Wakhinuddin’s Weblog


CIRI STANDAR KOMPETENSI
Oktober 16, 2014, 3:35 pm
Filed under: Pendidikan, PENGUKURAN (MEASUREMENT)

CIRI STANDAR KOMPETENSI

Pendekatan standard kompetensi memiliki ciri, antara lain:
 Adanya visi, misi dan tujuan pendidikan yang disepakati secara bersama ditingkat nasional.
 Adanya standard kompetensi lulusan (exit outcome) yang secara konsisten dan jelas dijabarkan dari tujuan pendidikan.
 Adanya kerangka kurikulum dan silabus yang merupakan artikulasi yang ketat dari kompetensi lulusan.
 Adanya sistem penilaian acuan kriteria (criterion-referenced assessment) dan standard pencapaian (performance standard) yang diterapkan secara konsisten



ANALISIS KOMPONEN UTAMA
Mei 12, 2014, 1:51 pm
Filed under: PENELITIAN, PENGUKURAN (MEASUREMENT)

ANALISIS KOMPONEN UTAMA
(AKU)

Oleh Wakhinuddin S

A. Tujuan AKU
Menurut Tabachnick, AKU adalah teknik statistik yang digunakan manakala peneliti tertarik pada sekumpulan data yang saling berkorelasi. Tujuannya ialah untuk menemukan sejumlah variabel yang koheren dalam subkelompok, yang secara relatif independen terhadap yang lain. Selanjutnya, dikatakan bahwa penggunaan utama dari AKU adalah untuk pengembangan alat ukur yang berkaitan dengan kepribadian, dan inteligensi. AKU kebalikan dari analisis faktor, AKU bersifat kovergen sedangkan Analisis faktor divergen.
Peneliti memulai dengan sejumlah besar butir-butir yang merefleksikan sifat-sifat yang hendak diukur, dan ingin menunjukkan bahwa butir-butir itu benar-benar berguna dalam pengukuran. Sedangkan tujuan khusus analisis komponen utama adalah meringkaskan bentuk hubungan di antara variabel-variabel teramati, mereduksi jumlah variabel yang banyak menjadi lebih sedikit, atau dari dimensi yang besar menjadi dimensi yang kecil, sehingga mudah diinterpretasikan (Tabachnick and Fidell, 1989: 597-598).
Analisis Komponen Utama (AKU) bertujuan menerangkan struktur variansi-kovariansi melalui kombinasi linear dari variabel-variabel asal. AKU biasanya digunakan untuk : (1) Mengidentifikasi variabel-variabel baru yang mendasari data variabel ganda. (2) Mengurangi banyaknya dimensi himpunan variabel asal yang terdiri atas banyak variabel dan saling berkorelasi. (3) Menetralisir variabel-variabel asal yang memberikan sumbangan informasi yang relatif kecil. Variabel baru yang dimaksud di sini disebut dengan komponen utama, yang berciri: (a) merupakan kombinasi linear variabel-variabel asal; (b) jumlah kuadrat koefisien dalam kombinasi linear bernilai 1; (c) tidak berkorelasi; (d) mempunyai variansi terurut dari terbesar ke yang terkecil (Siswadi dan Suharjo, 1997: 10-11).

Menurut Johnson dan Dean, AKU terkonsentrasi pada penjelasan struktur variansi dan kovariansi melalui suatu kombinasi linear variabel-variabel asal, dengan tujuan utama melakukan reduksi data dan membuat interpretasi. Analisis komponen utama lebih baik digunakan jika variabel-variabel asal saling berkorelasi (1988: 340).

AKU akan cukup efektif jika antar p variabel asal terdapat korelasi yang cukup tinggi (2002: 5-1).

Menurut Dillon dan Goldsetin, ketika kita berhadapan dengan variabel dalam jumlah yang besar, bagaimanapun, akan timbul beberapa masalah praktis. Misalnya, untuk 10 variabel saja kita berhadapan dengan 45 korelasi yang harus dipertimbangkan; dengan 20 variabel terdapat 190 korelasi yang harus diperhatikan; dengan 40 variabel maka sebanyak 780 korelasi antarvariabel itu yang harus diekstraksi. Meningkatnya jumlah variabel akan meningkatkan banyaknya koefsiein korelasi yang harus diperhitungkan. Karena jumlah variabel yang begitu besar, maka beberapa teknik reduksi data sangat diperlukan (1984: 23). Salah satu teknik statistik yang dapat digunakan untuk mereduksi data ialah analisis komponen utama (Johnson and Dean,1988 : 340).



Jenis Asesmen Alternatif
Desember 22, 2013, 5:56 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, PENGUKURAN (MEASUREMENT)

JENIS ASESMEN ALTERNATIF

Pada kurikulum 2013 penilaian hasil belajar tidak hanya pada ranah kognitif, tetapi juga ranah psikomotor dan ranah afektif (sikap). Ke-tiga ranah mendapat tempat yang sama pada rapor siswa. Untuk dapat mengukur dan menilai dengan tepat hasil belajar siswa perlu dipahami beberapa jenis asesmen lainnya, asesmen demikian disebut asesmen alternatif. Asesmen alternatif hakekatnya merupakan Penilaian Otentik.

Ada beberapa jenis asesmen alternatif,  jenis asesmen alternatif antara lain; a) Asesmen kinerja (Performance assessment), b) Observasi dan pertanyaan (Observation and Questioning), c) Presentasi dan Diskusi (Presentation and Discussion), d) Proyek dan Investigasi, e) Portofolio dan Jurnal, f) Wawancara (interview) dan konferensi, g) Evaluasi diri oleh siswa, h) Tes buatan siswa, i) Pekerjaan Rumah.

 



Pengembangan perangkat penilaian unjuk kerja SMK kelas XII untuk materi sistem injeksi bahan bakar motor diesel
September 27, 2013, 2:25 pm
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, PENELITIAN, PENGUKURAN (MEASUREMENT)

PENGEMBANGAN PERANGKAT ASESMEN UNJUK KERJA

PADA JURUSAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK.

Wakhinuddin S.

FT UNP

email : wakhid_nuddin@yahoo.com

Abstract:

Wakhinuddin S. 2013. “The Development of Performance Assessment for diesel engines injection pump system – automotive at Vocational High School Class XII”.

One of purpose of automotive (small engines)  study listed in content standards and national education standar is for students to get authentic assessment. Because of doesn,t enough compentency for assessment on workshop make automotive assessment not correct or invalid. To solve this problem, so it is needed to develop of performance assessment to assess student performance in the workshop.

This research aimed at developing a valid performance assessment. Related to the aim, this research belongs to research and development. The development model that was applied was 4-D model. It consisted  of four stages, they are: define, design, develop, and disseminate. Expert validation was used to know the validity of the developed materials. The research data were collaected by using validation sheet, observation sheet, questionnaire, and achievement test. The data were analyzed by using descriptive statistical analysis.

Based on the data validation, the average of the materials validation is 84%. It showed that performance assessment which has been developed has valid categorized. In conclusion, the performance assessment which have been developed for automotive, especially at Diesel injection pump of solutionis valid.

Abstrak :

“Pengembangan perangkat penilaian unjuk kerja SMK kelas XII untuk materi sistem injeksi bahan bakar motor diesel”

Wakhinuddin S, 2013

Salah satu kualitas pembelajaran Teknik Kendaraan Ringan (otomotif) tercantum dalam standar isi standar Nasional pendidikan adalah agar peserta didik dapat memperoleh penilaian yang otentik dan akurat. Karena kompetensi guru belum memadai dalam mengembangkan perangkat asesmen unjuk kerja dan fasilitas bengkel yang kurang memadai mengakibatkan pelaksanaan asesmen kurang tepat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dikembangkan suatu perangkat asesmen unjuk kerja untuk menentukan nilai siswa yang akurat.

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat asesmen unjuk kerja yang valid. Berdasarkan tujuan tersebut, penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan. Model pengembangan yang dipakai adalah model 4-D (four-D model). Model 4-D terdiri dari 4 tahap yaitu: define, design,develop, dan disseminate. Akan tetapi karena keterbatasan waktu dan biaya, penelitian ini hanya dilakukan sampai pada tahap develop saja. Validasi oleh pakar digunakan untuk mengetahui validitas perangkat asesmen unjuk kerja yang dikembangkan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis statistik deskriptif.

Berdasarkan data dari lembar validasi diperoleh rata-rata validasi sebesar 84%. Angka ini menunjukan perangkat asesmen unjuk kerja yang dikembangkan tergolong valid. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perangkat asesmen unjuk kerja SMK untuk materi inkjeksi bahan bakar motor diesel yang dikembangkan sudah valid.

 

 



HDI INDONESIA
Juni 24, 2013, 3:14 pm
Filed under: PENELITIAN, PENGUKURAN (MEASUREMENT)

HDI Indonesia dari tahun 1984-sekarang
(laporan UNDP)

HDI Indonesia

Human Development Indexs (HDI), Indonesia ranking ke 142 dari 187 negara sampel, dari tahun 1984 s/d sekarang dari laporkan UNDP



MENGGUNAKAN DIAGRAM BATANG UNTUK ANALISIS GAP
Agustus 23, 2012, 5:23 pm
Filed under: PENELITIAN, PENGUKURAN (MEASUREMENT)

MENGGUNAKAN DIAGRAM BATANG UNTUK ANALISIS GAP

Wakhinuddin

Pelaksanaan program dapat menggunakan analisis gap mengidentifikasi prioritas untuk perbaikan. Kesenjangan antara kepentingan dan kepuasan, di mana diagram kepuasan (satisfaction) lebih pendek dari diagram penting (importance). Diagram batang, seperti yang diilustrasikan di bawah ini adalah kesederhanaannya. Peneliti dapat melihat, memahami dan menarik kesimpulan yang tepat.

Gambar : Gap analisis menggunakan bar chart

Diagram batang

 

Pada contoh diilustrasikan oleh Gambar, kesenjangan terbesar adalah aspek pelayanan cepat. Kecepatan pelayanan menerima skor pentingnya 4.5 dari 5, namun skor kepuasan hanya 2,5 dari 5, berarti aspek ini perlu diperhatikan.



TEORI RESPONS BUTIR
Agustus 19, 2012, 12:15 pm
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, PENGUKURAN (MEASUREMENT)

TEORI RESPONS BUTIR

Wakhinuddin

Teori respons butir (TRB) menggunakan distribusi probabilitas dalam bentuk kumulatif, dan secara empiris menunjukkan  bahwa probabilitas jawaban betul pada butir ke–i berhubungan dengan kemampuan siswa,  andaikata data-data hubungan keduanya digambarkan akan terbentuk grafik ojaif normal.  Dari data probabilitas jawaban betul dan kemampuan responden dapat membuat bentuk grafik ojaif beraneka, ada yang landai dan adapula yang curam. Setiap grafik (kurva) menggambarkan bagaimana keadaan nilai parameter butir (b, а, c) dan parameter kemampuan (θ) responden.

Model ideal atau skala sempurna suatu variabel terpendam ada dalam kondisi  Θ <  bi dimana Pi(Θ) = 0 dan Θ ≥ dimana Pi (Θ) = 1, digambarkan

 

P (θ)

1,00

 

 

Probabilitas respons positif

 

0,00

bi

(Karakteristik latent )

Gambar: Kaitan antara probabilitas respons positif dan

       karakteristik terpendam dengan model sempurna.

Gambar di atas merupakan model sempurna pengukuran variabel terpendam, sangat jarang hasil pengukuran memenuhi persyaratan model ideal. Gambar di atas merupakan tampilan penskalaan Guttman yang mengukur variabel latent sikap. Secara empirik (data siswa dan data butir) sesuai dengan teori respons butir modern. Karakter skala Guttman adalah penskalaan teknik kumulatif, pengukuran tunggal-matra (unidimensional), menggunakan sekor individu  dan sekor total.




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.