Wakhinuddin’s Weblog


TAKSONOMI HASIL BELAJAR
Juli 22, 2010, 6:40 am
Filed under: EVALUASI HASIL BELAJAR, Pembelajaran, Pendidikan

TAKSONOMI HASIL BELAJAR
Wakhinuddin S

Taksonomi Bloom sebagai wahana untuk memahami cara berpikir peserta didik telah dikenal dan digunakan sejak tahun 1950-an sampai sekarang. Taksonomi Bloom menggolongkan tiga kategori perilaku belajar yang berkaitan dan saling melengkapi. Ketiga kategori ini disebut ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Ella (2004) menjelaskan bahwa Bloom menggolongkan enam tingkatan pada ranah kognitif dari pengetahuan sederhana atau penyadaran terhadap fakta-fakta sebagai tingkatan yang paling rendah ke penilaian (evaluasi) yang lebih kompleks dan abstrak sebagai tingkatan yang paling tinggi. Keenam tingkatan tersebut akan dijelaskan berikut ini.
1) Pengetahuan, didefenisikan sebagai ingatan terhadap hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya.
2) Pemahaman, didefenisikan sebagai kemampuan untuk memahami materi bahan.
3) Penerapan, didefenisikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari dan dipahami ke dalam situasi konkret, nyata atau baru.
4) Analisis, yaitu kemampuan untuk menguraikan materi ke dalam bagian-bagian atau komponen-komponen yang lebih terstruktur dan mudah dimengerti.
5) Sintesis, merupakan kemampuan untuk mengumpulkan bagian-bagian menjadi suatu bentuk yang utuh dan menyeluruh.

Pada tahun 1990-an, Krathwohl & Anderson dalam (Ella,2004) yang merupakan murid dari Benyamin Bloom memimpin suatu kelompok kerja untuk memperbaiki taksonomi Bloom. Hasil dari pekerjaan tim yang dipimpin oleh Anderson ini adalah perubahan signifikan pada perbaikan struktur ranah kognitif yang dapat dilihat pada Tabel.

Tabel : Perbaikan Taksonomi Bloom oleh Anderson
No. Taksonomi Bloom : Taksonomi Perbaikan Anderson
1. Pengetahuan Mengingat
2. Pemahaman Memahami
3. Penerapan Menerapkan
4. Analisis Menganalisis
5. Sintesis Menilai
6. Penilaian Menciptakan

Perbaikan penting yang dikemukakan Anderson adalah perubahan dari kata benda menjadi kata kerja. Perubahan ini disebabkan karena taksonomi perlu mencerminkan berbagai bentuk atau cara berpikir dalam suatu proses yang aktif. Dengan demikian penggunaan kata kerja lebih sesuai daripada akta benda
Pemahaman diperbaiki menjadi memahami, kemudian sintesis diubah menjadi menciptakan yang menunjukkan proses berpikir pada masing-masing kategori. Akibatnya urutan dari taksonomi juga berubah, seperti tampak pada Tabel 2. menilai ditempatkan setelah menganalisis kemudian ditempatkan menciptakan sebagai pengganti sintesis. Hal ini dilakukan untuk menempatkan hirarki dari proses berpikir yang paling mudah ke proses penciptaan yang lebih rumit dan sulit. Pendapat ini sangat masuk akal, karena seseorang akan sulit untuk menciptakan sesuatu sebelum mampu menilai sesuatu dari berbagai pertimbangan dan pemikiran kritis.
Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan suatu realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang yang dapat dilihat dari perilakunya. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Secara umum faktor tersebut digolongkan menjadi dua bagian, yaitu faktor yang berasal dari dalam dan luar diri siswa.

About these ads

4 Komentar so far
Tinggalkan komentar

terima kasih,.tulisan anda membantu saya

Komentar oleh merry eka putri

Semoga berkat

Komentar oleh wakhinuddin

terima kasih,nota ini banyak membantu saya dalam proses pembelajaran .

Komentar oleh rozana

Semoga berkah

Komentar oleh wakhinuddin




Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: