Wakhinuddin’s Weblog


Asesmen Berbasis Kelas
Januari 10, 2012, 5:05 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR

Asesmen Berbasis Kelas
Wakhinuddin

Mencermati tujuan pembelajaran otomotif yang tercantum dalam Kurikulum disadari bahwa tes tertulis yang hanya mengukur aspek kognitif tidak lagi memadai untuk mengases apakah mahasiswa sudah memiliki kompetensi yang diharapkan. Di samping itu, ketercapaian tujuan kurikulum tidak lagi dapat diukur dengan hanya menggunakan satu macam teknik asesmen. Ott (1994) mengatakan: “process goals cannot be measured accurately by any one assessment technique. Different techniques must be used over time to see how students are performing on these goals”. Sehubungan dengan kondisi ini, ketercapaian tujuan kurikulum perlu diases melalui asesmen yang dilakukan secara otentik dan komprehensif.
Asesmen adalah istilah umum yang mencakup semua metode yang digunakan untuk mengases kinerja individu mahasiswa atau kelompok mahasiswa. Asesmen yang dilakukan secara komprehensif sepanjang proses pembelajaran (berkelanjutan) selanjutnya dikenal dengan asesmen berbasis kelas. McMilan (2001: 8) mengatakan bahwa “classroom assessment can be defined as the collection, interpretation, and use of information to help teachers make better decisions”. Dari pengertian ini terlihat bahwa asesmen berbasis kelas lebih dari sekedar tes (paper and pencil test), atau pengukuran yang selama ini lazim digunakan untuk mengevaluasi kemajuan belajar mahasiswa.
Pengertian asesmen berbasis kelas yang lain dikemukakan oleh Depdiknas (2005: 12) yaitu:
Asesmen berbasis kelas merupakan suatu proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar mahasiswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti autentik, akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik.

Dari dua definisi yang dikemukakan di atas terlihat bahwa proses asesmen berbasis kelas meliputi pengumpulan bukti secara komprehensif yang dilakukan dengan berbagai teknik, untuk menunjukkan pencapaian hasil belajar mahasiswa. Bila dihubungkan dengan KBK, asesmen berbasis kelas dapat mendeskripsikan pencapaian kompetensi dan hasil belajar mahasiswa yang dikemukakan dalam bentuk pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai, disertai dengan profil kemajuan belajar mahasiswa dan pelaporan.
Asesmen yang dilakukan dalam pembelajaran konvensional pada umumnya hanya dapat mengungkap apa yang diketahui mahasiswa, sedangkan asesmen berbasis kelas bertujuan untuk mengungkap apa yang diketahui dan apa yang dapat dilakukan mahasiswa. Melalui asesmen berbasis kelas dosen tidak hanya mendapat gambaran tentang pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep otomotif yang telah mereka pelajari. Lebih dari itu, dosen dapat mengungkap sikap dan motivasi mahasiswa terhadap pelajaran otomotif serta kemampuan pemecahan masalah, penalaran, komunikasi, dan koneksi mahasiswa.
Menurut McMillan (2001), ada empat komponen penting yang perlu diperhatikan dalam menerapkan asesmen berbasis kelas, yaitu tujuan, pengukuran, evaluasi, dan pemanfaatan hasil asesmen berbasis kelas.

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: