Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR
JURUSAN TEKNIK OTOMOTIF
FT UNP
UJIAN SEMESTER : JANUARI – JUNI 2013
MATA KULIAH : Evaluasi Pembelajaran
KUMPUL : Rabu, Jam 16.00 (Untuk seksi 38980 dan kamis pagi u/39008)
DOSEN : WAKHINUDDIN S
SIFAT : 1. PILIH 7 (tujuh) DARI 11 SOAL DI BAWAH INI
2. DILARANG MENCONTEK (Plagiat).
PERNyATAAN: Saya percaya bahwa Allah swt mengetahui semua isi bumi dan langit, dan soal ini saya kerja sendiri tanpa membuka buku dan mencontoh. (Tulis ini pada lembaran jawaban, diakhir jawaban soal).
SOAL:
1. Uraikan fungsi evaluasi (dalam format tabel) !
2. Sebutkan pengertian Evaluasi !
3. Sebutkan pengertain Ujian (testing) !
4. Jelaskan perbedaan PAK (pengukuran acuan kriteria) dan PAN (pengukuran acuan norma) ! (dalam bentuk tabel minimal 5 aspek)
5. Buat hirarki Taxonomi Bloom kognitif dan artinya masing-masing !
6. Buat 2 soal yang berbasis pada tingkat berpikir Pemahaman (understand) !
7. Buat 2 soal yang berbasis pada tingkat berpikir Aplikasi (aplication) !
8. Bandingkan kelemahan dan keistimewaan antara soal ragam objektif (PG) dengan soal ragam essay (dalam bentuk tabel)!
9. Jelaskan perbedaan Tes Formatif dan Tes Sumatif !
10. Jelaskan apa fungsi Indikator (pada Silabus) pada saat saudara membuat soal suatu mata ajar di sekolah !
11. Uraikan prosedur pembuatan soal pilihan ganda (PG)!
JURUSAN TEKNIK OTOMOTIF
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
UJIAN TENGAH SEMESTER
SEMESTER JANUARI – JUNI 2013
MATA KULIAH : MOTOR DIESEL
KUMPUL : 08.00, hari: Rabu/ 01-05-2013, Locker
PETUNJUK : 1. Kerjakan soal-soal berikut dengan tulisan
tangan pada kertas double folio,
2. Dilarang mencontoh.
PERNyATAAN: Saya percaya bahwa Allah swt mengetahui semua isi bumi dan langi, dan soal ini saya kerja sendiri tanpa mencontoh teman. (Tulis ini pada lembaran jawaban, diakhir jawaban soal).
Soal (essay):
1. Jelas perbedaan siklus diesel dan sabthe (dual)!
2. Jelas dalam satu proses penginjeksian bahan bakar motor, mulai dari langkah prestroke sampai effecctive stroke, beri gambar kerjanya; apa bila tinggi angkat Cam 8 mm!
3. Jelaskan perbedaan injektor jenis pintle dan multi hole, bantu dengan gambar!
4. Jelaskan kaitan batang gerigi dengan plunyer dalam tiga posisi 0, Menengah, dan maksimum (beri gambar)!
5. Jelaskan kenapa ada kamar depan dan kamar pusar pada ruang bakar motor diesel?
6. Uraikan fungsi dan cara kerja katup delivery (pemberi) pada pompa bahan bakar in line motor diesel !
7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan persiapan pembakaran!
8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pembakaran lanjut, sampaikan dalam bentuk gambar!
9. Apa yang dimaksud dengan pembakaran kimia pada proses pembakaran motor diesel!
10. Sket unit injektor dan jelaskan fungsi masing-masing komponennya (min. 7 komponen)!
—–GBU—–
Komponen Asesmen Performansi (Unjuk Kerja)
Wakhinuddin
Ada beberapa komponen yang harus terdapat pada suatu lembaran asesmen unjuk kerja, yaitu :
1. Nama tugas, yaitu kata kerja operasional indikator pada silabus TKR pada lihat SKKNI (level mekanik/teknisi) atau OPKR
2. Skala penilaian, yaitu skala pengukuran (rating scale) ada 4 skala atau 5 skala
3. Dimensi adalah bagian-bagian dari nama tugas
4. Degradasi rubrik adalah level kualitas ketercapaian pekerjaan sesuai dengan kriteria pekerjaan tersebut.
Letak dari masing-masing komponen tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini.
NAMA TUGAS: ………………………………………………………………..
Level 1 Level 2 Level 3 Level 4 Level 5
Dimensi 1 Tidak kompoten Kurang kompoten Cukup kompoten Kompoten
tinggi Kompoten sangat tinggi
Dimensi 2
Dimensi 3
Dimensi lainnya
Gambar 1: Komponen asesmen unjuk kerja
Secara hirarki suatu asesmen unjuk kerja dapat dipetakan sebagai berikut. Pertama sekali penentuan pensekoran; ada dua ragam, yaitu centang (checklist) dan skala penilaian (rating scale). Ragam centang hanya memberi tanda centang (√) pada tempat (ruang) yang disediakan khusus tempatnya, kekurangan ragam ini ada pada pengolahan data, ragam ini hanya dapat diolah dengan statistik deskriptif saja, seperti frekuensi, persentase, jumlah, dan modus. Berbeda dengan ragam skala penilaian, ragam ini menyediakan opsi yang mempunyai kualitas (graduasi) penilaian, seperti: skala 1 s/d 3, 1 s/d 4, 1 s/d 5, atau seterusnya tergantung banyak kriteria yang dimiliki dimensi tersebut.
Selanjutnya pembuatan rubrik, rubrik adalah kriteria membuat penilaian, rubrik berbentuk frasa yang berisikan kriteria dari dimensi yang dinilai, semakin lengkap kriteria yang terpenuhi siswa (testi), semakin baik pula nilai yang didapatnya. Rubrik pada asesemen unjuk kerja ada 2 (dua) jenis yaitu rubrik holistik dan rubrik analitik. Rubrik holistik menilai kerja siswa secara keseluruhan, dan rubrik analitik menilaian siswa secara komponensial.
FT UNP
Teknik Otomotif
UJIAN TENGAH SEMESTER
JANUARI – JUNI 2013
BIMBINGAN KARIR
—————————————————————-
Penjelasan:
1. Jawab soal berikut sesuai pertanyaan,
2. Kumpul hari Rabu, 24/04/2013, jam 12.00., di locker.
3. Dilarang mencontek dan plagiat,
4. Maksimum 2 halaman folio.
Soal :
1. Uraikan 5 keahlian utama beserta contohnya! (10%)
2. Jelaskan persiapan pergi ke tempat wawancara! (10%)
3. Jelaskan apa yang dimaksud Perencanaan Karir (10%)
4. Uraikan 6 langkah Perencanaan karir! (10%)
5. Apa fungsi 6 kata tanya bantu untuk mengarahkan karir? (10%)
6. Gambarkan dan beri penjelasan antar Tahapan Karir! (20%)
7. Apa yang dimaksud Jalur karir? (10%)
8. Tulis satu jabatan karir Mekanik otomotif , dan kemudian sebutkan syarat dan uraikan pekerjaanya ! (20%)!
—–GBU—–
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
JURUSAN TEKNIK OTOMOTIF
UJIAN TENGAH SEMESTER
SEMESTER JANUARI – JUNI 2013
MATA KULIAH : MMK 2
——————————————————————————————————————–
DOSEN : Dr. Wakhinuddin S., MPd
PETUNJUK : 1. Kerjakan soal-soal berikut,sesuai pertanyaan
2. Dilarang mencontoh/PLAGIAT
3. Kumpul hari Rabu, tgl 24/04/2013, jam 09.00 (close), pada Locker.
Soal:
1. Tuliskan apa yang dimaksud dengan pengertian Strategi, metode, dan teknik dalam suatu pembelajaran!
2. Pilih salah satu strategi pembelajaran, beri alasan kenapa saudara memilih dan memakai strategi tersebut!
3. Apa yang dimaksud Pembelajaran Efektif?
4. Uraikan bagaimana melaksanakan model mbelajaran berpikir induktif, yang dilakukan dalam beberapa tahap!
5. Buatlah RPP salah satu KD dari kurikulum KTSP Keahlian Mekanik Otomotif, untuk pembelajaran praktek! Lengkap dengan pengembangan Silabus, dan Jobsheetnya!
—–Good Lucky U—–
Tes Performansi
(Unjuk Kerja)
Oleh
Wakhinuddin
Kata ‘perform’ sepadan dengan ‘do’, yang berarti ‘melakukan’, dan performansi dapat diartikan ‘sedang melakukan’ (performing) dinyatakan dalam bentuk kata kerja. Ada beberapa kata terjemahan performance, seperti Kinerja dan Unjuk kerja. Kata ini sering dipakai disiplin manajeman. Istilah performance lebih cocok disebut ‘performansi’ saja. Karena dalam sebutan performansi aspek denotatif tetap terdapat, yaitu mengandung ‘proses atau aktivitas’. Dengan demikian performansi dapat diartikan ‘dapat melaksanakan suatu tugas’.
Ragam tes performansi adalah cara penilaian menuntut siswa melakukan tugas dalam bentuk perbuatan yang dapat diamati guru atau penilai lainnya. Dalam proses performansi akan diketahui siswa yang mengusai materi ajar dan yang tidak mengusai materi. Kemampuan performansi membedakan keadaan siswa ini menunjukkan bahwa performansi memiliki sifat mengukur dan menilai. Sifat inilah yang membuatnya menjadi suatu instrumen penilaian, yang disebut tes performansi. Sifat ini juga membuat tes performansi dikategori sebagai Tes acuan-kriteria.
Ada tiga elemen utama tujuan tes performansi, yaitu: 1. kondisi tugas yang akan ditampilkan; 2. deskripsi tugas; dan 3. kriteria kerja. Elemen-elemen ini menunjukkan, tes performansi tidak dapat dilepaskan dari suatu perbuatan kerja. Beberapa penulis menggandeng kata performansi dengan kata tugas, sehingga dibaca tugas performansi (performance task).
Tugas performansi tidak sekedar yang guru berikan ke siswa di kelas, tetapi juga mencakup banyak keterampilan dan umumnya aplikasi langsung ke tugas nyata di masyarakat sehari-hari. Keadaan ini, realisasi pandangan konstruktivisme mengatakan, pembelajaran adalah proses pembentukan siswa, membentuk pengetahuan dan menginterpretasi pengalaman hidup. Konstruktisme juga berpendapat, pembelajaran itu tidak linier, tidak bebas konteks dan berpikir. Pembelajaran harus membentuk siswa agar siap menghadapi kehidupan di masyarakat.
Pada penelitian ini, ada dua ragam tes performansi berbeda konsep dan teknis pelaksanaan pengukuran kompetensi siswa, yaitu: (1) skala penilaian tapa pembobotan (SPTP); skala penilaian mempunyai sekor tetap 0 sampai 5, karena setiap aktivitas mempunyai sekor sama (tetap) maka disebut skala penilaian tanpa pembobotan, (2) skala penilaian pakai pembobotan (SPPP); pada SPPP skala penilai pada aktivitas mempunyai bobot berbeda, mulai dari sekor 0 – 5, sekor 0 –10, dan sekor 0 –20. Karena skala penilaian aktivitas berbeda bobot, maka disebut skala penilaian pakai pembobotan;
Tes performansi mempunyai beberapa keistimewaan, antara lain: (a) mengatasi beberapa hal (terutama keterampilan) yang tidak dapat dinilai dengan ‘tes kertas-pensil’; (b) lebih alami, langsung, lebih tuntas menilai keterampilan (skill); (c) bermanfaat bagi siswa yang kurang ingin membaca; (d) mendorong aplikasi pembelajaran kepada situasi kehidupan nyata. Namun, ada juga beberapa kelemahan penilaian performansi, yaitu: (a) pemakaian waktu dan usaha yang banyak; (b) pensekoran dan penilaian cenderung subjektif, tidak adil, rendah reliabilitas; (c) penilaian individual daripada kelompok .
Dalam melaksanakan penilaian performansi paling tidak ada tiga hal yang harus diperhatikan, antara lain: (a) Kriteria ganda; (b) Standar kualitas ditetapkan dulu; (c) Penilaian . Respon siswa terhadap tes performansi (tugas) tidak hanya dinilai dari satu aspek saja, tetapi dari beberapa aspek seperti: prosedural, ketelitian, kecepatan, ketepatan. Standar penilaian harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan pada kurikulum. Siswa dinilai oleh beberapa penilai, penilai adalah ahli dan terampil dibidang materi ujian.
Suatu tes performansi tugas yang diujikan kepada siswa haruslah mempunyai kriteria evaluasi sebagai berikut: (a) Generalizabiliti, (b) Otentik, (c) Penilaian ganda-terurai-otentik; (d) Dapat diajarkan; (e) Jujur; (f) Dapat dilakukan; (g) Dapat disekor . Ketujuh kriteria harus terkandung dalam satu butir tes. Bila salah satu tidak terpenuhi berarti penilaian performansi dapat dikatakan tidak berjalan dengan baik.
Penilaian performansi dapat difokuskan pada prosedur dan produk atau keduanya. Beberapa jenis dari performansi tidak menghasilkan produk nyata, seperti membaca, memainkan instrumen musik, dan bermacam faktor fisik. Kegiatan seperti ini lebih banyak didominasi keterampilan manipulatif dan keterampilan teknis, dan hendaklah dinilai dalam keadaan sedang berkerja (proses). Sebagaimana pendapat Norman E, Gronlund, performansi sering dikaitkan dengan kualitas dari suatu proses. seperti performansi presisi: “dapat mengukur diameter piston dalam mikro meter”.
BATAS LULUS
(Setting Standard – Cut Off)
Metode dalam menetapkan standar batas kelulusan, yaitu contrasting-groups standard-setting method. Ada 2 versi dalam metode ini yaitu metode yang pertama method-tire versi person-focused dan versi response-focused. Versi respon-focused adalah versi yang lebih baik, hal ini dapat ditingkatkan dengan mengadopsi beberapa praktek metode angoff yang dimodifikasi.
Sudah hampir selama 30 tahun para pendidik sudah menggunakan tes criterion-referenced/tes prestasi untuk membuat pertimbangan tentang pengetahuan dan keterampilan siswa. Hal ini dimulai secara sungguh-sungguh pada tahun 1970-an dengan kemampuan yang minimum untuk melakukan perubahan. Nilai tes kemampuan yang minimum secara khusus digunakan untuk menunjukkan apakah tingkat kelulusan para siswa sekolah menengah ditingkat pengetahuan dan keterampilannya yang telah dicapai bisa diterima. Proses pengetahuan telah digunakan untuk mengelompokkan para siswa yang pintar dan yang tidak pintar. Perubahan penilaian yang berdasarkan standar dimulai pada tahun 1990-an. Banyak daerah mulai menguji para siswanya dibeberapa kelas dengan pengaturan yang baku di kelas tersebut. Standard-setting memberikan contoh penilaian nasional tentang kemajuan pada (NAEP) yang dimulai dengan penggolongan dan melaporkan nilai dengan kategori awal tahun 1990-an.
Standard-setting meliputi pengembangan standar prestasi dan batasan nilai. Standar prestasi itu adalah suatu uraian pengetahuan dan keterampilan bahwa siswa harus mendemonstrasikan untuk menunjukkan bahwa mereka menemukan sebuah tingkatan prestasi yang spesifik di dalam suatu area. Batas nilai adalah tes nilai yang memisahkan siswa yang mencapai standar prestasi dan yang tidak. Standar prestasi itu adalah konsep dan batas nilai adalah defenisi operasional dari konsep tersebut.
Banyak metode standard-setting yang telah dikembangkan, dan telah dikelompokkan baik sebagai metode test-centered atau metode examinee-centered. Metode test-centered memusatkan pada materi sebagai objek pertimbangan. Metode ini merupakan metode yang paling baik dipelajari yang telah dimodifikasi dengan metode angoff. Dengan metode ini standar prestasi dapat dikembangkan dan kemudian penilaian dapat dilakukan oleh seorang pelatih / sekelompok pelatih yang akan mengoreksi jawaban dari setiap item yang ada dalam tes / penilaian pada setiap tingkat prestasi. Penilaian itu dijumlahkan untuk masing-masing item yang dinilai oleh tim penilai dan penjumlahan adalah rata-rata ketercapaian suatu nilai yang mencapai batas nilai.
Sebaliknya metode examinee-centered berpusat pada penempuhan ujian sebagai objek pertimbangan. Metode examinee-centered ini yang paling umum adalah metode contrasting-groups dan metode borderline-group. Metode ini sudah teruji sebelumnya. Metode contrasting-groups biasanya diuraikan sebagai prosedur dimana penilaian pada standard-setting menggolongkan suatu kelompok penempuh ujian/penempuh ujian yang berkemampuan menurut ketercukupan dari pengetahuan mereka berdasarkan pada pokok materi dengan melalui tes. Batas nilai menetapkan titik yang membagi keduanya. Versi metode contrasting-groups adalah suatu prosedur person-focused. Versi metode contrasting-groups memfokuskan pada respon dalam menjawab ujian. Metode ini memusatkan pada keputusan peserta tes dalam menjawab soal. Perbedaan antara versi person-focused dan versi response- focused tidak terdapat dalam artikel sebelumnya.
Langkah-langkah utama metode itu yang telah dilaksanakan dalam set standar adalah: a. Memilih penilai dan peserta tes (penilai untuk studi person-focused atau untuk pengujiannya; b. Pelatihan untuk pengujian; c. Mengembangkan uraian dengan defenisi standar prestasi (konseptual yang membagi garis antara anak yang pintar dan yang tidak pintar; d. Membuat pertimbangan terhadap peserta ujian untuk hail ujian itu; e. Menggunakan hasil pertimbangan untuk mengkalkulasikan batas nilai. Menurut Clauser dan Sceleina. Langkah-langkah yang lain berupa a. evaluasi terhadap; b. perbandingan prosedur dari dalam metode set standar; c. Mengadakan statistik peragaan Studi Cizeky dan Hemat.
Tentang 2 versi group contrasting, versi person-focused telah umum diuraikan dan diterapkan oleh para ahli, sedangkan versi response- focused di terapkan lebih sedikit walaupun pada saat ini sudah diusahakan untuk menjadi populer bila dibandingkan dengan metode angoff yang sudah dimodifikasi. Beberapa studi membandingkan batas nilai yang dihasilkan oleh metode contrasting-groups dan batas nilai yang produksi untuk metode lain. Kita tidak bisa menetapkan suatu yang baku kecuali kita memutuskan apa yang kita inginkan. Kita harus menyediakan satu baris peningkatan, suatu variabel yang menerangkan apa yang kita cari.
siswa
Standar
Gambar 2.
Variabel ini biasanya lahir karena sebuah tes kemudian dikalibrasi dengan materi tes yang menggambarkan baris dan membantu kita untuk memutuskan nilainya, cukup banyak ukuran tes Takers menunjukkan kepada kita siapa yang nilainya bagus dan tidak bagus. Satu hal yang menjadi tolak ukur adalah siswa itu sendiri dan yang lainnya standar kita. Jika tes dimaksudkan untuk menstratifikasi tes takers, kemudian banyak standar yang perlu untuk diseting. Keputusan yang pertama dalam menetapkan standar adalah menempatkan suatu ukuran. Titik variabel perghitungan adalah penambahan. Ini memerlukan pertimbangan oleh ahli yang kualitatif. Keputusan yang kedua adalah memutuskan tingkat penguasaan. Apakah tingkat sukses terpenuh ”penambahan materi diharapkan”. Tingkat penguasaan 100% sukses menyiratkan kemampuan yang sempurna, tetapi itu tidak mungkin. 50% sukses menunjukkan pada ukuran. 75% sukses. Yang logis di atas 90%.
Gambar 3.
Daerah kepercayaan penempatan baku, ini menandai titik akhir dimana kita dapat mempunyai 95 % kepercayaan dalam menetapkan satu arah dengan cara yang sama dalam menetapkan standar. Sepanjang daerah siswa dan daerah baku tidak tumpang tindih. Satu keputusan harus jelas ketika mereka tumpang tindih pada suatu asimetri alami ketika kita menjamin kemampuan, maka kita dapat menjamin mutu. Kita yakin dengan pengecualian siswa di atas standar, jika kita tidak yakin maka siswa tidak lewat.
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR
Perencanaan Pembuatan Tes
by Wakhinuddin s
FT UNP
Untuk membuat tes, terlebih dahulu direncanakan langkah yang mengawali penyusunan tes tersebut. Disini dipertimbangkan segala aspek pembuatan tes. Hal ini merupakan ciri pengembangan spesifikasi tes yang baik.
Spesifikasi tes merupakan uraian yang menunjukkan keseluruhan ciri yang harus dimiliki tes yang dikembangkan. Spesifikasi tes tersebut meliputi :
- Menentukan tujuan umum serta persyaratan tes
- Menyusun kisi-kisi tes sebagai acuan, berisi ruang lingkup, tekanan dan bagian-bagian tes yaitu materi pelajaran dan tingkat kognitif yang diukur.
- Memilih tipe soal yang sesuai dengan tujuan tes, pemberian skor, administrasi dan pencetakan tes.
- Menentukan taraf kesukaran soal dan distribusinya.
- Menentukan banyaknya butir untuk seluruh dan sebagian tes, bobot, reabilitas, waktu dan ujicobanya.
- Menentukan cara penysunan soal dalam bentuk akhirnya.
- Menyiapkan penulisan soal dan penelaahan soal.
Mehrens dan Lemann ( 1973 : 197-198 ) menambahkan bahwa rumusan pertanyaan jelas, butir tes ditulis pada kertas yang berbeda, dibuat lebih dari yang diperlukan, ditulis setelah materi diajarkan, lakukan perbaikan sebelum diujikan serta persiapkan kunci dan aturan penilaian.
PROGRAM PASCASARJANA
UNP
UJIAN AKHIR SEMESTER JUL-DES. 2012
STATISTIK
Kelas Reguler B.Ing.
Kelas Dinas – B.Ing. dan
Kelas Dinas – Seni Budaya.
———————————————————
Dosen pengampuh : Dr. Wakhinuddin S. M.Pd
Penjelasan :
- 1. Jawab soal berikut sesuai pertanyaan,
- 2. Take home,
- 3. Kumpul hari Jum’at (04-01-2013), jam 10.00,
- 4. Lembaran jawaban diserahkan kpd Sdr. Didik,
- 5. Lembaran jawaban maks.12 halaman (3 lbr) kertas double folio,
- 6. Tulis pernyataan ini diakhir jawaban: Maha besar Allah swt. Saya bersumpah bahwa soal ini saya kerjakan sendiri, tanpa mencontoh teman.
Soal:
- Jelaskan apa yang dimaksud dengan Frekuensi, Rata-rata, Median, Modus, Varian dan SD, dan jelaskan penggunaannya?
- Ada satu set data X dan Y:
| No. | X | Y |
| 1 | 2 | 2 |
| 2 | 2 | 1 |
| 3 | 1 | 1 |
| 4 | 1 | 1 |
| 5 | 3 | 5 |
| 6 | 4 | 4 |
| 7 | 5 | 7 |
| 8 | 5 | 6 |
| 9 | 7 | 7 |
| 10 | 6 | 8 |
| No. | X | Y |
| 11 | 4 | 3 |
| 12 | 3 | 3 |
| 13 | 6 | 6 |
| 14 | 6 | 6 |
| 15 | 8 | 10 |
| 16 | 9 | 9 |
| 17 | 10 | 6 |
| 18 | 9 | 6 |
| 19 | 4 | 9 |
| 20 | 4 | 10 |
Hitung:
- Rerata, JK (SS), SD dan Korelasi antara X dan Y
- Persamaan regresi Y pada X,
- Tetapkan taraf Signifikasinya.
- Beri kesimpulan.
- Ada satu set data X1, X2 dan Y
|
No. |
X1 |
X2 |
Y |
|
1 |
70 |
41 |
10 |
|
2 |
71 |
43 |
11 |
|
3 |
72 |
46 |
12 |
|
4 |
73 |
47 |
15 |
|
5 |
74 |
45 |
11 |
|
6 |
75 |
48 |
12 |
|
7 |
78 |
49 |
13 |
|
8 |
79 |
48 |
14 |
|
9 |
78 |
49 |
15 |
|
10 |
79 |
52 |
18 |
|
11 |
76 |
42 |
15 |
|
12 |
80 |
40 |
14 |
|
13 |
82 |
39 |
13 |
|
14 |
81 |
46 |
15 |
|
15 |
83 |
49 |
18 |
|
16 |
84 |
43 |
17 |
|
17 |
84 |
42 |
16 |
|
18 |
83 |
48 |
19 |
|
19 |
80 |
46 |
16 |
|
20 |
85 |
48 |
16 |
|
21 |
88 |
50 |
18 |
|
22 |
89 |
51 |
17 |
|
23 |
86 |
53 |
20 |
|
24 |
85 |
52 |
19 |
|
25 |
88 |
53 |
22 |
|
26 |
90 |
48 |
20 |
|
27 |
94 |
47 |
19 |
|
28 |
93 |
54 |
22 |
|
29 |
95 |
54 |
22 |
|
30 |
98 |
60 |
25 |
Hitung:
- Persamaan regresi X1 pada Y
- Persamaan regresi X2 pada Y
- Persamaan regresi X1 dan X2 pada Y.
- Apakah signifikan, bila ditetapkan α = 0,05
- Beri makna dari hasil butir a, b, c, dan di atas.
- Terangkan perbedaan pokok antara rancangan pretes – postes satu kelompok (One-Group Pretest-Posttest Design) dan Rancangan pretes – postes dua kelompok (Static-Group Pretest-Posttest Design).
- Dalam rancangan faktorial, apa yang dimaksud dengan:
- Efek utama (Main effect)
- Simple effect
- Interaksi
- Gambarkan desain penelitan di atas dan beri tanda-tanda (panah) antar kelompok yang diuji.
- Ada data pelatihan Mekanik otomotif, yang di lakukan pengujian Pretes dan postes pada peserta pelatihan, dengan uraian sbb.
| Pretes
Pengetahuan Peralatan |
Postes
Pengetahuan Peralatan |
Pretes
Kompetensi Mekanik |
Postes
Kompetensi Mekanik |
| 60.00 | 60.00 | 55.00 | 78.00 |
| 56.00 | 67.00 | 55.00 | 78.00 |
| 60.00 | 65.00 | 60.00 | 68.00 |
| 60.00 | 55.00 | 56.00 | 60.00 |
| 60.00 | 60.00 | 55.00 | 81.00 |
| 55.00 | 55.00 | 55.00 | 60.00 |
| 52.00 | 55.00 | 52.00 | 68.00 |
| 60.00 | 70.00 | 60.00 | 75.00 |
| 55.00 | 62.00 | 55.00 | 70.00 |
| 60.00 | 65.00 | 60.00 | 60.00 |
| 50.00 | 59.00 | 50.00 | 60.00 |
| 55.00 | 55.00 | 55.00 | 62.00 |
| 55.00 | 66.00 | 55.00 | 65.00 |
| 50.00 | 68.00 | 50.00 | 70.00 |
| 60.00 | 67.00 | 60.00 | 70.00 |
Hitung:
- Gunakan program SPSS
- Pilih menu analisis, dan beri alasan kenapa saudara memakai rancangan (design) experimen tersebut!
- Hitung perbedaan kelompok!
- Bagaimana keberartiannya?
- Beri kesimpulan dan maknai hasil perhitungan tersebut.
- Lampirkan print out analisis.
–Good lucky U–
TEORI RESPONS BUTIR
Wakhinuddin
Teori respons butir (TRB) menggunakan distribusi probabilitas dalam bentuk kumulatif, dan secara empiris menunjukkan bahwa probabilitas jawaban betul pada butir ke–i berhubungan dengan kemampuan siswa, andaikata data-data hubungan keduanya digambarkan akan terbentuk grafik ojaif normal. Dari data probabilitas jawaban betul dan kemampuan responden dapat membuat bentuk grafik ojaif beraneka, ada yang landai dan adapula yang curam. Setiap grafik (kurva) menggambarkan bagaimana keadaan nilai parameter butir (b, а, c) dan parameter kemampuan (θ) responden.
Model ideal atau skala sempurna suatu variabel terpendam ada dalam kondisi Θ < bi dimana Pi(Θ) = 0 dan Θ ≥ dimana Pi (Θ) = 1, digambarkan
P (θ)
1,00
Probabilitas respons positif
0,00
bi
(Karakteristik latent )
Gambar: Kaitan antara probabilitas respons positif dan
karakteristik terpendam dengan model sempurna.
Gambar di atas merupakan model sempurna pengukuran variabel terpendam, sangat jarang hasil pengukuran memenuhi persyaratan model ideal. Gambar di atas merupakan tampilan penskalaan Guttman yang mengukur variabel latent sikap. Secara empirik (data siswa dan data butir) sesuai dengan teori respons butir modern. Karakter skala Guttman adalah penskalaan teknik kumulatif, pengukuran tunggal-matra (unidimensional), menggunakan sekor individu dan sekor total.