejuruan, TEKNIK OTOMOTIF

ANALISIS OKUPASI MEKANIK OTOMOTIF
(Untuk Lulusan SMK Keahlian Mekanik)
Wakhinuddin S

JOB TITLE : SERVICE MAN III
Persyaratan-persyaratan Ketrampilan pekerjaan

PENDIDIKAN :

S.M K atau S.M.A (Sekolah menengah 4 tahun)

PERSYARATAN KETRAMPILAN PEKERJAAN :
Mampu membantu para pedagang atau bengkel mobl di dalam beraktivitas kerja sehari-hari. Kebanyakan terampilan diperlukan tenaga fisik dan technical skill, pengetahuan tentang motor Diesel dan Bensin, dan pemakaian perkakas tangan.

NOTES :

(a) Ada “Test materi mekanik otomotif dan Penalaran Mekanika”.
(b) Dengan proses penyesuaian/pemadanan pada tahun pertama, pelatihan,.
(c) Penggunaan dasar-dasar alat-alat ukur dan perkakas lainnya.
(d) Penggunaan perkakas tangan dasar secara benar.
(e) Pembelajaran membaca dan panduan layanan.
(f) Membiasakan diri dengan prosedur keamanan tempat kerja, sesuai dengan peraturan-peraturan keselamatan dan kesehatan kerja.



KESIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA WARGA BELAJAR KURSUS PARA PROFESI MEKANIK OTOMOTIF
Mei 15, 2010, 3:31 am
Filed under: PASCASARJANA, Pendidikan Kejuruan, PENELITIAN, TEKNIK OTOMOTIF

KESIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA WARGA BELAJAR KURSUS PARA PROFESI MEKANIK OTOMOTIF
(Kajian Teoritis Pada Warga Belajar Paket B dan Paket C dalam kelompok pelatihan Kursus Para Profesi (KPP) dibengkel UPTD SKB Padang Pariaman, Sumatera Barat)

Wakhinuddin S

Kesiapan adalah segala sesuatu yang harus dipersiapkan dalam melaksanakan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan. Untuk itu kesiapan memasuki dunia kerja diperlukan pengetahuan tentang gambaran orang-orang bekerja pada suatu bidang pekerjan tertentu, Smyth dan Cerbner di kutip Wright (1985) memberikan batasan dunia kerja pada kelompok kerja seperti: eksekutif bisnis, pejabat, pegawai kantor, guru, hakim, jaksa, pengacara, wartawan, dokter, ilmuwan, petugas kepolisian, personel militer, artis, mandor, perawat, penjual, pekerja setengah ahli dan tidak memiliki keahlian, penjahit, penghibur, petani, nelayan, pelayan, dan ibu rumah tangga.
Dari pengertian dan batasan-batasan dunia kerja pada kelompok kerja di atas maka pengertian dunia kerja yang dimaksud disini adalah gambaran tentang beberapa jenis dan proporsi pekerjaan yang ada seperti dalam bidang pertanian, usaha dan perkantoran, rekayasa, kesehatan, militer kemasyarakatan, kerumah tanggaan, dan seni budaya.
Dalam era globalisasi seluruh dunia kerja dan industeri berusaha meningkatkan efisiensi dan produktifitas kerja. Adanya peningkatan efisiensi dan produktifitas kerja menunjukkan bahwa perusahaan telah melaksanakan re-engineering dan re-strukturing dalam rangka mempersingkat proses produksi.
Kebangkitan ekonomi setelah krisis moneter telah menumbuhkan berbagai usaha di semua sektor. Seluruh perusahaan di harapkan akan dapat tumbuh dan berkembang menyerap angkatan kerja baru, Sementara mulai banyak perusahaan yang sudah mempersiapkan penempatan calon tenaga kerja.
Pemutusan hubungan kerja yang merupakan salah satu dampak krisis moneter sangat ditakuti oleh para pekerja sudah mulai berkurang, kegiatan usaha sudah mulai bangkit, masa krisis berakhir perekonomian mulai menggeliat, dunia usaha mulai bergairah, demikian juga dengan kebutuhan akan tenaga kerja pada dunia usaha, percepatan pertumbuhan jumlah angkatan kerja dengan kesiapan memasuki dunia kerja haruslah sebanding. Untuk itu para calon tenaga kerja harus mempersiapkan diri segera dengan mengikuti keterampilan tambahan melalui berbagai macam kursus, baik kursus dasar untuk berkomunikasi (Bahasa Inggris) maupun kursus keterampilan yang diselenggarakan oleh SKB, BLK, Panti asuhan Depsos dan badan penyelenggara kursus dan lain-lain. Guna menambah macam-macam keterampilan sesuai dengan minat dan bakat peserta didik, agar menjadi calon pekerja yang siap pakai dan siap memasuki dunia kerja. Oleh karena itu kita berharap dengan adanya globalisasi di semua bidang dapat membuka peluang kerja di dunia usaha dan dunia industri.
Flores A. Maljers, CEO dari Unilever N.V. (Randals, Schuler & Susan E. Jackson, 1992) mengatakan bahwa: Kendala terbesar yang dihadapi perusahaan dalam menghadapi globalisasi adalah keterbatasan sumberdaya manusia bukan terbatasnya modal. Pendapat semacam ini jelas menunjukkan adanya pergeseran paradikma dalam masyarakat industeri yang tidak lagi mendudukan modal sebagai satu-satunya sumber daya utama tetapi telah terbuka kesadaran bahwa manusia akan menjadi yang utama. Hal demikian di karenakan manusia merupakan unsur penting dalam kelancaran proses produksi.
Menurut Harjono (1990:23) mengemukakan bahwa: Kesiapan peserta didik untuk memasuki dunia kerja adalah segala sesuatu yang harus di siapkan dalam melaksanakan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesiapan lulusan kelompok belajar paket C untuk memasuki dunia kerja seperti: motivasi kerja, kemampuan kerja, kemampuan beradaptasi dengan pekerjaan, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, kemampuan berkomunikasi, penguasaan informasi tentang dunia kerja, persepsi tentang prospek karir, peluang untuk mendapatkan kesempatan kerja, dan gambaran pekerjaan yang dikerjakan di dunia kerja.
Banyak faktor yang mempengaruhi kesiapan memasuki dunia kerja seperti: motivasi kerja, adalah sesuatu yang mengarahkan timbulnya tingkah laku seseorang, dan memelihara tingkah laku tetrsebut untuk mencapai tujuan, yaitu suatu dorongan dari dalam diri individu untuk dapat mengerjakan tugas-tugas atau pekerjaan yang bermamfaat bagi diri individu sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
Kemampuan kerja juga dipandang sebagai ukuran keberhasilan peserta didik dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam berpraktek di bengkel-bengkel dan ini dapat di jadikan sebagai ukuran keberhasilan usaha pendidikan/pelatihan.
Disamping itu, ada faktor lain yang juga berpengaruh dalam kesiapan memasuki dunia kerja seperti: kemampuan beradabtasi dengan pekerjaan adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan jenis-jenis pekerjaan, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, kemampuan berkomunikasi. Yaitu kemampuan berkomunikasi dengan baik dan benar, penguasan informasi tentang dunia kerja, di mana semakin banyaknya seseorang mendapatkan informasi tentang dunia kerja maka pandangannya tentang dunia kerja akan semakin baik, persepsi tentang prospek karir merupakan pandangan tentang karir masa depan diramalkan dari masa kini dalam mewujudkan cita-cita masa depan, peluang untuk mendapatkan kesempatan kerja, yaitu mempunyai kepercayaan diri yang tinggi untuk bersaing dalam mendapatkan pekerjaan dan gambaran pekerjaan yang tersedia merupakan gambaran kerja yang banyak terdapat di dunia usaha.
Kesiapan untuk memasuki dunia kerja ada beberapa aspek yang harus di siapkan yaitu: (a) kepercayan diri, yaitu mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, (b) komitmen, yaitu kemauan/kesungguhan dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan aturan yang berlaku, (c) inisiatif/kreatif, yaitu mempunyai inisiatif dan kreatifitas yang tinggi dalam mengembangkan suatu keputusan tentang tugas yang di berikan, (d) ketekunan dalam bekerja, yaitu mempunyai keyakinan dan kesabaran dalam menyelesaikan pekerjaan, (e) kecakapan kerja, yaitu mempunyai kemampuan yang tinggi dalam melaksanakan pekerjaan baik dari segi pengetahuan, maupun keterampilan, (f) kedisiplinan, yaitu mempunyai sikap disiplin yang tinggi, patuh dan taat mengikuti segala peraturan dan ketentuan yang berlaku, (g) motivasi berprestasi, yaitu mempunyai kemauan yang tinggi untuk mengembangkan diri, (h) kemampuan bekerja sama, yaitu mempunyai sikap terbuka dan siap untuk bekerja sama dengan siapa saja dan bekerja dalam satu tim, (i) tanggung jawab, yaitu mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan yang diberikan, (j) kemampuan berkomunikasi, yaitu mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan baik, seperti penguasaan bahasa teknik, bahasa asing dan lain-lain.
Bertolak dari pendekatan, maka beberapa aspek tersebut erat hubungannya dengan masalah ketenagakerjaan, dunia kerja dan dunia industeri membutuhkan tenaga kerja yang mempunyai kopetensi yang baik di sisi lain dengan globalisasi memiliki sisi positif dan negatif, di satu sisi pasar bebas merupakan peluang bagi dunia kerja dan dunia industeri untuk mengembangkan usahanya, karena kran eksport terbuka lebar, sedangkan dampak negatif nya secara terbuka Indonesia akan menjadi serbuan tenaga kerja asing yang secara kualitatif lebih baik dibanding tenaga kerja kita, dan persaingan di dalam dunia kerja, dunia bisnis dan dunia industeri juga kan semakin meningkat karena persaingan tidak hanya dengan sesama pekerja lokal, tetapi sudah dengan pekerja profesional dari negara asing. Ini berarti kita akan segera memasuki persaingan global dalam beberapa aspek pekerja, bisnis, usaha, perdagangan, baik perdagangan umum dan jasa, serta hasil-hasil pertanian, industeri, teknologi, ataupun produksi lainnya.
Jika pertumbuhan ekonomi terus semakin membaik, prospek dunia bisnis, dunia kerja dan dunia industri juga akan terus berkembang sesuai dengan geliat peningkatan dan perkembangan perekonomian negara. Dalam mewujudkan peningkatan dunia usaha, dunia kerja, dunia bisnis, dan dunia industeri memerlukan tenaga atau sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi yang baik dan siap memasuki dunia kerja.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kesiapan memasuki dunia kerja merupakan hasil kerja yang di tunjukkan oleh oleh seorang peserta didik. Hal ini mencerminkan dengan indikator sebagai berikut: a) Kepercayaan diri, b) Rasa Tanggung jawab, c) komitmen, d) Kemampuan bekerja sama, e) Kemampuan bekomunikasi, f) Kecakapan kerja, g) Ketekunan dalam bekerja, h) Kedisplinan kerja, i) Inisiatif/kreatifitas.

(RR)




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.