SEKILAS MENILAI SOAL UJIAN SNMPTN TAHUN 2009
Oleh Wakhinuddin S
Sulitnya membuat soal yang identik atau kembar membuat soal SNMPTN miskin kreasi, kreasi dalam hal ini menyangkut tes/soal yang cenderung sama.
Bermula dari naskah soal, naskah soal diberi nomor kode berbeda bertujuan agar peserta SNMPTN tidak dapat saling mencontek atau kerjasama. Untuk mencapai tujuan ini pihak Panitia SNMPTN membuat soal yang variatif, seharusnya soal tersebut identik atau ‘sama tapi tak serupa’. Sama dalam hal materi ajar, indikator, dan tingkat kesukarannya. Jika demikian ada soalnya, maka pengujian reliabilitas tes dengan desain ‘Belah dua (split half) dapat digunakan dengan mudah.
Tapi kenyataan tidaklah begitu, soal yang ada pada Tes bidang studi IPS, antara naskah 367 dan 369 adalah sama persis, yang membedahkannya cuma letak soal atau penomoran saja, itupun tidak jauh sekitar 2 atau 4 nomor ke atas atau ke bawah soal-soal tersebut.
Dari analisis tata letak naskah soal kode 367 dan 369 ditemukan 33 dari 60 butir soal yang sama persis berada pada nomor yang sama, dan 10 dari 60 butir soal yang sama persis hanya berubah posisi nomor. Ini menunjukkan soal-soal SNMPTN tidaklah terlalu ketat mencegah adanya saling mencontoh antar peserta SNMPTN. Implikasinya mempermudah Joki bekerja, reliabilitas rendah dan validitas criteria antar soal rendah pula.
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Mungkin ingin menyamkan kemampuan yg lolos baik ipa maupun ips
Komentar oleh agadia Agustus 29, 2009 @ 2:47 amTes merupakan performance maximum, berasal dari materi ajar tertentu, mempunyai domain yang jelas. Untuk itu mustahil dapat dibuat tes hasil belajar untuk kompetensi umum, kecuali TKU.
Komentar oleh wakhinuddin September 4, 2009 @ 5:23 amSelamat berpuasa…